«

»

Bela Negara

19 April 2016

Ketika memberi sambutan dalam pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, saya mengharapkan agar GBN mampu membangkitkan semangat dan nasionalisme bangsa dan negara, dan membimbing para generasi muda menjadi generasi yang menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bela negara adalah konsep yang universal, seluruh negara di dunia mempraktekannya dengan cara masing-masing. Bagi negara-negara yang masih dijajah secara fisik oleh negara lain hingga saat ini seperti Palestina yang dijajah oleh Israel, bela negara adalah kebutuhan untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Ini juga sejalan dengan konstitusi negara kita.

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republika Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kemerdekaan adalah nilai universal bagi setiap bangsa dan negara untuk memenuhi hak asasinya. Karena dengan kemerdekaanlah sebuah bangsa dan negara bisa membangun dan mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya ketika dijajah, sebuah bangsa dan negara mengalami berbagai siksaan seperti perbudakan, kekerasan terhadap wanita dan anak-anak, pembunuhan, pemerkosaan, dan berbagai kejahatan lainnya.

Dalam Wikipedia, pengertian bela negara adalah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok, atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Secara fisik, dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut. Sedangkan secara non fisik, dapat diartikan upaya berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Konsep bela negara mengalami perbedaan wujud dari masa ke masa. Ketika masa penjajahan, bela negara diwujudkan dengan perang fisik mengangkat senjata. Ketika sudah merdeka, bela negara diwujudkan dengan membangun bagi pemerintah dan dengan mengaktualisasikan diri bagi masyarakat.

Pemerintah beserta aparaturnya melakukan pembangunan di berbagai bidang dengan tujuan mensejahterakan masyarakat. Menjadikan masyarakat sejahtera adalah wujud bela negara oleh pemerintah karena akan meningkatkan ketahanan nasional.

Demikian pula masyarakat atau individu yang mengaktualisaikan dirinya dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, bekerja, berumahtangga, maupun bermasyarakat. Bagi pelajar, wujud bela negara adalah belajar sungguh-sungguh, patuh kepada orangtua serta hormat kepada orang yang lebih tua, menjauhi seks bebas, narkoba, HIV-AIDS, budaya merusak, dan penyakit sosial lainnya.

Bagi mereka yang sudah bekerja atau berwirausaha, wujud bela negara adalah bekerja sungguh-sungguh guna menghidupi diri dan keluarganya, mengarahkan keluarganya kepada hal-hal positif sesuai tuntunan agama, juga adat dan budaya. Pengusaha pun ikut membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Dan dalam bermasyarakat, ikut aktif gotong royong dan berpartisipasi dalam pembangunan. Para individu ini mewujudkan bela negara dengan berpegang pada adat dan budaya serta ajaran agama sehingga tercipta masyarakat yang kuat dan bersatu serta beradab.

Jika kita melihat kisah perjuangan para pahlawan dari Minangkabau seperti Mohamad Natsir, Buya Hamka, Haji Agus Salim, Mohammad Hatta dan lainnya, pengaruh adat dan budaya Minangkabau serta ajaran Islam mewarnai perjalanan hidup mereka dalam perjuangan baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan.

Kita bisa melihat negara-negara yang sudah maju dan makmur untuk mengambil berbagai hal positif terkait dengan pelaksanaan bela negara sesuai dengan bidang masing-masing. Di samping itu, kita juga bisa melihat negara-negara yang belum maju, belum makmur, untuk mengambil pelajaran dari keadaan mereka agar termotivasi untuk mewujudkan bela negara sebaik mungkin sesuai bidang kehidupan kita.

Dengan melihat kondisi di berbagai negara kita juga bisa mengenal bagaimana mewujudkan bela negara yang baik sesuai dengan kondisi kehidupan kita. Allah SWT berfirman, “Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat:13).

Ayat tersebut juga mengajak kita selain untuk mengenal manusia dengan beragam bangsa dan suku juga meningkatkan takwa. Peningkatan ketakwaan juga merupakan bagian dari bela negara itu sendiri seperti bisa kita lihat di masa sebelum merdeka, para syuhada yang telah berjuang mengorbankan dirinya untuk bangsa dan negara adalah wujud bela negara sekaligus wujud ketakwaan. Maka di saat kondisi sudah merdeka, meningkatkan ketakwaan juga merupakan wujud bela negara.

Semoga kita di bidang masing-masing bisa mewujudkan bela negara ini sekaligus menguatkan ketakwaan serta tetap menjaga identitas adat dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan seperti pernah dicontohkan oleh para pendahulu yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 19 April 2016