«

»

Adzkia dan Pendidikan Berkarakter

16 Mai 2012

Oleh Irwan Prayitno

Sejarah telah banyak mem­buktikan, bahwa cita-cita besar bisa dimulai dari hal-hal kecil. Kami pun dulu tak pernah bermimpi bisa mem­bangun Yayasan Adzkia se­perti yang ada saat ini. Adz­kia bermula dari sebuah kursus bimbingan belajar kecil di sebuah lokal kontrakan di Komplek PGAI Jati  Padang.

Saat itu tahun 1988, saya sendiri waktu itu baru saja menyelesaikan studi di Fa­kultas Psikologi Universitas Indonesia. Dari segi finansial, boleh dikatakan kami tak punya apa-apa. Namun ber­sama sejumlah kawan, ber­modalkan tekad untuk maju, kami mendirikan Kursus Bimbingan Belajar (Bimbel) yang kami beri nama Adzkia.  Uang yang ada di kantong kami kumpulkan, ternyata hanya cukup untuk mencetak 1 rim brosur.  Dengan modal sebanyak itulah Adzkia kami mulai.

Awalnya tak banyak yang melirik pada bimbel yang kami adakan. Saingan yang ada saat itu cukup banyak. Namun kami tetap me­lang­kah.  Di tahun-tahun awal, penghasilan yang kami peroleh hanya cukup untuk menutup biaya kontrakan tempat kur­sus dan biaya operasional. Namun berkat kegigihan dan kerja keras kami,  peminat bimbel Azkia makin banyak dan terus bertambah.  Selain karena rajin berpromosi, sistem belajar dan mengajar kami kembangkan secara serius sehingga alumnus Adzkia terkenal  banyak dan sukses diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil. Kur­sus bimbel Adzkia men­dapat tempat di hati ma­syarakat, jumlah peminatnya terus bertambah dan ber­tambah.  Lokasi tempat kur­sus pun dilakukan dibeberapa tempat, karena lokasi yang lama tidak mampu lagi me­nampung peminat yang terus bertambah. Jumlah peserta bimbel Adzkia mencapai puncak dengan jumlah murid  3.000 orang. Sebuah prestasi yang sulit ditandingi hingga saat ini.

Kami yakin bahwa pe­rubahan adalah hukum alam yang abadi. Dengan niat untuk berdakwah dan mensyiarkan Agama Islam, kami mulai mendirikan Play Group Adzkia pada tahun 1992. Pendidikan agama harus dimulai sejak dini. Saat itulah mulai terfikir konsep pendidikan ber­ka­rakter. Untuk menjawab tan­tangan ke depan, murid tidak cukup hanya memiliki ilmu, tapi juga harus memiliki karakter. Konsep inilah yang kemudian membedakan Adz­kia dengan lembaga pen­didikan lain.

Karena itu di Adzkia dikembangkan metoda-metoda dan materi-materi pembe­lajaran khusus yang bertu­juan untuk membangun ka­rakter anak didik. Di Adzkia diajarkan hafalan ayat Al­quran,  salat, tata-tertib serta akhlak. Adzkia menerapkan sistem full day  school. Adzkia pula yang pertama kali me­ngajarkan anak didik wa­nitanya memakai jilbab. Ilmu psikologi yang saya timba di bangku kuliah, saya man­faatkan untuk membangun karakter anak didik Adzkia.

Pada awalnya konsep pen­didikan dan terlihat berbeda dari biasanya ini mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Tapi setelah mereka melihat bahwa lu­lusan Adzkia memang ber­beda akhlak, budi pekerti dan karakternya, mereka tidak mempersoalkan lagi perbedaan konsep pendidikan tadi.

Seperti fenomena yang terjadi pada bimbel, Play Group Adzkia juga mendapat tempat di hati masyarakat. Jumlah peserta Play Group/TK Adzkia juga mendapat tempat di hati masyarakat. Jumlah peserta  Play Group/TK  terus bertambah dengan pesat dari tahun ke tahun. Lokasi tempat pendidikan Play Group/TK juga harus ditambah di beberapa tempat, karena fasilitas yang ada tak mampu lagi menampung peminat yang terus ber­tambah.

Sekali lagi, Alhamdulillah Adzkia terus mengembangkan sayap sesuai dengan tuntutan kebutuhan, termasuk kei­nginan masyarakat. Kini , bermula dari bimbel, Adzkia telah memiliki Play Group/TK, Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Pendidikan berkarakter yang ditanamkan  di Yayasan Adzkia memang tampak ha­silnya dan membekas pada anak didik alumni Adzkia. Mereka tidak hanya unggul dalam mutu pelajaran, tapi juga berakhlak yang tercermin dalam sikap mereka sehari-hari.

Sampai saat ini Adzkia masih dipercaya masyarakat, tak peduli dari golongan mana pun mereka berasal.  Juga tidak pernah dipermasa­lahkan dari partai manapun keluarga orangtua mereka berasal. Apakah keluarga mereka berasal dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat, PAN atau PPP, semua ada di sini dan tidak ada per­lakuan berbeda terhadap mereka. Hal inilah yang mem­buat Adzkia tetap diminati masyarakat, dari latar be­lakang apapun mereka, hingga saat ini. Kepedulian Adzkia adalah menyampaikan konsep pendidikan berkarakter, agar diperoleh alumni yang cerdas dan berakhlak mulia. Al­hamdulillah sejak Adzkia lahir hingga saat ini tidak ada yang menggugat bahwa Adz­kia mengarahkan peserta didiknya ke partai tertentu. Karena memang hal itu tidak pernah dilakukan.

Adzkia yang saya sebagai pendirinya, tidak ada upaya mempengaruhi murid Adzkia ke parpol tertentu. Tetapi Adzkia mengarahkan mu­ridnya agar berakhlak, hafal Alquran, ibadah rajin, dll. Pendidikan harus objektif dan terpadu. Pendidikan karakter adalah suatu keniscayaan bagi dunia pendidikan. Pen­dekatan kognitif saja tidak cukup, tapi juga harus ber­dasarkan pengamalan dan kesadaran. Adzkia sudah memulainya semenjak awal tahun 90 an. Keberhasilan pendidikan karakter juga ditentukan oleh karakter gurunya. Tidak mungkin ter­capai sebuah pendidikan karakter yang gurunya meng­hasut murid, menfitnah dan menjelek-jelekkan sesama.

Pendidikan karakter bu­kanlah hal baru, begitu banyak sekolah/madrasah yang telah mengamalkannya , termasuk pesantren.  Pendekatan pen­didikan karakter di sekolah/madrasah/pesantren tersebut memiliki metode yang sama yaitu membiasakan murid dengan karakter baik, mem­biasakan murid melak­sa­nakan ibadah bahkan dicatat ibadahnya dan ditargetkan agar semuanya terbiasa dan menjadi budaya bagi siswa. Metode ini bukan milik kelom­pok tertentu, tetapi milik kita semua. Apalagi metode pem­biasan ini bukanlah milik parpol tertentu.

Semoda pendidikan ka­rakter di Sumbar tersebar di seluruh sekolah/madrasah dan guru senantiasa berupaya meningkatkan dirinya  untuk berkarakter baik, selain tun­tutan kita terhadap anak-anak murid agar berkarakter baik pula. Wallahu’alam.

Haluan 16 Mei 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>