«

»

Laporan Keuangan Pemprov Necis

12 Juni 2013

Begitulah di bawah pimpinan Gubernur Irwan Prayitno, Pemprov mengukir prestasi baru sekaligus rekor sejarah.

PADANG — Laporan keuangan Pemprov Sumbar 2012 necis, berbanding terbalik dengan 2009 lalu yang basalemak-peak. Untuk hal itu, gubernur berterima kasih pada jajarannya. Ketua DPRD mengingatkan agar jangan larut dalam euforia.

Begitulah di bawah pimpinan Gubernur Irwan Prayitno, Pemprov mengukir prestasi baru sekaligus rekor sejarah. Untuk pertama kalinya, Sumbar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012. WTP merupakan opini terbaik dalam pemeriksaan laporan keuangan.

“Ini prestasi yang membanggakan sekaligus cambuk untuk terus memperbaiki diri,” kata Irwan seusai rapat paripurna istimewa DPRD Sumbar tentang penyerahan LHP BPK-RI, Selasa (11/6).

Kata Irwan, prestasi itu tak didapat semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi sebelumnya, Sumbar bahkan sempat mendapat opini terburuk, yakni disclaimer pada 2009. Lalu perlahan meningkat menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada 2010 dan 2011.

Demi mendapatkan opini WTP yang berarti laporan keuangan nyaris tanpa cacat ini, Pemprov Sumbar terus melakukan berbagai perbaikan administrasi akuntansi keuangan. Terutama menyelesaikan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tiap tahunnya. Beberapa cacat yang diperbaiki misalnya seperti pencatatan inventaris aset daerah.

Ketua DPRD Sumbar, Yultekhnil menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemprov menyempurnakan LPKD ini. Namun, ia berharap keberhasilan meraih WTP tak membuat jajaran pejabat dan staf terjebak euforia yang mengakibatkan kelalaian. “Saya harap Pemprov tetap berupaya menyajikan laporan keuangan yang faktual dan transparan. Apalagi laporan keuangankan dibuat tiap tahun. Jika bisa tiap tahunnya harus WTP,” harap Yultekhnil.

LHP itu diserahkan langsung oleh Auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI, Heru Kreshnas Reza. Heru menegaskan opini WTP itu sebagai prestasi Sumbar. Apalagi sebelumnya Sumbar belum pernah raih WTP.

Hanya saja Heru menegaskan WTP yang diraih Sumbar belum WTP murni tanpa cacat. Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. “Kami masih memberikan beberapa rekomendasi untuk perbaikan. Jika WTP murni tak perlu lagi rekomendasi,” kata Heru.

Beberapa rekomendasi di antaranya Pemprov masih perlu memperbaiki kelemahan sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap perundang-undangan. Selain itu juga perlu perbaikan penatausahaan aset tidak bermanfaat yang belum dilaksanakan secara tertib. BPK RI juga menilai ada pencatatan aset yang belum memadai dan belum sempurnanya pencatatan ‘dana bergulir berpotensi tidak tertagih’. Tentang ‘PR’ perbaikan itu, Pemprov  sedang dalam proses memperbaikinya. “Sedikit lagi pencatatan aset dan dana bergulir itu selesai. Tak sampai 30 persen lagi,” ujarnya.

Irwan mengakui untuk pencatatan aset dan dana bergulir itu tidaklah mudah. Ibaratnya ‘membersihkan’ peninggalan pemerintah sejak 1960. Saat itu peraturan akuntansi pemerintahan belum sedetail sekarang.

Untuk ‘dana bergulir berpotensi tak tertagih’ ini, kata Irwan, ada sedikit masalah.  Wujudnya adalah bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat miskin yang harusnya jadi modal yang digilirkan secara berkelanjutan. Masalahnya sekarang sebagian besar penerima dana itu tak bisa mengembalikan dana. Data penerima pun masih banyak yang harus dicek ulang.

“Dananya mencapai miliaran. Sekitar Rp5 miliar sampai Rp12 miliar. Saya tak ingat pastinya. Rencananya mau dijadikan hibah saja, tak perlu dikembalikan. Kasihan, mereka kan masyarakat tak mampu,” ujarnya.

Jika akan dijadikan hibah, Pemprov membutuhkan payung hukumnya. Dalam waktu dekat perihal dana bergulir tak tertagih itu akan dibahas dengan DPRD Sumbar, yakni menentukan apakah bisa atau tidak dana bergulir itu dijadikan hibah yang tak perlu dikembalikan lagi.

Singgalang, 12 Juni 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>