«

»

Irwan Prayitno Harapkan Rakyat Memilih Sesuai Hati Nurani

5 Desember 2015

SEBAGAI Calon Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuk Rajo Bandaro Basa mengharapkan rakyat Sumatera Barat memilih sesuai dengan hati nurani, tanpa ada paksaan dan tidak terpengaruh politik uang. Apatah lagi, kebebasan dalam menentukan pilihan dijamin Undang-Undang di negeri ini.

Hal itu disampaikan Irwan Prayitno ketika bersilaturahmi dengan Ninik Mamak dan Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji, Jum’at sore (4/12/2015), bertempat di salah satu rumah tokoh masyarakat Kuranji. Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua KAN Pauh IX Ahmad As Datuk Maharajo Basa, Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman, Bundo Kandung, mantan Camat Pauh Amri, dan segenap elemen masyarakat lainnya.

Menurut Irwan Prayitno, saat ini banyak fitnah yang dilontarkan sebagian pihak kepada dirinya dan pasangannya Nasrul Abit. Fitnah itu semakin gencar dilakukan di media sosial melalui akun jejaring sosial yang tidak jelas identitasnya. Tujuannya tentu saja ingin menjatuhkan pasangan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (IP-NA). Apalagi, hasil survei menunjukan pasangan IP-NA berada pada posisi yang sulit dikejar pasangan yang mereka jagokan.

Di depan Ninik Mamak dan Anak Nagari Pauh IX yang hadir, Irwan Prayitno kembali mengenang dukungan yang diberikan kepadanya pada Pemilukada 2010. Untuk itu, dia berharap dukungan yang sama juga diberikan pada Pemilukada 2015 ini. Soal perhatiannya kepada Nagari Pauh IX, sudah terang diketahui oleh Ninik Mamak dan Anak Nagari.

Sebagai contoh, setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat pada 15 Agustus 2010, hal pertama yang dia lakukan adalah menemui tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Ampang untuk pembebasan lahan pelebaran Jalan Alai Bypass. Padahal, tanggungjawab pembebasan lahan terletak di pundak Walikota Padang pada waktu itu.

Selain itu, permintaan masyarakat Kuranji agar dibangunkan jembatan penghubung dari Simpang Kuranji dan Simpang Koto Tingga untuk mengurai kemacetan di daerah tersebut, juga telah dia penuhi. Dana APBD untuk pembangunan jembatan tersebut dianggarkan, disamping dana APBN. Lagi-lagi masalahnya terletak pada pembebasan lahan yang merupakan tanggungjawab Walikota Padang yang menjabat waktu itu.

Dikatakan Irwan Prayitno, semasa menjadi Gubernur Sumatera Barat, dirinya juga menganggarkan dana APBD untuk pembangunan Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, selain yang dianggarkan Kota Padang. Semua pengurus KAN Pauh IX mengetahui itu, tanpa kecuali. Dan kondisi kantor KAN Pauh IX sudah cukup bagus dibanding sebelumnya. Namun tentunya tetap membutuhkan perhatian semua pihak untuk menyelesaikannya.

Dalam melaksanakan proses pembangunan, ungkap Irwan Prayitno, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat sendiri. Tanpa peran serta masyarakat, maka pembangunan di suatu daerah mustahil akan berjalan sesuai dengan harapan dan perencanaan yang telah disusun. Untuk itu, Irwan Prayitno menghimbau semua elemen masyarakat Pauh IX untuk mendukung pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah di Nagari Pauh IX.

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Wakil Ketua FKAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang

 

Bentengsumbar.com, 5 Desember 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>