Selaku Gubernur Sumbar, pada 17 Februari 2016 lalu saya melantik 12 orang Bupati dan Wali Kota serta Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota yang terpilih pada pilkada serentak 2015, yang bertempat di Auditorium Gubernuran, Padang. Para kepala daerah ini ternyata memiliki latar belakang beragam.
Seperti yang saya sampaikan dalam sambutan acara pelantikan, jika diibaratkan pemain olah raga, 12 orang kepala daerah ini bisa dibagi ke dalam 4 kategori. Yaitu ‘pemain lama’,  ‘pemain baru’, ‘pemain cadangan’, dan ‘pemain basket’.
Kategori ‘pemain lama’ adalah kepala daerah pada periode 2010-2015 yang kembali maju dan terpilih kembali atau petahana (incumbent). Mereka adalah Yuswir Arifin (Sijunjung), Indra Catri (Agam), dan Ali Mukhni (Padang Pariaman). Di Sumbar sendiri, banyak calon petahana bertumbangan pada pilkada 2015 yaitu di Dharmasraya, Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Pasaman, dan 50 Kota. Masyarakat punya cara sendiri dalam menilai pemimpinnya sehingga para petahana yang juga punya segudang prestasi pun ternyata ada yang tumbang.
Sedangkan kategori ‘pemain baru’ adalah mereka yang baru pertama kali menjabat kepala daerah. Ada yang berlatar pengusaha seperti M. Ramlan Nurmatias (Bukittinggi) dan Sutan Riska (Dharmasraya). Sutan Riska bisa dibilang beruntung. Baru pertama kali maju dan langsung terpilih. Sedangkan Ramlan sudah pernah mengikuti ajang pilkada sebelumnya namun kurang beruntung, dan baru sekarang terpilih. Serta ada pula yang berlatar polisi seperti Hendra Joni (Pesisir Selatan). Para pemimpin baru ini menjadi harapan baru masyarakat di wilayahnya. Karena jika tidak mampu memenuhi harapan masyarakat, pada pilkada berikutnya masyarakat besar kemungkinan akan memilih pemimpin baru. Hal ini bisa dikatakan sudah menjadi tradisi atau budaya masyarakat Sumbar yang selalu ingin lebih puas dalam mencari dan memilih pemimpin.
Sementara kategori ‘pemain cadangan’ adalah kepala daerah terpilih yang pernah menjadi wakil kepada daerah dan memiliki pengalaman di pemerintahan. Ada yang berlatar politisi seperti Irdinansyah Tarmizi (Tanah Datar). Dan ada pula yang berlatar pegawai negeri sipil (PNS) seperti Irfendi Arbi (50 Kota) dan Zul Elfian (Kota Solok).
Dan kategori ‘pemain basket’ adalah mereka yang pernah menjadi kepala daerah dan sempat tidak menjabat lagi dan kemudian maju kembali pada tahun 2015 dan menang. Mereka ini adalah Syahiran (Pasaman Barat), Gusmal (Kab. Solok), dan Yusuf Lubis (Pasaman).
Sebab-sebab kemenangan 12 kepala daerah ini juga beragam. Indra Catri hanya didukung sedikit partai namun bisa menang. Indra Catri sudah menjadi kepada daerah periode 2010-2015, ikut pilkada 2015 dan terpilih kembali. Sutan Riska dan Hendra Joni memiliki modal kuat dan mendapat dukungan banyak tokoh. Ali Mukhni didukung sedikit tokoh. Irfendi, sedikit modal dan kurang beruntung di pilkada sebelumnya dan menang di periode berikutnya. Ramlan sudah pernah ikut pilkada, dan baru terpilih sekarang. Syahiran, Gusmal dan Yusuf Lubis adalah kepala daerah yang kembali ikut pilkada untuk periode kedua namun belum menang, lalu ikut kembali dan mendapat kemenangan. Latar belakang pendidikan kepala daerah ini juga beragam, yaitu teknik, hukum, ekonomi, pendidikan, pertanian, ilmu pemerintahan, dan agama.
Selain itu, sebab-sebab kekalahan pun beragam. Ada yang baru ikut pilkada namun belum terpilih. Ada yang sudah menjadi kepala daerah periode 2010-2015, ikut pikada 2015 dan tidak terpilih lagi. Ada yang sudah menjadi wakil kepala daerah di periode 2010-2015, ikut pilkada 2015 dan belum terpilih. Ada pula yang modalnya kuat ikut pilkada 2015 namun belum terpilih.
Beragamnya sebab-sebab kemenangan dan kekalahan ini menyadarkan kita bahwa semuanya itu adalah kuasa Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Katakanlah, “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).†(QS. Ali Imran 26-27)
Namun demikian, kemenangan itu sendiri juga diperoleh karena adanya sunatullah dalam berjuang yaitu memaksimalkan usaha dan cara untuk meraih kemenangan, serta diiringi dengan doa sehingga akhirnya pilihan rakyat terbanyak jatuh kepadanya. Ada yang menang karena faktor kepribadian, program yang diajukan, kompetensi dan lainnya. Namun setiap kemenangan pada akhirnya Allah SWT juga yang menentukan.
Oleh karena itu, ketetapan dari Allah SWT ini mari kita terima sehingga kita bisa menatap ke depan dengan lebih baik lagi. Tidak perlu melakukan penolakan melalui aksi-aksi kontraproduktif dan melanggar aturan serta mengganggu ketertiban karena akan merugikan diri sendiri dan masyarakat. Kuasa Allah SWT adalah hal yang tak dapat ditolak oleh siapapun. Siapa yang menjadi kepala daerah sudah Allah tetapkan di lauhul mahfudz. Insya Allah akan ada hikmah yang bisa diambil dari bebagai sebab kemenangan dan kekalahan ini. Dan alhamdulillah, mayoritas rakyat sudah bersikap dewasa dan bisa menerima hasil pilkada 2015 lalu. Yang utama adalah, mari kita bersatu dalam membangun Sumbar agar kesejahteraan yang kita inginkan bersama bisa lebih cepat terwujud.
Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, kaum muslimin dan masyarakat. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di manapun mereka berada. Aamiin Ya Rabbal Aalaamiin. ***
Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar
Padang Ekspres, 1 Maret 2016
