«

»

Program GPP Dilanjutkan

24 Maret 2016

PADANG – Dalam rapat gabungan terkait Program Pensejahteraan Petani (GPP), awal Maret lalu di aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno menegaskan, program prorakyat ini dilanjutkan. Selain memberi dampak nyata kepada petani, juga secara umum mendongkrak turunnya angka kemiskinan di daerah ini.

 

“Program GPP dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya karena berdasarkan evaluasi secara umum dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Kalau ada kelemahan yang ditemui selama ini, itulah yang diperbaiki agar pelaksanaan dan hasilnya benar-benar sesuai dengan harapan semua pihak,” kata gubernur.

 

Di hadapan pimpinan SKPD yang terkait dalam program GPP ini seperti Kadisnak dan Keswan, Kadis Perkebunan, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Kehutanan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan pejabat lainnya, gubernur menyebutkan, program GPP terbukti dapat mengurangi kemiskinan dan angka pengangguran.

 

Untuk kegiatan 2016 hingga 2021 dilakukan penguatan UPTD provinsi dan UPTD kab/kota serta sentra-sentra pembibitan daerah. Dengan demikian diharapkan UPTD dan sentra yang akan menyuplai bibit tanaman, ikan dan ternak kepada masyarakat.

 

Begitu pula, kelembagaan GPP akan diformat ulang dengan menambahkan pihak lain yang berkompeten di bidangnya untuk menyukseskan kegiatan ini seperti perguruan tinggi, NGO, dan sebagainya. Selain itu akan dilakukan optimalisasi pemberdayaan penyuluh untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap GPP.

 

Di bidang pertanian misalnya, khusus untuk sektor hortikultura, penyaluran bantuan kepada keltan penerima GPP, tetap diarahkan kepada profit oriented dengan tujuh ragam komoditi seperti sirsak, jambu merah, jeruk dan lainnya.

 

“Penerima bantuan program GPP tetap diverifikasi, usulan keltan diakomodir dengan
Mempertimbangkan rekomendasi dari Balitbu (Balai Penelitian Buah)  terkait kecocokan lahan dengan jenis komoditi yang akan dikembangkan,” kata Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Yustiadi.

 

Bahkan aspek pengembangan kawasan juga menjadi pertimbangan, untuk memudahkan pemasaran komoditi buah-buahan itu kelak. Jika tidak mempertimbangkan aspek kawasan ini, sebut Yustiadi akan menyulitkan dalam pemasaran, karena cost pedagang besar yang akan membelinya bertambah.

 

“Seperti kebutuhan bibit oleh anggota keltan. Keinginan anggota keltan beragam, sehingga untuk merealisasikan, kita mempertimbangkan rekomendasi Balitbu
terkait komoditi apa yang cocok di sana dan mayoritas keinginan anggota.

Singkat kata, ada petani yang berharap buah A, karena mayoritas menginginkan

B, ya, buah B yang diberikan,” kata dia.

 

Kemudian, pengadaan bibit buah-buahan itu disediakan oleh pihak ketiga sesuai dengan harapan semua pihak di awal, untuk mendapatkan bibit berkualitas. Dalam

perjalanan, ternyata dari 120 ribu bibit yang mesti disediakan untuk kemudian diberikan kepada anggota keltan, ternyata, pihak ketiga hingga batas kontrak kerja tidak sanggup menyediakan 100 persen.

 

Untuk pelaksanaan 2016, meski tidak dianggarkan khusus untuk GPP tapi program bantuan bibit buah-buahan maupun komoditi pertanian lainnya diarahkan kepada 620 keltan yang belum mendapatkan program GPP. Sejak 2011 hingga 2015, keltan yang sudah mendapatkan program GPP sebanyak 1.736 keltan. (*)

 

Singgalang, 24 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>