«

»

Sukses Percepat Entaskan Kemiskinan, Program GPP Dinanti Petani

24 Maret 2016

Program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) yang dilaksanakan sejak 2011, memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi petani. Secara umum pelaksanaannya berhasil, tapi ada pula yang perlu diperbaiki. Berikut laporan wartawan Singgalang, Effendi yang berkunjung ke beberapa lokasi GPP belum lama ini untuk melihat perkembangannya

 

SOLOK -Rajin. Itulah yang membuat kelompok tani (Keltan) Rajin Bersama, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk

Sikarah, Kota Solok, pada 2013, tampil sebagai pemenang kedua lomba program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) tingkat Sumbar. Reward dari Pemprov Sumbar pun didapat, ketika itu diberikan Salman Alfarizy dari Bakorluh Sumbar kepada Ketua Keltan Rajin Bersama, Muan Lenggang Sutan.

 

Keberhasilan yang diraih Keltan Rajin Bersama tidak terlepas dari upaya keltan sendiri dalam mengembangkan berbagai usaha sehingga pendapatan petani meningkat.

 

“Pemprov Sumbar komit memperhatikan nasib petani agar kesejahteraannya meningkat salah satunya melalui program GPP. Bantuan stimulus diberikan kepada petani yang punya iktikad baik untuk berubah dengan melibatkan proaktif beberapa SKPD Pemprov,’’ terang Guswardi, Kabag Tata Usaha Bakorluh Sumbar.

 

Keltan Rajin Bersama menjadi sasaran GPP pada 2011. Lewat GPP, berbagai stimulan diluncurkan. Peluncuran stimulan ini disesuaikan dengan sumber daya alam setempat dan jenis usaha yang dilakoni petani.

Meliputi, meluncurkan usaha kolam ikan, dengan fokus kepada pengembangan ikan lele terpal. Usaha baru ini, tidak membutuhkan lokasi luas. Bantuan peralatan dan bibit lele diberikan lewat Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar.

 

Lalu, dari Dinas Peternakan Sumbar, direalisasikan dengan bantuan sapi sebanyak 10 ekor. Badan Ketahanan Pangan Sumbar, dengan mengucurkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang mengarah kepada pemanfaatan pekarangan rumah secara optimal untuk berbagai budidaya tanaman.

 

Kemudian, bantuan bibit kakao dari Dinas Perkebunan Sumbar. Usaha ini, sudah ditekuni petani setempat. Tinggal lagi penambahan bibit kakao. Termasuk karet. Dari Dinas Kehutanan didrop pula bibit tanaman surian dan cengkeh.

 

Dalam perkembangannya, memuaskan. Pendapatan anggota keltan, rata rata meningkat. Sebab, jenis usaha yang ditekuni bertambah dari satu atau dua jenis usaha menjadi lebih.

 

Jam kerja yang biasanya hanya 3,5 jam per hari, dengan penambahan usaha, jam kerja bertambah pula. Pendapatan pun bertambah.

 

“Sesuai nama keltannya, Rajin Bersama, ternyata anggotanya memang rajin berusaha. Wajar pula pendapatan meningkat. Namun dalam konteks penentuan pemenang GPP, banyak hal yang menjadi indikator penilaian. Keltan yang didirikan pada 2008, sukses sebagai pemenang kedua,’’ ujar Guswardi.

 

Begitu pula yang dialami Kelompok Tani Aperta, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang. Anggotanya merasakan dampak positif dari program GPP ini. Pak Dadang, ketua keltan ini menyebutkan, kelompoknya menerima 11 ekor sapi, 10 di antaranya sapi betina pada 2013. Bantuan sapi ini diberikan untuk menambah jam kerja petani anggota keltan yang sebelumnya hanya bersawah.

 

Dengan bantuan sapi tidak saja menambah bidang usaha, tapi kotoran sapi juga mampu mendukung usaha tani. Sebab kotoran sapi dapat mengganti pupuk kimia yang selama ini menggerus pendapatan petani.

 

“Sebelum dan setelah bersawah, kami mengurus sapi mulai membersihkan kotoran di kandang hingga mencari rumput untuk makanan ternak,” kata Dadang yang didampingi Sekretaris Keltan Aperta, Tiar.

 

Soal pendapatan, diakuinya dalam bentuk uang langsung belum ada, namun seluruh sapi betani yang mereka pelihara sudah punya anak dan jika anak sapi dijual, hasilnya cukup besar. Belum lagi penggunaan kotoran sapi sebagai pengganti pupuk dinilai dengan uang, tentu akan bertambah lagi pendapatan mereka. (*)

 

Singgalang, 24 Maret 2016

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>