«

»

Top100 Menguliti RPJMD, Sumbar Akan Lebih Hebat

30 Maret 2016

PADANG – Bagaimana wajah Sumbar lima tahun ke depan? Gubernur Sumbar merangkul berbagai pihak dan kemudian menghimpun masukan. Setidaknya sudah lima kali berbagai kelompok diundang untuk mencurahkan isi hatinya.

Kemarin malam, sejumlah orang yang tergabung dalam kelompok whatsapp yang bernama TOP100. Acara berlangsung, Senin (28/3) malam di gubernuran.

 

Diskusi bernas bahkan ‘main hajar’ itu, berlangsung hangat dan semua masukan dicatat dengan baik oleh Bappeda Sumbar. Diawali, dengan pernyataan dalam keterbatasan anggaran, kita perlu menggali kreativitas semua kalangan agar bisa menghasilkan terobosan-terobosan yang tidak lagi bergantung pada anggaran negara yang memang terbatas.

 

“Lebih banyak uang kita habis untuk mengurusi pegawai, padahal jumlah pegawai hanya sebagian kecil dari 5 juta rakyat Sumatera Barat. Ini kondisi ril Indonesia, bukan kita saja,” kata Irwan Prayitno.

 

Ini menurutnya perlu mendapat perhatian semua kalangan agar bisa memahami kendala yang ada. Itu juga sebabnya untuk pertama kali satu grup diskusi bebas di whatsapp TOP100 diajak oleh Guber-nur dan Wakil Gubernur Sumbar ‘mengatam haluih’ draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2016-2021.

 

Maka hondoh poroh lah seratusan member TOP100yang terdiri dari berbagai tokoh dengan latar belakang beragam menguliti RPJMD tersebut Senin malam lalu di auditorium gubernur.

 

Uji publik RPJMD dalam rangka memenuhi amanat undang-undang sangat bermanfaat untuk lebih memperkaya draft RPJMD yang akan menjadi rule of game pembangunan Sumatera barat dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

 

Irwan menginginkan konsep ini tidak sekedar mengejawantahkan visi misi cagub/cawagub tetapi juga merupakan konsep yang dikontribusi oleh semua pihak dan elemen.

 

Sejumlah anggota Top100 dan tokoh ikut nimbrung memberi masukan dalam diskusi yang dipandu oleh admin Top100, Jasman Rizal itu. Antara lain, Pengacara Ibrani, guru besar Fashbir, Nasfryzal Carlo, Nusyirwan Effendi, Buya Mas’oed Abidin, aktivis Yul Akhyari Sastra, pamong senior Rusdi Lubis dan Yohanes Dahlan, akademisi  Insanul Kamil, Charles Simabura, birokrat Taufik Effendi dan para wartawan senior Sukri Umar, Nasrian Bahzen, Eko Yanche Edrie dan Khairul Jasmi.

 

Soal nagari, adat dan agama menurut Ibrani penting masuk program unggulan, sedang Prof. Fashbir melihat program unggulan itu ada di pertanian, perikanan, kelautan, kehutanan. “Pariwisata dan pendidikan masuk ke program prioritas. Sedangkan nagari tertinggal harus digenjot dalam program percepatan,” kata Fashbir.

 

Dalam padangan Prof. Nasfryzal Carlo, pendidikan untuk penyandang disabilitas belum terlihat dalam visi misi gubernur. Beri beasiswa untuk anak-anak cerdas tapi miskin untuk mendapatkan SDM berkualitas. Jika hendak mengusung ABS-SBK hendaklah perhatikan pembinaan untuk ninik mamak agar mereka bisa mewariskan nilai-nilai ABS-SBK itu dengan cara yang dapat diterima oleh anak kemenakan di alam modern ini.

 

Jika pariwisata hendak dijadikan ikon perekonomian daerah, perlu dalam RPJMD penegasan pariwisata yang terpadu, terintegrasi satu sama lain. Orang bisa melancong dalamsatu rute perjalanan tanpa harus bolak-balik ke tempat yang sudah dia lihat.

 

Kata Sukri Umar, bagaimana menjadikan nagari sebagai basis pembangunan yang nyata, maka perlu penguatan kapasitas SDM pemerintahan nagari. Tapi semua itu bisa saja tak ada artinya kalau pembangunan manusia tidak diletakkan pada bagian pertama. Menurut Buya Masoed Abidin, tak sulit membangun fisik tapi ‘membangun orang’ yang akan memanfaatkan bangunan fisik jauh lebih sulit. Kalaupun sulit, tak boleh kita menyerah untuk menaklukkannya.

 

Kekhawatiran bahwa RPJMD Provinsi tidak berkorelasi dengan RPJMD 12 Kabupaten/Kota yang juga sedang menyusun RPJMD sangat dikhawatirkan oleh Khairul Jasmi, Eko Yanche Edrie dan Yul Akhiari Sastra.

“RPJMD ini harus connect dengan PJMD Kabupaten/Kota dan tentu saja dengan RPJMN. Kalau tidak, selain tidak terujud kebersamaan di daerah, tentu provinsi akan jalan sendiri saja,” kata YulAkhyari Sastra.

 

Ditimpali oleh Rusdi Lubis, koordinasi kegiatan pembangunan penting agar daerah tidak saling meniadakan dalam membuat program unggulan mereka. Daerah A membuat waterboom, yang lain jangan bikin pula. Pembangunan Mentawai yang lebih intensif di steer oleh Prof. Nusyirwan Effendi. Ia amat mengkhawatirkan

kalau-kalau orang Mentawai makin hari makin merasa tertinggal dan ditinggalkan. Khusus tentang Mentawai ini langsung ditanggapi oleh Wagub Nasrul Abit. Bahwa dalam pekan ini ia akan ke Mentawai untuk melihat dari dekat, apa sesungguhnya yang menjadi kendala dalam pembangunan Mentawai yang tak kunjung keluar dari daftar daerah miskin nasional.

Sudah Didiskusikan

 

RPJMD adalah tuntutan Pembangunan, dimana Kepala Daerah bersama DPRD maksimal 6 (enam) bulan setelah pelantikan harus menyiapkan Perda tentang RPJMD. Sebelum dengan Top100 ini, Pemprov Sumbar sudah melakukan dengar pendapat dengan berbagai kalangan antara lain tanggal 12 dan 13 Maret 2016 dengan tokoh dan masyarakat perantau di hotel Balairung Jakarta terfokus pada Pengembangan Pariwisata.

 

Lalu 15 Maret dengan Bupati/Walikota se Sumatera Barat bertempat di Auditorium Gubernuran. Dilanjutkan sehari setelah itu dengan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran.

 

Para ekonom yang tergabung dalam Forum EkoEkonomi Sumbar (FES) juga sudah memberikan masukan dilanjutkan unsur lembaga/Instansi, BUMD, organisasi Organisasi Profesi, Ormas, Bappeda Kab/Kota, SKPD, PerguruanTinggi, BUMD, BUMN, dan Instansi Vertikal.

 

Menurut Kepala Bappeda Afriadi Laudin semua masukan yang disampaikan oleh masyarakat/semua pihak untuk penyusunan RPJMD, akan direkap oleh Tim Internal SKPD dibawah koordinasi Bappeda Provinsi Sumatera Barat dengan asistensi dari tim pakar/tim ahli sebanyak 12 orang yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi yang diketuai oleh Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA, yang bertugas menelaah dan menyempurnakan Draft Rancangan Awal yang telah disusun oleh Tim Penyusun dan Hasil telaahan Tim Ahli dibuatkan dalam bentuk Risalah/Rekomendasi yang selanjutnya dijadikan bahan penyempurnaan rancangan RPJMD Sumatera Barat.

 

Seperti apa RPJMD itu?

 

Semua ini bermula darivisi Cagub IP-NA untuk terwujudnya Sumatera Barat yang madani dan sejahtera. Masyarakat madani  adalah masyarakat yang berperadaban tinggi dan maju, berbasis pada nilai-nilai, norma hukum, moral serta ditopang oleh keimanan, masyarakat yang menghormati pluralitas, bersikap terbuka, demokratis, mandiri, peduli terhadap sesama, punya sifat gotong royong dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang terpenuhi kebutuhan hidupnya seperti kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, perumahan, air bersih, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, rasa aman, dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik, mempunyai akses terhadap informasi, dan hiburan, serta memiliki hubungan antar masyarakat yang dinamis saling menghargai, saling pengertian, dan tersedianya sarana-prasarana publik terkait infrastruktur, serta kehidupan yang nyaman dengan kualitas lingkungan yang baik dan lestari dengan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.

 

Untuk mencapai visi ditetapkan 5(lima) misi antara lain: meningkatkan tata kehidupan yang harmonis, agamais, beradat, dan berbudaya berdasarkan falsafah adat basandisyarak, syarak basandi kitabullah. Meningkatkan tata pemerintahan yang baik, bersih dan profesional. Meningkatkan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, beriman berkarakter dan berkualitas tinggi. Serta meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan yang tangguh, produktif dan berdaya saing regional, global, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya pembangunan daerah. Dan yang terakhir adalah meningkatkan infrastruktur dan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

 

Lima misi dalam RPJMD itu disusun dengan sejumlah program dan 9 gerakan terpadu sepanjang lima tahun. Dalam diskusi dengan member Top100 ada sejumlah masukan penting, antara lain usulan agar nagari dijadikan wilayah pembangunan terprioritas  dalam RPJMD itu.

Singgalang, 30 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>