«

»

Gubernur Tinjau Jalan Rusak Akibat Banjir

4 April 2016

BPBD AKAN UPAYAKAN ANGGARAN REHAB REKON

Padang, Singgalang

Dampak banjir yang melanda Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Kec.Lubuk Alung, Padang Pariaman menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengupayakan anggaran rehabrekon pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Banjir bandang tersebut seiring dengan terjadinya bencana banjir yang merendam Kota Padang pada 22 Maret lalu. Akibatnya terbannya bahu jalan dan hilangnya badan jalan sepanjang 150 meter. Selain itu, banjir juga merusak sejumlah areal pertanian masyarakat.

 

Kondisi itu terlihat, setelah Gubernur Irwan Prayitno datang langsung ke lokasi banjir menggunakan kendaraan trayel, Minggu (3/4). Karena jalan tersebut tidak bisa lagi dilewati dengan roda empat.

 

“Banjir telah menyebabkan kerugian cukup besar, membuat badan jalan terban dan sejumlah  fasilitas lainnya rusak. Ini harus menjadi perhatian kita, agar akses masyarakat tidak terganggu,” sebut Gubernur Irwan Prayitno.

 

Peninjauan tersebut juga didampingi sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Diantaranya, Kepala BPBD Sumbar Zulfiatno, Kepala Biro Humas Prov Sumbar Irwan, Kepala Biro Umum Prov Sumbar Asben Hendri, dan masyarakat di wilayah LubukAlung yang memiliki hobi trabas.

 

Gubernur Irwan Prayitno sempat melewati sejumlah jalur yang menantang ketika menuju areal bekar kerusakan banjir. Diantaranya menuruni bukit dan melitasi satu sungai.

 

“Karena tidak bisa dilewati mobil lagi, kita gunakan kendaraan roda dua,”ujarnya Irwan.

 

Mendapati kerusakan jalan tersebut, Irwan meminta BPBD Sumbar untuk mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana dan rehab rekon terhadap kerusakan akibat banjir. Dengan itu, jalan dan fasilitas yang rusak akibat banjir dapat diperbaiki, serta dapat mengatasi banjir berikutnya. “Total kerugian diperkirakan sekitar Rp58 miliar. Ini sudah akan kita buat usulan baik BNPB,” ujarnya.

 

Menanggapi itu, Kepala BPBD Sumbar, Zulfiatno akan menunggu proposal usulan anggaran dari Pemkab Padang Pariaman. Kemudian proposal itu akan diajukan pada BNPB. Diharapkan nantinya, dapat diperjuangkan pada 2017.

 

“Sekarang kita tunggu dulu proposalnya dari Padang Pariaman, nanti kita gabung dengan Kota Padang, Kota Pariaman. Karena banjir yang melanda waktu itu bersamaan sehingga kita mengajukan dana yang sama,” sebutnya.

 

Sebelumnya, banjir melanda Sumbar, paling tidak menyebabkan kerugian sekitar Rp58 miliar. Banjir merendam 87 ribu rumah di Kota Padang, Padang Pariaman dan Pariaman. Banjir menyebabkan satu unit jembatan putus dan terbannya badan jalan. (104)

Singgalang, 4 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>