«

»

Sumbar Luncurkan Klaster Tri Arga Model

19 Mai 2016

Wujudkan Daerah Produsen Daging

PADANG – Guna meningkatkan kesejahteraan petani dan daerah produsen daging, Pemprov Sumbar luncurkan sistem pemberdayaan Klaster Tri Arga Model, di Kota Payakumbuh. Mendukung itu, Pemprov juga mendirikan rumah kemasan, di Limapuluh Kota, Selasa (17/5).

“Saya lebih suka dengan pemberdayaan, karena ini sesuai dengan kondisi masyarakat Sumbar. Jika kita bangun pabrik, tidak akan mampu mengurangi kemiskinan,” sebut Gubernur Irwan Prayitno Saat Meluncurkan Klaster Tri Arga Model di Lapangan Sari Bulan, Sawah  Padang, Kota Payakumbuh.

Dikatakannya, sistem Klaster Tri Arga Model merupakan pemberdayaan petani sapi melalui formula tiga unsur. Yakni, melibatkan investor, peternak dan asuransi. Dengan formula itu, diharapkan kedepan investor dan bank tidak lagi enggan untuk terlibat dalam pebibitan sapi potong.

Sekarang pemprov telah mengembangan sapi potong bekerjasama dengan Koperasi Sehati Mandiri di Kota Payakumbuh. Anggota koperasi ini menerima investor yang ingin terlibat dalam penggemukan sapi. Keuntungannya juga menggunakan sistem bagi hasil (syariah), yakni 30 : 70 persen.

“Selama ini halangan orang berinvestasi di penggemukan sapi karena takut rugi, sapinya mati. Sekarang sudah ada asuransi, halangan itu sudah tidak ada lagi. Selain itu, Bank juga sudah mau memberikan pinjaman dengan bunga maksimal hanya 7 persen,” ujarnya.

Diharapkan kedepan sapi di Sumbar dapat berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena masih ada potensi untuk populasi sapi hingga 2 juta di Sumbar. “Ini akan saya jadikan percontohan, jika sukses, akan kita kembangkan di daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan, klaster penggemukan sapi potong disebut Tri Arga Model merupakan filosofi dari tiga gunung di Sumbar. Tiga Gunung tersebut merupakan daerah-daerah yang sangat berpotensiuntuk penggemukan sapi.

“Kita mengembangkan pada daerah tiga gunung, yakni Gunung Sago, Marapi dan Singgalang. Daerah pengembangan itu Agam, Bukittinggi, Limapuluh Kota, Kota Padang Panjang, Payakumbuh, dan Tanah Datar,” ujarnya.

Walikota Payakumbuh, Reza Fahlevi dalam kesempatan itu menyatakan siap menjadi daerah pengembangan sapi dan ayam. Kedepan Kota Payakumbuh akan meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan masyarakat melalui penggemukan sapi dan ayam.

Pada klaster yang diresmikan tersebut sudah terdapat sebanyak 150 petani, masing-masingnya memiliki 10 ekor sapi. Dengan itu, sudah ada sebanyak 1.500 ekor sapi di kandang.

Mendukung program tersebut, Pemprov Sumbar juga membangun rumah kemasan di Danguang-Danguang, Limapuluh Kota. Rumah Kemasan dan Promosi tersebut akan dijadikan model percontoh bagi daerah-daerah. Menumbuhkan kreatifitas masyarakat UKM terutama dalam menciptakan kemasan dan promosi yang baik dalam meningkatkan nilai tambah masyarakat.

“Kita menyadari produktivitas masyarakat ini tidak akan dapat berkembang dengan baik jika tidak difasilitasi terutama dalam pengembangan kemasan produksi masyarakat untuk mendapat hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengaku akan menjadikan Rumah Kemasan dan Promosi tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terutama pelaku UMKM. “Ini akan meningkatkan nilai produk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga meresmikan pemakaian gedung Koperasi Wanita yang beranggotakan 710 orang di Koto Kaciak, Kecamatan Guguk Limapuluh Kota.(*)

Singgalang, 19 Mei 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>