«

»

Korupsi Harus Dilawan dengan Hati

25 Agustus 2016

KPK GELAR KORSUPGAH DI SUMBAR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar koordinasi supervisi dan pencegahan (korsupgah) korupsi di Sumbar di Auditorium Gubernuran, Rabu (24/8). Tiga sektor yang menjadi fokus KPK, perencanaan dan pengelolaan APBD, pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan perizinan.

“Dari pengamatan KPK, tiga bidang itu yang rentan terjadi tindak pidana korupsi. Diharapkan perbaikan penggelolaan tiga sektor dimaksud dapat menutup peluang korupsi di lingkungan pemerintah daerah,” ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata ketika memberikan sambutan.

Menurut Alex, untuk memperbaiki tata kelola APBD, pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan perizinan, salah satunya dengan menerapkan sistem berbasis elektronik.

Untuk itu dalam kegiatan korsupgah di Sumbar, KPK menghadirkan beberapa perwakilan pemerintah daerah yang telah berhasil membangun tata kelola pemerintahan berbasis elektronik untuk berbagi pengalaman. Misalnya dari Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hadirnya mereka diharapkan bisa memberikan inspirasi sekaligus pembelajaran,” harapnya.

Hadir dalam kegiatan korsupgah, Gubernur Irwan Prayitno, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, seluruh Bupati/Wali kota, dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Wakil Gubernur Nasrul Abit, Direktur Investigasi BUMN/BUMD BPKP Alexander Rubi Satyoadi, Kasi Wilayah Satu Dirjen Bina Adm Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Astuti Saleh, Forkopimda.

Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutan mengatakan korupsi mesti dilawan dan dihabiskan karena korupsi merupakan kegiatan yang ditantang secara universal, dan merugikan negara.

“Terima kasih atas KPK karena bukan saja bergerak dalam pemberantasan tapi juga melalui pencegahan seperti kegiatan hari ini,” ucap Irwan.

Gubernur mengatakan, yang perlu diarahkan oleh KPK adalah sistem pemerintah bekerja atau aturan dalam bekerja sehingga tidak dianggap salah dan tidak mengandung praktik korupsi.

Irwan berharap, mudah-mudahan pemprov dapat mengelola pemerintahan dengan sistem yang benar. Sehingga dapat menciptakan tata pemerintah yang baik dan bersih. Selain itu, Irwan berpesan kepada Bup/Walikota untuk menggunakan PATEN di setiap kecamatan karena itu merupakan bentuk pelayanan yang memudahkan.

Menurutnya, tantangan pemerintah daerah yang dihadap saat ini mengenai aturan yang masih berbenturan, aturan yang tidak singkron, dan aturan yang telah dihapusakn tetapi belum ada legalitasnya.

“Hal ini membuat kebingungan pemerintah daerah dalam bekerja,” ucapnya.

Kasi Wilayah Satu Dirjen Bina Adm Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Astuti Saleh mengatakan pemerintah daerah mensti memperhatikan perencanaan dan pengelolaan APBD menggunakan elektronik /e-planing, pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mandiri /ULP Mandiri, pemberian pelayanan/perizinan yang transparan dan akuntabel.

Direktur Investigasi BUMN/BUMD BPKP Alexander Rubi Satyoadi mengatakan, terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara dipengaruhi oleh lemahnya menejemen intern dan rendahnya kualitas SDM.

Oleh sebab itu, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mesti menguatkan sistim pengendalian interen, dengan meningkatkan integritas masing-masing individu sehingga akhirnya dapat meningkatkan integritas nasional.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memaparkan bagaimana transformasi honor menjadi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berbasis Kinerja di Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya transformasi honor menjadi TPP banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya kinerja pegawai di Pemrov Jabar menjadi lebih baik, dan hal ini sesuai dengan UU Nomor 5/2014 tentang ASN.

“Dengan sistim tunjangan berbasis kinerja ini, pada hakikatnya semakin baik kinerja pegawai maka juga akan mempengaruhi penghasilan pegawai, sehingga motivasi pegawai untuk bekerja menjadi lebih baik,” ucap Aher.

(104)

Singgalang, 25 Agustus 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>