Padang, Singgalang
Banyak pembenahan dan  rerobosan yang masih harus dilakukan Pemprov Sumbar untuk ikut berkontribusi mewujudkan target nasional kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Terutama dalam mencapai kunjungan 15 juta wisman di tahun 2017 dan 20juta di tahun 2019.
Gubernur Irwan Prayitno mengakui, guna mendongkrak kunjungan wisman harus ada penambahan penerbangan langsung dari luar negeri ke Sumbar. Saat ini, hanya ada satu penerbangan langsung yakni dari Kuala Lumpur ke Sumatera Barat menggunakan Air Asia, ke depan diupayakan penambahan penerbangan.
“Dari hasil rapat bersama Kementerian Pariwisata (Ke menpar), Padang memang harus menambah penerbangan. Dari Kuala Lumpur ke Sumbar wacananya maskapai Malindo akan digandeng untuk membuka penerbangan baru. Sedangkan dari Singapura ke Padang, diupayakan dibuka kembali melalui layanan Air Asia,†ungkapnya, Selasa (21/2).
Dijelaskannya, pembenahan untuk memoles dan membenahi destinasi wisata unggulan terus dilakukan. Selanjutnya, lokasi wisata yang telah dipercantik dikemas dalam satu paket untuk disuguhkan pada wisatawan melalui biro perjalanan wisata. Sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung. “Ada paket wisata yang terkoneksi, supaya wisatawan tidak sekadar berkunjung ke satu kabupaten/kota saja,†tuturnya.
Selain itu, tambah Irwan,agar aliran wisatawan asing masuk semakin deras, intensif juga harus diberikan pada wisatawan asing. Semisal harga tiket pesawat, tarif hotel diupayakan terjangkau.
“Kerja ini tidak selesai hanya di pemerintah. Perlu kerjasama dengan seluruh pihak, maskapai, PT.Angkasa Pura, pengusaha hotel dan restoran serta organisasi biro perjalanan wisata. Dalam waktu dekat, kita akan undang semuanya untuk membahas ini,†jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulvian menjelaskan, dari target nasional kunjungan wisata asing ke Indonesia sebanyak 15 juta orang dalam tahun 2017, Sumbar belum mendapat target dari pemerintah pusat.
Menurutnya, memang perlu penambahan penerbangan lansung dari luar negeri ke Padang. Langkah itu bisa mempermudah dan menjadi jalur penghubung masuknya wisman.
“Banyak wisatawan India dan Cina yang ke Malaysia atau Singapura. Kalau kita ada penerbangan langsung menuju Malaysia dan Singapura, besar peluang wisatawan India dan Cina itu berkunjung ke Sumbar,†paparnya.
Berbicara terkait target kunjungan wisatawan asing ke Sumbar, Oni menjelaskan, sebelum menetapkan target tahun ini, akan dilakukan perbaikan strategi dan cara penghitungan kunjungan wisatawan. Metode yang dipakai selama ini kurang efektif.
Singgalang, 23 Februari 2017
