«

»

Rakorda BKKBN Sumbar Fokus Garap Galcitas

23 Februari 2017

Padang, Singgalang

BKKBN Sumatra Barat akan lebih serius lagi menggarap daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, (galcitas) dan kepulauan di 2017. Meski medannya sulit, BKKBN menurut Gubernur Irwan Prayitno, harus tetap semangat dengan merangkul elemen di daerah tersebut.

Elemen yang bisa dirangkul antaranya TNI yang anggotanya sampai ke pelosok-pelosok. Begitu juga bidan desa, dengan kader yang menyentuh daerah-daerah galcitas dan kepulauan.

“Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sering gagal di beberapa daerah. Karena itu mari garap daerah galcitas, dengan usaha yang lebih serius lagi,” katanya kepada para wartawan, seusai membuka acara rapat koordinasi daerah (rakorda) program KKBPK, di Hotel Grand Inna Muara Padang, Selasa (21/2).

Ia mengapresiasi daerah seperti Sijunjung dan Pasaman Barat yang menjadi kabupaten terbaik dalam pencapaian Metoda Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Oleh karena itu, daerah lainnya jangan sampai kalah, tetap semangat untuk menyukseskan program KB di Sumbar.

“Daerah nelayan seperti Kepulauan Mentawai juga harus dapat perhatian, meski untuk mencapainya harus bolak balik antara Padang dan Mentawai,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan pada juara bakti sosial TNI KB kes 2016. Juara 1 diraih Kodim 0312 Padang, Juara 2 Kodim Padang Pariaman, dan juara 3 Kodim 0311 Pesisir Selatan.

Sementara Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Dokter Dwi Listyowardani mengatakan, harus ada pendekatan yang menyeluruh, untuk meningkatkan peserta KB baru. Daerah yang masih belum mencapai target dibuatkan petanya, dengan tanda merah.

“Tujuan BKKBN untuk pencapaian target puncak bonus demografi di 2030- 2035. Sumbar sendiri bisa terancam bonus demografinya seperti NTT yang tidak akan pernah mengalami bonus demografi. Soalnya pemuda usia 15 tahun di sana, sudah pergi merantau,” ujarnya.

Di Sumbar menurutnya pemudanya juga hobi merantau. Tak hanya ke seluruh Indonesia, tapi juga ke luar negeri. “Akhirnya bonus demografi Sumbar dinikmati provinsi lain dan negara lain, seperti Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan lainnya,” ujarnya.

Terkait program KB untuk imigran, tetap akan diberi perhatian. BKKBN tidak mau, keberhasilan menekan pertambahan penduduk, malah  dikacaukan dengan serbuan imigran yang beranak pinak di Indonesia.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar H.Syahruddin mengatakan, pihaknya akan serius menggarap daerah galcitas dan kepulauan. Apalagi dengan dukungan TNI dan Dinas Kesehatan, tentu akan makin banyak daerah yang bisa dicapai. “Alhamdulillah alat-alat KB sudah datang. Semua akseptor yang tidak terlayani di 2016, bisa dilayani di 2017,” ujarnya.

 

Singgalang, 23 Februari 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>