«

»

Gerakan Sumbar Membaca

3 Maret 2017

Pada 24 Februari 2017 lalu saya menghadiri acara Minang Book Fair yang bertempat di Masjid Raya Sumbar. Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI M. Syarif Bando, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Rozanti Rosalina, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mantan Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal dan Musliar Kasim, Bupati/Wali Kota di Sumbar, Rektor PTN dan PTS di Sumbar, kepala OPD Prov. Sumbar, perantau, Ketua Umum Yagemi (Yayasan Gemar Membaca Indonesia) Firdaus Umar serta para stakeholders terkait.

Pada acara ini saya selaku Gubernur Sumbar mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI dan Ikapi yaitu Piagam Literasi, diberikan kepada saya atas sumbangsih terhadap pengembangan literasi di Sumbar. Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Semoga bisa semakin memotivasi saya ke depannya untuk mengajak masyarakat di Sumbar giat dan gemar membaca sehingga mempercepat kemajuan daerah.

Acara Minang Book Fair ini merupakan kegiatan positif yang bisa menarik minat masyarakat untuk giat membaca. Saya melihat antusiasme pengunjung yang datang ke acara tersebut. Acara ini juga memberikan peluang para penerbit buku untuk memperluas penjualan produk mereka. Semoga acara Minang Book Fair ini bisa dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu wadah para pecinta buku, masyarakat dan juga penerbit, toko buku, distributor, penulis dan stakeholders untuk bertemu sehingga terjadi aktivitas yang saling menguntungkan.

Acara Minang Book Fair juga didukung oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumbar yang merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang bisa menggalakkan orang mencintai buku dan semakin gemar membaca. Saya berharap acara ini sukses terselenggara sehingga bisa memotivasi segenap masyarakat dan juga pemerintah untuk terus menggalakkan cinta buku dan gemar membaca. Dengan berbagai acara yang digelar seperti bedah buku dan talk show serta tabligh akbar membuat acara ini semakin menarik untuk dikunjungi.

Pada acara Minang Book Fair ini juga dicanangkan deklarasi Gerakan Sumbar Membaca di mana Gubernur mengajak Bupati dan Wali Kota juga Wali Nagari, Lurah dan Kepala Desa untuk menggerakkan masyarakat untuk gemar membaca dengan membelikan buku dari anggaran yang tersedia. Misalnya dari alokasi dana desa, dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota, Kabupaten, Provinsi maupun dari perusahaan berupa CSR (Corporate Social Responsibility) serta APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun bantuan dari perantau.

Mekanismenya, di setiap nagari, lurah atau desa akan disediakan buku di tempat yang bisa diakses oleh publik seperti perpustakaan masjid,  kantor wali nagari, atau tempat lainnya yang bisa diakses oleh publik. Targetnya, setiap orang yang ada di masing-masingnya keluarga yang sudah cukup umur bisa membaca dua buah buku dalam satu bulan, sehingga dalam satu tahun bisa membaca 24 buah buku.

Gerakan Sumbar Membaca membutuhkan dukungan dari seluruh pihak dan lapisan masyarakat. Karena jika hanya mengandalkan Pemprov Sumbar saja, memiliki keterbatasan jangkauan dan kemampuan. Tapi jika gerakan ini didukung oleh pemda di kabupaten/kota, stakeholders pendidikan, segenap lapisan masyarakat, pihak swasta, perantau, maka insya Allah gerakan ini akan membuahkan hasil.

Insya Allah, jika gerakan membaca ini bisa berjalan dengan baik, maka akan mempercepat kemajuan yang bakal diraih. Kemajuan yang dimaksud adalah hasil dari intensitas masyarakat membaca buku. Data dan fakta menunjukkan bahwa sebuah wilayah yang penduduknya gemar membaca dan banyak membaca buku maka wilayah tersebut mengalami kemajuan pesat.

Maka, selain kepada masyarakat melalui keluarga, Pemprov Sumbar juga akan berupaya memasukkan gerakan membaca ini kepada pelajar SMA dengan menugaskan Dinas Pendidikan Provinsi. Para pelajar akan ditugaskan membaca buku sebanyak dua buah dalam sebulan dan membuat intisari, ringkasan, atau sinopsis. Dan ini akan menjadi syarat untuk keluarnya nilai di rapor.

Memang ada kesan ini “dipaksa”. Namun ini sesungguhnya sebuah motivasi atau pembelajaran agar mereka semakin giat dan banyak membaca. Di samping itu, perpustakaan daerah dan sekolah pun akan diusahakan untuk diperbanyak jumlah bukunya guna mendukung gerakan membaca ini.

Jika kita membaca lagi sejarah, kita tentu tidak lupa dengan para tokoh dan pahlawan yang berasal dari ranah Minang, yang semuanya bisa dikatakan memiliki budaya membaca yang sangat baik sehingga mampu menjadi ulama terkenal, politisi handal, diplomat, intelektual, pujangga kenamaan, wartawan yang disegani, penulis terkenal dan profesi lain yang dimulai dengan budaya membaca yang baik. Maha Benar Allah yang menjadikan wahyu pertama berupa perintah untuk membaca yang terdapat dalam surat Al Alaq ayat 1.

Semoga Gerakan Sumbar Membaca yang ditujukan khususnya kepada masyarakat dan pelajar ini didukung oleh semua pihak sehingga bisa mempercepat kemajuan masyarakat di Sumbar. Dan dampak positifnya pun insya Allah akan kembali kepada masyarakat. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres 3 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>