«

»

Tak Lulus, Jabatan Lepas

3 Maret 2017

GUBERNUR BUKA DIKLAT PIM III ANGKATAN TIGA

Padang, Singgalang

 

Pejabat struktural eselon III harus memiliki kompetensi taktikal, yaitu kemampuan memainkan peranan yang sangat menentukan dalam menjabarkan visi dan misi instansi ke dalam program instansi dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional di bawahnya termasuk stakeholder lainnya.

Maka penyelenggaraan diklat kepemimpinan tingkat III yang tujuannya sebatas membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan menjadi pemimpin yang taktikal saja tidaklah cukup namun dibutuhkan seorang pemimpin yang inovatif.

Gubernur Prof. Irwan Prayitno saat membuka Diklat PIM III angkatan III pejabat administrator Pemprov Sumbar, Selasa (28/2) mengatakan, penyelenggaraan diklat kepemimpinan memungkinkan peserta menerapkan kompetensi yang dimiliki.

Dengan demikian, melalui pembaharuan diklatpim III ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan diklat yang tidak hanya memiliki kompetensi tetapi juga menunjukan kinerjanya dalam merancang suatu perubahan di unit kerjanya.

Oleh sebab itu, gubernur bertegas-tegas para pejabat yang tengah memegang jabatan eselon III mengikuti Diklat PIM III angkatan III tersebut harus lulus. Bila tak lulus, maka jabatan itu yang akan menjadi taruhannya. Artinya, bila tak lulus Diklat PIM III maka jabatan eselon III mereka lepas.

Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Sumbar, H. Rosman Effendi mengatakan peserta diklat yang mengikuti diklat ini berjumlah 30 orang dengan lama diklat 28 Februari hingga 17 Juni 2017.

Kompetensi yang akan diberikan, mampu melakukan inovasi sesuai bidang tugasnya guna mewujudkan program instansi yang lebih efektif dan efisien. Mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya internal dan eksternal organisasi dalam implementasi program unit instansinya.

Lalu, mampu menjabarkan visi dan misi instansinya ke dalam programprogram instansi serta melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola Program-program instansi ke arah efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program.

Sebelumnya, Sekda Provinsi Ali Asmar juga membuka Diklat Teknis Teknologi Informatika Komputer (TIK), Senin (20/2) lalu. Sekda  memaparkan perlunya reformasi birokrasi dalam mendukung pelayanan publik. Seorang ASN harus memiliki kompetensi manajerial, teknis dan sosial kultural.

Guna mewujudkan itu diperlukan kompetensi pendidikan formal, diklat, non diklat. Peserta diklat teknis TIK tersebut 30 orang, berlangsung 20-28 Februari dari pejabat pemerintah provinsi.

Ali Asmar menambahkan, sasaran yang ingin dicapai dalam diklat teknis TIK ini terjadinya perubahan signifikan pada Pelayanan publik akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berpengaruh terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

 

Singgalang, 3 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>