«

»

Sumbar Menuju Swasembada Daging

6 Maret 2017

UPTD PEMBIBITAN SAPI DIRESMIKAN

Padang – Singgalang

 Dengan meningkatkan produksi sapi, Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan swasembada daging. Pemerintah menargetkan 111 ribu akseptor dan 75 ribu kebuntingan sampai 2018.

“Pusat Peternakan ini dalam rangka ketahanan swasembada daging secara jangka panjang di Sumbar, sehingga lebih mampu mengatasi  tekanan inflasi dan kelangkaan daging,” sebut Gubernur Irwan Prayitno saat meresmikan UPTD Pembibitan Sapi dan Pakan Ternak Sungai Runding, Pasaman Barat, Sabtu (4/3).

Diharapkannya, pembibitan sapi Air Runding menjadi terbesar kedua setelah Padang Mengatas ini. Sehingga dapat melengkapi kebutuhan sapi nasional dan pemerataan ekonomi masyarakat. Muaranya untuk kesejahteraan masyarakat petani juga.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ketut Diarmeta, memberikan Pemprov Sumbar yang ikut mendukung program nasional untuk mewujudkan swasembada daging. Dikatakannya, perkembangan populasi sapi di tanah air terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk. Indonesia masih kekurangan daging, sehingga harus diimpor dari luar negeri.

Agar mengurangi impor daging, pihaknya mendukung Gubernur dan Bupati meningkatkan populasi sapi sehingga tidak kekurangan daging lagi.  Pemerintah juga telah melaksanakan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) dengan target tiga juta ekor sapi bunting pertahun.

Di Sumbar pada 2018 ditargetkan jumlah akseptor sebanyak 111.293 ekor dengan jumlah kebuntingan 75.659 ekor dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 61.300 ekor. Sedangkan untuk Pasbar target akseptor 4.615 ekor dengan jumlah kebuntingan dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 3.091 ekor.

Ditjen PKH saat ini mengelola 10 (sepuluh) UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perbibitan, yaitu 3 UPT penghasil benih dan 7 UPT penghasil bibit yang hasilnya untuk disebarkan kepeternak dalam rangka meningkatkan kualitas produksi daging sapi potong.

Selain UPT milik Pusat, juga dikembangkan UPT Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memicu perkembangan populasi sapi di Indonesia sehingga dapat meningkat terus dari tahun ke tahun.

“Kami sangat mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Sumbar dalam menbangun Farm Peternakan sapi ini, terutama untuk meningkatkan populasi sapi potong. Sehingga Indonesia tidak tergantung lagi dari negara lain. Pembangunan Farm Peternakan ini dapat menjadi pilot project bagi provinsi-provinsi lain dalam mengembangkan populasi sapi potong,” harapnya.

Hadirnya UPTD tersebut juga didukung Pemkab Pasaman Barat. Bupati Pasaman Barat, Syahiran berharap UPTD tersebut mendukung peternakan Pasbar.

“Potensi dan lahan kita ada, selain itu didukung dengan pakan yang banyak. Pasaman Barat siap mendukung swasembada pangan,” kata Syahiran.

Dikatakannya, saat ini lahan pembibitan sapi di Air Runding ada sekitar 2.000 hektare yang merupakan kerjasama Pemprov Sumbar, Pemkab Pasbar dan masyarakat.

Kawasan itu adalah pembibitan sapi kedua terbesar setelah lokasi Padang Mengatas Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Di lokasi Air Runding ini sudah ada sekitar 500 ekor sapi bali dan diharapkan akan mencapai 3.000 populasi dalam beberapa tahun ke depan.

“Masih ada lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat sekitar 1.500 hektare lagi. Kalau ini diintergasikan dengan sapi, maka masyarakat akan untung, sawit pun jadi bersih,” kata dia.

Ia mengajak agar walinagari (kepala desa) dan para camat ikut mendorong masyarakat mengembangkan dan melaksanakan program integrasi sapi dengan sawit di 11 kecamatan yang ada. Sehingga, dengan begitu petani bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Sehingga, petani tidak akan kewalahan dengan stok makanan ternak. Saat ini petani Pasaman Barat juga dapat bantuan bibit jagung dari Kementrian Pertanian untuk 10.000 hektare. Sementara luas perkebunan yang tersebar di Pasaman Barat mencapai 60.000 hektare

Singgalang, 6 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>