«

»

Sumbar Gandeng Jerman Kembangkan EBT

11 Oktober 2017
SAPTO ANDIKA CANDRA
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terus menjajaki kerja sama dengan investor potensial di luar negeri. Setelah sebelumnya mendekati perusahaan Kanada, kini giliran Jerman yang digandeng untuk berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya panas bumi.
Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengungkapkan, Pemprov Sumbar sempat melakukan penjajakan kerja sama dengan MAN Diesel & Turbo, produsen mesin pembangkit listrik yang berkedudukan di Oberhausen, Jerman. Pekan lalu, Irwan dan tim dari Pemprov Sumbar melakukan kunjungan kerja ke Jerman untuk membicarakan sejumlah potensi investasi.
“Saat ini, kebijakan kelistrikan nasional memungkinkan swasta ikut investasi di sektor ini.
Ada potensi geo ter mal, mikrohidro, dan biogas yang bisa di kerjasamakan,” kata Irwan, Selasa (10/10).
Meski begitu, belum disebutkan nilai kesepakatan kerja sama yang dilakukan antara Pemprov Sumbar dan MAN Diesel & Turbo. Irwan menyebutkan, pihaknya memercayakan kerja sama dengan MAN Diesel & Turbo lantaran perusahaan ini sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PLN, Pindad, dan Pupuk Sriwijaya.
Selain pertemuan dengan manajemen perusahaan, rombongan Pemprov Sumbar juga diajak berkeliling melihat operasional pabrik pembuatan aneka turbin dan mesin pembangkit listrik.
Pabrik MAN Diesel & Turbo di Ober hausen adalah yang tertua saat ini. Pabrik tersebut sudah 250 tahun berproduksi.
Usai mengunjungi pabrik turbin MAN Diesel & Turbo, rombongan yang didampingi perwakilan KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt juga mengunjungi pabrik mobil pemadam kebakaran di Duisburg, Jerman. “Selama di Jerman, sudah di agen dakan beberapa pertemuan dalam rangka penanaman modal dan investasi. Antara lain, di Dusseldorf, Ober hausen, Duisburg, dan Muenchen,”ujar Irwan.
Senior Wakil Presiden Pemasaran & Kontrak Power Generation Turbo machinery, salah satu divisi dari perusahaan MAN Diesel & Turbo, Armin Haller menyambut baik undangan Sumbar untuk berinvestasi di EBT. Dia mengatakan, perusahaannya memang fokus memproduksi turbin dan mesin pembangkit listrik.
Sumbar memang sedang mengebut pengembangan EBT. Untuk panas bumi, misalnya, pemerintah menunjuk PT Supreme Energy untuk menyelesaikan pembangunan PLTP dengan kapasitas 80 MW di Solok Selatan. Ditargetkan, PLTP tersebut bisa mulai produksi pada 2019 mendatang.
Sumbar saat ini sedang mengejar pertumbuhan realisasi penanaman modal, baik dari investor asing atau domestik. Bank Indonesia sebelumnya sempat merilis bahwa pertumbuhan investasi di Sumatra Barat mengalami perlambatan pada kuartal kedua 2017, seiring dengan minimnya dukungan investasi oleh swasta dan terbatasnya belanja modal pemerintah daerah.
Kepala Perwakilan BI Sumatra Barat Endy Dwi Tjahjono mengungkapkan, per lambatan pertumbuhan investasi terjadi lantaran belum optimalnya pengem bangan industrialisasi hilir serta posisi geografis Sumbar yang dianggap kurang strategis.
Catatan BI, perlambatan kinerja investasi Sumbar tergambar dari me nurunnya perkembangan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari 3,5 juta dolar AS dan Rp 570,7 miliar pada kuartal I 2017 menjadi 400 ribu dolar AS dan Rp 237,7 miliar pada kuartal II 2017. “Masalah lainnya adalah proses pem bebasan lahan yang lama dan belum adanya pemetaan lokasi investasi,” ujar Endy. (ed: satria kartika yudha)
Republika, 11 Oktober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>