«

»

Hadapi Ramadhan dan Lebaran: Ketersediaan Pangan Aman, Harga Stabil

24 Mai 2017

PADANG-Ketersediaan pangan di daerah ini tidak perlu dikhawatirkan. Meski jelang Ramadhan dan Lebaran permintaan cenderung meningkat, tapi soal ketersediaan tetap ada. Bahkan mayoritas komoditi pangan tersebut mengalami surplus produksi.

“Dengan kata lain, ketimbangkebutuhan, ketersediaan bahan pangan di Sumbar masih lebih banyak. Perkembangan tiap bulan sejak Januari hingga kini, ketersediaan pangan lebih banyak dari kebutuhan,” kata Gubernur Irwan Prayitno kepada Singgalang baru-baru ini di Padang.

Kendati begitu, tidak ditampik pada momen tersebut, terjadi kenaikan harga yang persentase kenaikannya kecil. Kondisi ini sepertinya sudah menjadi trend tiap tahun saat memasuki Ramadan dan Lebaran, termasuk hari besar keagamaan lainnya.

Oleh karena itu pula, Pemprov bersama kabupaten/kota dan instansi terkait jelang Ramadhan, melakukan rapat koordinasi untuk menyikapinya agar harga tetap relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan yang mengakibat- kan masyarakat khawatir.

Ketersediaan pangan yang mencukupi untuk menghadapi ramadhan, lebaran maupun hari besar keagamaan dan nasional lainnya, juga terungkap saat pertemuan koordinasi dan apresiasi ketersediaan pangan dalam rangka Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), 22-23 Mei 2017 di Padang.

Sambutan Kepala Dinas Pangan Sumbar

SAMBUTAN – Kepala Dinas Pangan Sumbar H. Efendi memberikan sambutan sekaligus materi dalam pertemuan koordinasi ketersediaan pangan.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Ir. H. Efendi, MP menyebut, untuk komoditi beras, kacang tanah, bawang merah, cabe, daging sapi, telur ayam rasa, gula pasir dan minyak goreng, secara umum, ketersediaan lebih banyak dari kebutuhan, termasuk saat kebutuhan meningkat pada Ramadhan dan Lebaran. Hanya daging ayam ras yang kebutuhannya tidak sebanding denganketersediaan.

Berdasarkan hasil olahan data sasaran 2017 dari dinas/instansi terkait, didapatkan prognosa ketersediaan pangan dalam menghadapi HBKN 2017. Misalnya beras, pada Januari ketersediaan 124.901 ton, konsumsi 45.730 ton dan surplus 79.171 ton. Pada Februari surplus 104.553 ton. Saat hadapi Ramadhan dan Lebaran, surplus beras mencapai 81.504 ton (Mei) dan 85.915 ton (Juni).

Begitu pula kacang tanah, saat hadapi Ramadhan dan Lebaran, ketersediaan memadai, surplus 949 ton (Mei) dan 807 ton (Juni). Untuk bawang merah, surplus 6.073 ton (Mei) dan 5.385 ton (Juni), cabe surplus 2.830 ton (Mei) dan 2.184 ton (Juni), daging sapi surplus 2.435 ton (Mei) dan 2.658 ton (Juni),  telur ayam ras, surplus 3.092 ton (Mei) dan 3.463 ton (Juni).

Sedangkan gula saat menghadapi Ramadhan dan Lebaran juga surplus 646 ton (Mei) dan 680 ton (Juni). Demikian pula, minyak goreng, surplus 1.270 ton (Mei) dan 732 ton (Juni). Meski demikian, permintaan cukup drastis melonjak saat hadapi Ramadhan dan Lebaran, diperkirakan terjadi pada bawang merah dan gula.

Meski, tetap berada di bawah angka ketersediaan, namun secara umum, kabupaten/kota sepakat untuk melakukan langkah antisipasi, melalui operasi pasar gula maupun subsidi pangan di saat permintaan melonjak tersebut.

Tak heran pula, Sri Purwanti, Kabid Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam rakor tersebut menyebutkan, selama Ramadhan hingga Lebaran, komoditi yang mesti diwaspadai agar tidak berdampak kepada inflasi adalah beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras. Termasuk faktor distribusinya.

Dia menyebutkan, program 4K harus ditempuh untuk mengendalikan inflasi daerah, meliputi ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi ekspektasi.

Ketersediaan pangan maksudnya, menjaga ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok, menguatkan komitmen dan merealisasikan kerja sama perdagangan dengan daerah pemasok dan membangun sistem cadangan pangan untuk komoditas strategis.

Sedangkan keterjangkauan harga, meliputi transparansi proses pembentukan harga (penerapan proses lelang di sentra distribusi), program stabilisasi harga  (penguatan peran lembaga daerah dengan pemberian kewenangan dan alokasi anggaran).

Untuk kelancaran distribusi meliputi, peningkatan dan pembenahan infrastruktur barang, kerja sama dengan aparat terkait dalam kelancaran dan keamanan distribusi barang. Kemudian untuk komunikasi ekspektasi maksudnya, penguatan komunikasi melalui pengembangan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS).

Sementara Kabid Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan Dinas Pangan Sumbar Dr. Ir. Novian Jamil. MP menyebutkan langkah-langkah antisipasi yang  dapat dilaksanakan menjelang HBKN antara lain, melakukan pemantauan ketersediaan dan harga pangan di pasar-pasar besar provinsi dan kab/kota oleh dinas/instansi terkait.

Kemudian, mengatasi kemungkinan terjadi gangguan transportasi (dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya), memberikan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang ingin berspekulasi dengan cara menumpuk bahan pangan (dilakukan oleh dinas/instansi yang berwenang).

Selanjutnya, mengadakan bazar/pasar-pasar murah di provinsi dan kab/kota yang dilaksanakan oleh instansi terkait agar kelangkaan barang dan lonjakan harga menjelang HBKN dapat diatasi.

“Masing-masing dinas/instansi terkait provinsi menyosialisasikan ke kabupaten/kota agar melakukan persiapan antisipasi kelangkaan pangan menjelang HBKN,”terangnya.

Rakor yang dihadiri instansi terkait dari 19 kabupaten/ kota dan provinsi itu, selain menampilkan Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi, Kabid Ketersediaan Pangan dan Kelembagaan Pangan Novian Jamil dan Sri Purwanti (Kementan), juga menampilkan pembicara Biro Pusat Statistik (BPS) Sumbar Faisal A.

Selain rakor, acara tersebut juga dilengkapi dengan kegiatan penyusunan prognosa ketersediaan pangan di masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan penyusunan prognosa ketersediaan pangan ini dimoderatori Nora Fiza, SP, MM, Kasi Ketersediaan Pangan Dinas Pangan Sumbar.

Singgalang, 24 Mei 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>