«

»

Marhaban Ya Ramadhan

27 Mai 2017

Alhamdulillah, kita kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Bulan yang sangat istimewa. Bahkan Rasulullah SAW pun menyampaikan betapa mulianya bulan ini bagi umat Islam karena banyaknya keistimewaan di bulan ini.

Ali bin Abi Thalib meriwayatkan khutbah Rasulullah SAW, “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang penuh rahmat, berkah dan ampunan. Bulan paling utama di sisi Allah. Di bulan ini kalian digolongkan orang-orang yang dimuliakan Allah. Nafasmu tasbih, tidurmu ibadah, amalanmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah dengan hati yang tulus agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa.”

Seluruh kaum mukminin pada bulan ini diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya,  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kewajiban puasa ini seperti halnya kewajiban shalat. Namun di balik kewajiban puasa, banyak kebaikan dari sisi Allah SWT yang dicurahkan kepada umat Islam pada bulan Ramadhan ini. Dan amalan puasa, Allah SWT sendiri yang langsung membalasnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa juga mengajarkan kita untuk mengendalikan diri. Dan dari mengendalikan diri itu banyak kebaikan yang kita peroleh. Di antaranya adalah mengendalikan amarah.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah orang yang kuat yang menang dalam pergulatan akan tetapi orang yang kuat ialah yang mampu menahan hawa nafsunya saat marah.” (Muttafaqun Alaih)

Kita dapati dalam sejarah bahwa di bulan Ramadhan, saat umat Islam melaksanakan puasa dilakukan proklamasi kemerdekaan Indonesia (9 Ramadhan 1364 H), terjadi perang badar yang dimenangkan umat Islam (2 Ramadhan 2 H), ditaklukannya Mekah oleh umat Islam tanpa pertumpahan darah (10 Ramadhan 8H).

Maka dengan melihat hal demikian, puasa yang kita jalankan sesungguhnya justru menguatkan fisik, mental dan spiritual, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah. Jika kita betul-betul menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka insya Allah akan kita rasakan betapa Allah SWT itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya mengajak diri sendiri dan kita semua untuk benar-benar memanfaatkan bulan yang mulia ini, mengisinya dengan berbagai bentuk ibadah dan amal saleh serta doa-doa yang menjadi kehendak diri kita masing-masing.

Marilah kita sambut datangnya bulan Ramadhan ini dengan penuh syukur. Karena peluang untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT terbuka lebar di hadapan.  Betapa bahagianya diri kita bila Allah SWT ampuni dosa-dosa kita, diberikan rahmatNya kepada kita, dan dikabulkanNya doa-doa kita sehingga kita merasakan bahwa hidup ini nikmat jika selalu dekat denganNya.

Oleh karena itu, marilah kita maksimalkan ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan ini sehingga ketika kelak di penghujung Ramadhan kita atas izin Allah meraih posisi sebagai orang-orang yang bertakwa. Marhaban ya Ramadhan. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Posmetro Padang, 27 Mei 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>