«

»

Dirgahayu Polri

13 Juli 2017

Pada 10 Juli 2017 lalu saya menghadiri upacara Peringatan Hari Bhayangkara atau HUT Polri (Kepolisian RI)  ke-71 yang berlokasi di Lapangan Imam Bonjol, Padang.  Pada kesempatan itu Kapolda Sumbar sebagai Irup membacakan amanat tertulis Presiden RI yang mengapresiasi kerja keras Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Saya turut mengamini apa yang disampaikan Presiden dalam amanat tertulisnya.

Tema peringatan HUT Polri tahun ini adalah “Dengan semangat profesionalitas dan modernisasi Polri berkomitmen untuk meraih kepercayaan masyarakat demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, mandiri, berkeadilan.” Tema perayaan HUT yang ke-71 ini jika dilihat lebih dalam lagi memang sedang dilakukan oleh Polri.

Selaku kepala daerah, saya merasakan peran besar kepolisian dalam membantu menciptakan suasana keamanan dan ketertiban yang baik bagi masyarakat.  Dalam hal ini bisa dilihat faktanya dalam ruang lingkup wilayah Sumbar.

Sebagai contoh, baru saja kita melewati bulan Ramadhan dan merayakan Hari Idulfitri 1438 H. Alhamdulillah dengan peran kepolisian yang sudah dilakukan, kita bisa merasakan kondisi keamanan yang baik. Ini patut disyukuri oleh kita semua. Karena dengan keamanan yang baik, seluruh masyarakat bisa beraktivitas dengan baik.

Operasi yang diberi nama Ramadniya pada bulan Ramadhan dan juga di momen Hari Idulfitri telah dilakukan oleh kepolisian dengan baik sehingga kondisi di Sumbar dalam keadaan aman, tertib dan terkendali. Dalam hal penanganan keamanan jalan raya pun, pihak kepolisian telah berperan besar dalam mengamankan lalulintas. Hal ini turut menyumbang akan minimnya kecelakaan lalulintas. Demikian pula dalam hal melayani para perantau yang mudik menuju kampungnya maupun orang ranah yang bepergian, peran kepolisian sejauh ini patut diapresiasi.

Selain itu, yang mungkin luput dari perhatian masyarakat banyak adalah peran kepolisian dalam mewujudkan stabilitas harga barang, terutama bahan pokok dan komoditas pangan patut diapresiasi. Seperti kita ketahui bahwa inflasi yang terjadi pada bulan Ramadhan 1348 H di Sumbar angkanya cukup kecil.

Jika biasanya harga bahan pokok naik cukup tinggi sehingga angka inflasi juga tinggi, maka pada Ramadhan kali ini angka inflasi justru di bawah dari tahun sebelumnya. Pada Ramadhan 2017 angkanya berada di 0,32 persen. Sementara pada Ramadhan 2016 angkanya 1,52 persen. Seperti disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar Bpk Puji Atmoko, inflasi bulanan Sumbar untuk bulan Juni 2017 adalah yang terendah ketiga dari 32 provinsi yang mengalami inflasi secara nasional.

Satgas ketahanan pangan yang dibentuk oleh kepolisian telah terbukti mampu meredam gejolak harga bahan pokok dan komoditi pangan sehingga inflasi bisa ditekan. Oknum pedagang tidak berani lagi menimbun, memonopoli dan menaikkan harga sesukanya karena demand meningkat. Polisi dengan satgasnya siap menindak.

Terkait masalah terorisme dan radikalisme, kita juga patut memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian di Sumbar yang telah bekerja dengan baik sehingga Sumbar relatif lebih aman dibanding provinsi lain dalam mengantisipasi munculnya terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai agama.

Dan yang juga patut diapresiasi oleh kita bersama adalah berhasilnya pihak kepolisian di Sumbar mengungkap banyak kasus narkoba. Banyaknya kasus narkoba yang terungkap ini bukan lantaran banyaknya jumlah pengguna atau pengedar narkoba. Karena boleh jadi di daerah lain jauh lebih banyak pengguna narkobanya tapi kasusnya tidak terungkap.

Namun dalam hal ini justru pihak kepolisian di Sumbar dengan kerja kerasnya berhasil mengungkap kasus narkoba dengan mendapatkan informasi dari orang-orang yang terkena narkoba dan para pasien kasus narkoba yang berada di rumah sakit yang ada di Sumbar.

Berbeda dengan data kemiskinan dan pengangguran yang bisa dilihat langsung dan dihitung ke masyarakat, maka data kasus narkoba bisa terungkap melalui kerja keras aparat kepolisian mengungkap dan mengumpulkan informasi serta menangkap pelaku Narkoba.

Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sumbar dan jajarannya yang menindaklanjuti setiap laporan dari Pemprov maupun masyarakat,  seperti laporan kasus kemaksiatan atau penyakit masyarakat yang direspon cepat oleh Kapolda dan jajaran di bawahnya. Seperti penggerebekan di kawasan Taman Melati dan beberapa titik lain yang sudah sering disuarakan masyarakat.  Demikian pula masalah kelompok geng motor, Kapolda langsung turun menindaklanjuti. Belum lagi masalah lain seperti kemacetan lalulintas yang juga direspon segera oleh Kapolda.

Selain itu, dalam hal pelayanan yang ditangani kepolisian, perkembangannya semakin baik dirasakan pada saat ini.  Seperti pelayanan kepolisian bersama pemprov di Samsat, semakin menunjukkan perbaikan yang lebih bagus.

Dengan berbagai pencapaian dan prestasi yang telah ditunjukkan oleh kepolisian ini semoga dampaknya juga mampu meningkatkan investasi, lancarnya pembangunan, dan kegiatan masyarakat di Sumbar semakin baik.

Mengakhiri tulisan ini, saya ucapkan Dirgahayu Polri. Semoga Polri semakin maju dalam melakukan tugas-tugasnya yang kian kompleks di era modern ini. Sehingga NKRI yang adil, mandiri, dan sejahtera bisa terwujud. Dan dampaknya kembali ke masyarakat. Aamiin.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 13 Juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>