«

»

Ikan Bilih Harus Dijaga dari Kepunahan

20 Juli 2017

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Bupati Solok, Gusmal, Kepala DKP, Yosmeri, memberikan bantuan jaring langli pada nelayan di Kabupaten Solok.

 

Padang, Singgalang

Ikan bilih harus diselamatkan, karena kondisinya kini diambang kepunahan. Ini terjadi karena ulang oknum tak bertanggungjawab. “Ikan bilih diambang kepunahan akibat ulah manusia yang berpikiran sempit,” ucap Gubernur Sumatera Barat saat penyerahan bantuan bagi kelompok nelayan Kabupaten Solok  dan Kabupaten Tanah Datar, Selasa (18/7).

Disebutkannya, spesies ikan yang hanya terdapat di danau Singkarak ini harusnya membuat masyarakat Sumbar khususnya warga setempat bangga. Karena itu, populasi ikan bilih harus dijaga dari kepunahan, namun sebagian oknum tak bertanggungjawab tadi mulai lupa akan akan hal tersebut.

Dulunya, masyarakat nelayan menangkap ikan setempat menggunakan jaring berukuran 1 sampai 1,5 inci saat menangkap ikan. Namun sekarang pola tangkap masyarakat telah berubah dengan cara menggunakan bagan dengan jaring berukuran 2 meli. Itu artinya jaring yang digunakan sangat rapat sehingga anak ikan yang seharusnya belum layak untuk ditangkap jadi ikut terbawa. Akibatnya 40% dari hasil tangkapan akan terbuang percuma karena ukuran ikan masih terlalu kecil dan belum layak konsumsi.

“Ini penyebab spesies ikan bilih semakin langka dan bahkan terancam punah,” tutur gubernur di dermaga Singkarak Kabupaten Solok.

Saat ini, terdapat lebih kurang 400 unit bagan yang melakukan pola tangkap yang salah. Untuk itu pemerintah provinsi sudah berkoordinasi dengan Pemkab Solok dan Tanah Datar agar segera menyiapkan regulasi guna menertibkan alat tangkap nelayan yang tidak sesuai standar.

Gubernur menegaskan, pemerintah tidak berarti melarang nelayan untuk menangkap ikan tetapi hanya mengingatkan agar pola tangkapnya diubah.

Itu semua bertujuan agar danau Singkarak dan kekayaan hayati yang terkandung di dalamnya dapat memberikan manfaat berkesinambungan untuk seluruh masyarakat hingga anak cucu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengatakan, dalam kunjungan itu pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa 10 unit jaring, 6 mesin tempel 12 PK untuk kelompok nelayan Kabupaten Solok dan 6 unit jaring Langli, 6 mesin tempel 12 PK untuk kelompok nelayan Tanah Datar. “Semoga setelah penyerahan bantuan ini, pola tangkapnya bisa berubah,” ujar Yosmeri.

Bupati Solok, Gusmal menambahkan, Pemkab Solok sudah sangat gerah dengan ulah nelayan yang tidak bertanggungjawab ini. “Nanti jika regulasi tentang pemanfaatan kekayaan hayati danau Singkarak telah selesai, kami sangat siap untuk segera menindaklanjutinya,” tutup Gusmal.

 

Singgalang, 20 Juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>