«

»

Jangan Hanya Jadi Broker : Gubernur Tantang Investor Serius

10 Agustus 2017

 

Gubernur Irwan Prayitno meminta investor yang masuk ke Sumbar benar-benar serius untuk menanamkan modalnya, bukan hanya menjadi broker saja. Sebalik, jika serius, pemprov juga akan lebih serius untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kita tahu, Sumbar ini untuk berinvestasi memang harus mengerti dan paham bidang investasinya. Daerahnya spesifik. Meski begitu, harus serius,” pinta Irwan Prayitno ketika menghadiri sosialisasi Forum Investasi Sumbar, di aula Pangeran Beach Hotel Padang, kemarin, (9/8).

Dikatakannya, persoalan tanah masih menjadi momok yang nyaris selalu terjadi di Sumbar. Akibatnya, banyak pembangunan yang terbengkalai disebabkan tidak jelasnya status keberadaan lahan. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor, menyurutkan minat investor untuk berinvestasi di wilayah Sumbar.

Dalam diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Investasi di Sumbar” itu, Irwan mengharapkan, semangat membangun Daerah melalui tangan investor juga dibarengi dengan keseriusan Kepala Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota. Dengan kata lain, membangun mesti diawali dengan mempersamakan persepsi.

“Provinsi tidak bisa jalan sendiri, begitu juga Daerah,” terangnya.

Di Forum ini lanjut Irwa, setiap peserta yang notabenenya adalah orang-orang terkait dengan masalah investasi, harus saling bersinergi. Sekaligus memberikan masukan dan evaluasi. Tanpa evaluasi, tentu tidak akan ditemui titik permasalahan dan bagaimana mencarikan solusinya.

Misalnya, saat ini setiap Daerah semangat untuk memajukan sektor pariwisata. Namun, jika tidak dibarengi dengan fasilitas kemudahan, tentu juga tidak akan mendatangkan apa-apa.

“Kita punya alam yang bagus. Kalau mau didatangi investor, masalah lahannya bereskan. Sehingga, saat investor berminat, mereka tidak lagi mengurus masalah kecil yang seharusnya selesai oleh Pemerintah Daerah,” bebernya.

Intinya terang Irwan, banyak potensi dan luang investasi yang masih terbuka lebar di Sumbar. Mulai dari potensi pariwisata, danau, laut dan sebagainya.

“Tinggal bagaimana kita menciptakan iklim investasi nyaman. Dan sekali lagi, sungguh-sungguh,” terangnya.

Terkait laju investasi di Sumbar, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, hingga akhir Juli 2017, laju investasi setidaknya, mencapai 20 persen dari target Rp6,5 triliun. Namun, presentasi itu belum termasuk investasi Suprime energi dengan dana Rp1,8 triliun.

“Kalau digabungkan, sudah 45 persen target tercapai, dan kita yakin sampai akhir tahun tuntas target tersebut,” terang Maswar.

Rata-rata yang memegang perenan besar itu investasi CPO. Seperti Geotermal di Kabupaten Solsel. Sedangkan rencana pengembangan Geotermal di Kabupaten Solok masih dalam perundingan, karena permasalahan lahan dengan masyarakat.

“Kita juga fokus soal pariwisata dan mempromosikannya. Tapi, perlu studi kelayakan dan membereskan persoalan tanah,” katanya.

Salah satu tujuan sosialisasi ini lanjutnya, untuk memonitor dan mengevaluasi permasalah lahan investasi di masing-masing Daerah.

“Pesertanya 100 orang, berasal dari perwakilan Kabupaten/Kota dan termasuk pengusaha,” terangnya.

 

Singgalang, 10 Agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>