«

»

Alek Nagari

8 November 2017

Alhamdulillah, selama menjabat Gubernur Sumbar sudah banyak saya hadir memenuhi undangan Alek Nagari di berbagai pelosok Sumbar sehingga bisa bersilaturahmi dengan para Wali Nagari dan perangkatnya, juga dengan masyarakat dan perantau di nagari tersebut. Dan saya semakin mengenal budaya dan kearifan lokal yang ada di tiap nagari yang dikunjungi.  Dan yang baru-baru ini saya datangi pada 31 Oktober 2017 lalu adalah alek nagari Manggopoh yang terletak di Kabupaten Agam.

Nama nagari Manggopoh ini turut mengingatkan saya tentang kisah kepahlawanan Siti Manggopoh. Seorang wanita yang meskipun harus menyusui anaknya namun tak menyurutkan dirinya melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda pada waktu itu. Pada waktu itu penjajah Belanda menerapkan pajak tanah (belasting) kepada masyarakat, sementara tanah adalah milik kaum sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat. Perlawanan Siti Manggopoh sempat membuat penjajah Belanda kewalahan dan meminta bantuan dari luar.

Kembali ke alek nagari Manggopoh, pada kunjungan saya tersebut selain menghadiri undangan alek nagari juga meresmikan Kantor Wali Nagari. Alek nagari yang bisa berlangsung hampir seminggu menunjukkan bahwa masyarakat di nagari tersebut memang sedang berpesta (helat, alek). Ramainya masyarakat yang hadir dalam alek tersebut tidak hanya berasal dari dalam nagari tersebut. Masyarakat yang di rantau pun turut hadir ke kampungnya.

Berbagai macam acara biasanya ditampilkan di alek tersebut, seperti pentas seni dan tari (adat budaya), perlombaan (silat dan lainnya), pidato adat, peragaan dan lomba busana Minang, dan lainnya. Selain itu, di saat berlangsungnya alek nagari ini juga terjadi peningkatan transaksi ekonomi dari penjualan produk usaha yang ada di nagari, termasuk juga badan usaha milik nagari, yang dibeli oleh masyarakat. Dan juga transaksi jual beli para pedagang yang meramaikan alek nagari tersebut.

Di samping itu, dalam alek nagari dilakukan musyawarah oleh seluruh elemen masyarakat tentang pembangunan nagari. Di sini dilakukan diskusi  mengenai pembangunan nagari sehingga dicapai kata sepakat dan juga dilakukan acara “badoncek” untuk membiayai kegiatan yang disepakati.

Kantor Wali Nagari Manggopoh adalah salah satu contoh tentang peran pembiayaan masyarakat dalam membangun nagari. Karena sebagian  pembangunannya berasal dari dana masyarakat baik ranah maupun rantau. Di samping juga ada bantuan dari pemda maupun pihak swasta.

Alek nagari yang dilakukan di berbagai tempat ini perlu dirutinkan pelaksanaannya dan perlu didukung oleh seluruh pihak. Karena banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini. Kebersamaan masyarakat dalam membangun nagarinya, pelestarian adat dan budaya yang dilakukan dalam kegiatan tersebut sehingga terjadi perpindahan pengetahuan dan ilmu dari orang tua kepada anak muda, munculnya berbagai kesepakatan untuk membangun nagari, silaturahmi yang tetap terjaga, hal yang sulit ternyata menjadi mudah karena kebersamaan, semakin kompaknya seluruh elemen masyarakat di nagari, adalah di antara dampak positif yang bisa dilihat dan dirasakan.

Nagari hanya ada di Sumbar. Dan bisa disetarakan dengan desa seperti yang ada di Jawa. Namun nagari sudah lama memiliki sistemnya sendiri, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan sistem dan budaya yang ada di nagari tersebut yang juga menopang kehidupan masyarakat di Sumbar secara umum.

Di dalam struktur pemerintahan nagari terdapat Wali Nagari sebagai pemimpin eksekutif, kemudian ada Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang berisi ninik mamak, kemudian Badan Musyawarah Nagari (BMN) yang berisi alim ulama, cadiak pandai dan para tokoh masyarakat ditambah dari unsur pemuda, perempuan, dan perwakilan suku.

Pengelolaan yang baik sebuah nagari, termasuk di dalam mengelola alek nagari insya Allah akan mendatangkan kebaikan bagi masyarakat nagari. Dan bahkan bisa dikemas menjadi sebuah paket wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengetahui perihal nagari. Dan hal ini akan berdampak positif pula bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Semoga dengan adanya alek nagari, semakin menambah semangat masyarakat untuk maju dan membangun nagarinya dengan sebaik-baiknya. Baik pembangunan material maupun spiritual. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 8 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>