«

»

Dinas Kebudayaan Teken MoU dengan Dirjenbud

8 November 2017

 

DIRJENBUD | Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Efendi foto bersama dengan Dirjen Kemendikbud RI Hilmar Farid usai penandatanganan MoU di Hotel Pangeran Beach, Selasa (7/11).

PADANG – Untuk pertama kalinya di Indonesia, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kebudayaan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) RI juga seluruh bupati serta walikota se-Sumbar, guna kemajuan kebudayaan di Padang, Selasa (7/11).

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, dalam sambutannya mengapresiasi Pemprov Sumbar dengan adanya keinginan untuk menjalin kerjasama dengan Kemendikbud khususnya guna memajukan kebudayaan.

“Seperti diketahui, Sumbar memiliki wilayah dan identitas yang kuat dalam kebudayaan. Tentunya ini merupakan salah satu tiang utama Indonesia sebagai super power bidang kebudayaan,” ujarnya.

Dikatakan Hilmar, saat ini UNESCO menetapkan Indonesia sebagai negara super power bidang budaya. Hal ini diungkapkan dalam sidang UNESCO yang saat ini masih berlangsung. “Kita sudah melakukan langkah konkrit. Ini merupakan kehormatan sekaligus beban bagi kita bersama untuk mewujudkannya,” kata dia.

Dengan adanya MoU ini, ia berharap semoga saja tahun depan dapat dilanjutkan kerjasamnya dengan rencana menjadikan Indonesia layak anak.

“Selama ini kita sudah banyak melakukan kegiatan untuk meningkatkan citra kebudayaan Indonesia di mata dunia. Hal itupun saat ini terbukti dengan dianugrahinya Indonesia oleh UNESCO sebagai super powernya kebudayaan di dunia,” ujarnya.

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, kebudayaan merupakan urusan bersama.Untuk itu setiap iven dilakukan bersama apapun itu bentuknya tentu berkaitan dengan kebudayaan. Ia juga memerintahkan kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran untuk bidang kebudayaan.

Seluruh daerah di provinsi ini, kata dia, memiliki warisan budaya berbeda. “Dulu apa pun kegiatan dalam kebudayaan dan kesenian dilakukan sendiri-sendiri, namnun dengan adanya MoU ini ke depan apapun itu bentuk kegiatan dapat dilakukan bersama, baik itu skala kecil maupun besar,” ujarnya. Dijelaskan gubernur, MoU nantinya akan peningkatan sinkronisasi dan sinergitas perencanaan penganggaran dan pelaksanaa program bersama urusan kebudayaan.

Selain itu juga membangun kesepakatan dan komitmen semua pihak serta menggalang dukungan kepala daerah. “Maksud diadakanya kesepakan bersama ini, sebagai pedoman bagi semua pihak dalam melaksanakan kerjasama terkait sinkronisasi program  atau kegiatan kemajuan kebudayaan di Sumbar,” kata gubernur.

Selain itu, MoU ini merupakan momen memajukan dan mempromosikan kebudayaan masyarakat Sumbar secara umumnya dan Minangkabau khususnya.

“Adapun ruang lingkup kesepakan bersama ini meliputi, diplomasi kebudayaan, pembinaan kesenian, kajian dan penelusuran sejarah, penerapan nilai-nilai tradisi masyarakat Minangkabau sesuai dengan filsafah Minang ABS-SBK,” tutur Irwan Prayitno.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama dan Rantau, Luhur Budianda SY, menjelaskan, kerjasama ini merupakan inisiasi Dinas Kebudayaan sumbar.

“Ini awal muncul setelah adanya ide untuk menggandeng berbagai pihak oleh Dinas Kebudayaan dan ditangapi langsung oleh Pak Gubernur Irwan Prayitno,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Efendi mengatakan, kesepahaman yang ditandatangani dengan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud tersebut adalah langkah awal untuk pengembangan kebudayaan di Sumbar.

Dengan dukungan anggaran berdasarkan kesepahaman itu diharapkan aktivitas budaya di kabupaten dan kota makin menggeliat. Muaranya akan digelar lagi festival budaya Minangkaba, yang pernah ada sebelum 2004. (*)

Singgalang, 8 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>