«

»

Pakaian Perempuan Minang

1 November 2017

Pada 23 Oktober 2017 lalu di Bukittinggi saya menutup acara Pendokumentasian Warisan Budaya Tak Benda Pakaian Tradisi Perempuan Minang, yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar. Acara ini berupaya mendokumentasikan beragam jenis pakaian perempuan Minang yang pernah dibuat sejak dulu hingga saat ini, hingga nantinya insya Allah akan menjadi buku.

Meskipun yang baru terkumpul sekitar 92 jenis pakaian dari 9 daerah, menurut informasi yang saya peroleh  bisa mencapai  400 jenis pakaian perempuan Minang.  Ini adalah bentuk warisan budaya tak benda yang perlu dilestarikan. Karena ternyata perempuan Minang memiliki kreativitas yang cukup baik dalam mendisain pakaian mereka.

Selain itu disain yang dibuat menunjukkan selera yang tinggi. Hal ini dilihat dari warna-warna yang digunakan dalam membuat pakaian, yaitu warna cerah dan juga pernak-pernik perhiasan yang dilekatkan di sekujur pakaian yang membuat pemakainya terlihat elegan dan terkesan meriah.

Berbagai jenis pakaian ini sudah selayaknya dijaga, dipelihara dan dilestarikan penggunaannya karena merupakan khasanah dan warisan dari para orang tua zaman dahulu. Karena hal ini memiliki nilai tambah tersendiri. Baik dalam rangka pelestarian budaya dan identitas kesukuan maupun dalam rangka bagian daya tarik pariwisata Sumbar. Dan selain itu, proses kreasi pakaian perempuan Minang ini berlangsung dalam jangka waktu lama, turun temurun, menghasilkan kreasi pakaian berbagai jenis.

Dalam beberapa kunjungan tim investasi Sumbar ke luar negeri, kami beberapa kali membawa tim kesenian tari Sumbar untuk tampil di ajang bergengsi. Pakaian adat yang dikenakan  para penari ini mampu menarik perhatian pengunjung, bahkan mendapat apresiasi dan juga sambutan meriah. Masyarakat luar negeri, khususnya Barat tidak mengenal pakaian yang dikenakan oleh tim tari tersebut. Sehingga mereka terkesima dengan pakaian yang dikenakan, karena warnanya yang cerah dan juga pernak pernik yang bersinar.

Selain sebagai warisan tak benda yang perlu dijaga, perlu juga dirancang pakaian perempuan Minang yang bisa digunakan untuk kondisi kekinian. Tentunya dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga pakaian tersebut juga bisa dipakai ke kantor, acara resmi, acara keagamaan, dan lainnya. Kerumitan yang ada di dalam pakaian perempuan Minang bisa disesuaikan sehingga bisa lebih praktis dan juga realistis dalam penerapannya. Namun tetap mencirikan nilai budaya Minang. Di sini butuh peran para disainer dan para pegiat kreatif.

Dan berbicara tentang disainer, pada 12-15 Oktober 2017 lalu dilangsungkan acara Minangkabau Fashion Heritage (MFH) di Jakarta Convention Center (JCC) yang diadakan oleh Dekranasda Sumbar dengan ketuanya Ibu Nevi Irwan Prayitno. MFH adalah bagian dari acara Indonesia Modes Festival Week (IMFW). Dekranasda Sumbar turut aktif memberikan ruang kepada disainer muda Sumbar untuk berkreasi dan memamerkan karyanya di tingkat nasional.

Bukan tidak mungkin berbagai jenis pakaian perempuan Minang ini jika dikembangkan oleh para disainer muda dan pegiat kreatif, akan menjadi daya tarik sendiri di bidang “halal fashion tourism”. Hal ini sejalan dengan world halal destination dan world halal culinary destination yang sudah disandang Sumbar.

Dan yang juga perlu diapresiasi oleh kita bersama adalah, pakaian perempuan Minang ini umumnya tertutup, atau menutup seluruh tubuh, sesuai dengan falsafah hidup masyarakat “adat basandi syarak syarak basandi kitabullah”. Meskipun dirancang dengan berbagai model dan gaya serta pernak pernik, secara umum tetap menutup tubuh.

Maka dengan ciri yang demikian, dengan penyesuaian yang bisa dilakukan di sana-sini, saya yakin suatu saat akan ada pakaian perempuan Minang yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, dengan konteks yang kekinian, realistis untuk dipakai, dan jauh dari kerumitan. Walaupun kemeriahan baju adat memang diperlukan saat acara adat dan acara tertentu. Namun kerumitan yang ada di pakaian tersebut bisa diminimalkan agar mampu digunakan sehari-hari untuk berbagai kebutuhan dan kegiatan. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 1 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>