«

»

Seminar Pra HPN 2018 Sukses: Pers Alat Pemersatu Bangsa

7 November 2017

PADANG – Guna menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, pemprov bersama PWI Sumbar melaksanakan Pra HPN dalam wadah seminar nasional. Seminar bertajuk pers sebagai alat pemersatu bangsa.

“Seminar nasional yang diadakan ini patut menjadi acuan. Apalagi, ini menjelang HPN 2018 yang akan dilaksanakan di Sumbar. Sehingga, adanya seminar ini dapat memberikan masukan yang positif bagi panitia dalam mensukseskan HPN nantinya,” ujar Gubernur Irwan Prayitno.

Pesan itu disampaikannya, pada pembukaan seminar nasional Pra HPN di Convention Hall, Alahan Panjang Resort, Jumat (3/11). Kegiatan ini juga diikuti oleh humas pemerintah daerah se Indonesia.

Dikatakannya, seminar nasional ini mengangkat tema yang tepat, pers sebagai alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu, peranan pers sangat penting dalam memberikan informasi yang positif bagi masyarakat.

“Untuk itu, adanya informasi yang positif diberikan pers kepada masyarakat sehingga menimbulkan rasa optimis bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar sesuai fakta dan terhindar dari informasi Hoax,” katanya.

Disebutkannya, diperlukan pemahaman dalam berinteraksi dengan media. Terutama dalam pengemasan dan memilih konten yang akan disampaikan pemerintah melalui humas ke media. “Humas perlu memperhatikan konten informasi itu semenarik mungkin agar benar-benar sampai kepada masyarakat baik itu, melalui media cetak yang dibaca, didengar lewat radio maupun ditonton dari televisi,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan HPN 2018 yang acara puncak akan dilaksanakan pada 9 Februari nanti, perlu persiapan yang matang dari sekarang karena ini membawa harga diri Sumbar.

“HPN merupakan harga diri dari Sumbar, karena kegiatan yang berskala nasional. Apalagi akan dihadiri Presiden dan pejabat negara. Sehingga, dari sekarang perlu persiapan yang matang,” ulasnya.

Lanjutnya, karena HPN ini begitu besar pengaruhnya kepada pembangunan daerah. Apalagi, kunjungan insan pers dari seluruh pelosok Indonesia yang akan menyampaikan informasinya kepada masyarakat luas ini tidak boleh membuat kecewa penyelengaraanya.

“Jangan buat kecewa. Karena penyelengaraan ini membawa nama Sumbar dan sekaligus ajang promosi daerah. Karena, akan diinformasikan tentang Sumbar oleh insan pers yang datang. Semua pihak harus sukseskan HPN ini,” tukasnya.

Ketua PWI Pusat, Margiono menyebutkan bahwa peranan pers dalam pemersatu bangsa sebenarnya sudah merupakan tujuan yang ideal. Tidak hanya itu, media mesti memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan fakta. Jangan menyebarkan berita hoax, tetapi ikut berperang melawan setiap pemberitaan hoax yang mengatasnamakan pers.

“Lawan semua berita hoax itu, dengan memberikan pemberitaan yang sebenarnya sesuai dengan fakta, “ pungkasnya.

Staf Ahli Menteri Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hamdani mengatakan diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan cara membuatkan agenda yang jelas. Selain itu kegiatan harus terarah serta keakraban dengan media.

“Jika komunikasi pemerintah buruk, maka tekanan pers kepada pemerintah menjadi buruk juga. Jika komunikasi pemerintah baik, maka baik juga di media, sehingga keduanya baik itu pers dan pemerintah bisa mewujudkan persatuan bangsa,” katanya.

Staf Ahli Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gungun Siswadi menyebutkan, peranan pers sangat penting dalam membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program literasi media. Apalagi, saat ini banyak konten berita hoax.

“Pers dan pemerintah dalam upaya menyatukan bangsa ini salah satunya dengan melawan berita-berita hoax,” katanya. Seminar Nasional Pra HPN 3-4 November itu turut dihadiri Kepala Biro Humas se Indonesia, Ketua PWI Provinsi se Indonesia dan Kepala Bagian Humas/Infokom se-Sumatra Barat.

Singgalang, 7 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>