«

»

Tour de Singkarak dan Pariwisata Sumbar

29 November 2017

Pada 17 November 2017 malam di Istana Pagaruyung Tour de Singkarak (TdS) 2017 resmi dibuka. Dan keesokan paginya  (18/11) masih di tempat yang sama saya mengangkat bendera start etape pertama rute Batusangkar –  Padang. Pada etape kedua rute Pesisir Selatan – Sawahlunto saya juga turut mengangkat bendera finish di Sawahlunto. TdS 2017 berlangsung dari 18 hingga 26 November 2017 dengan 9 etape.

TdS yang sudah menginjak kali kesembilan ini semakin mengukuhkan perannya dalam “sport tourism” atau dengan kata lain promosi pariwisata melalui olahraga. Selain sudah masuk menjadi agenda perhelatan balap sepeda internasional, liputan TdS ini sudah dilakukan oleh banyak media, baik dalam maupun luar negeri. Dan jejak liputannya bisa dilihat di antaranya di Youtube di mana di situ bisa disaksikan bagaimana para videografer mampu membuat video yang berkualitas sehingga alam Sumbar yang indah mampu disorot sedemikian rupa ketika meliput acara TdS. Untuk itu saya turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mempromosikan kegiatan TdS ini melalui berbagai macam saluran.

Selain itu, keberhasilan TdS ini dalam mempromosikan pariwisata melalui kegiatan olahraga telah menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa. Di antaranya Tour de Banyuwangi  Ijen, dan  Tour de Flores.  Dengan melalui 18 kabupaten/Kota, TdS telah menjadi ajang promosi destinasi wisata yang ada di berbagai kabupaten/kota tersebut. Baik dari tempat start dan finish, maupun jalur yang dilalui. Para fotografer dan videografer juga turut mengabadikan momen-momen indah di semua destinasi tersebut.  TdS yang tadinya diikuti oleh beberapa kabupaten/kota di Sumbar kini telah diikuti oleh 18 kabupaten/kota di Sumbar. Ini adalah perkembangan positif, dan saya mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota yang mempersiapkan wilayahnya dilewati TdS.

Saya juga turut mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang selama ini sudah memberikan bantuannya kepada Sumbar sehingga dari tahun ke tahun penyelenggaraan TdS semakin baik, baik dalam bentuk anggaran maupun kebijakan dan dukungan moral. Belajar dari negara lain yang sudah maju penanganan pariwisatanya, promosi adalah caranya, dengan melalui berbagai saluran. Dana yang dikeluarkan untuk promosi pun bisa dibilang sangat besar. Karena dengan promosi orang akan tahu, kemudian mencari tahu apa yang dipromosikan tersebut.

TdS adalah promosi pariwisata yang semakin dikenal banyak orang. Meskipun dari namanya hanya memperkenalkan danau Singkarak, namun kini TdS telah menjelma menjadi promosi berbagai destinasi wisata di Sumbar dengan didukung pemerintah kabupaten/kota. Orang pun semakin tahu bahwa selain danau Singkarak ada danau Maninjau, danau Di Atas dan Di Bawah, jembatan kelok sembilan yang menyatu dengan alam, pantai Padang, pantai Gandoriah, pantai Tiram dan pantai Carocok. Jam Gadang di Bukittinggi jangan lagi ditanya, karena ini sudah lama dikenal orang, dan tidak hanya di Indonesia tetapi juga luar negeri.

Meskipun Bukittinggi menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang, namun dengan promosi/pengenalan yang terus menerus kini jumlah wisatawan ke Mandeh telah menyaingi jumlah wisatawan ke Bukittinggi. Padahal kawasan Mandeh ini masih terus dalam pembenahan. Adanya promosi dan liputan media maupun perbincangan di media sosial, telah menjadikan Mandeh sebagai destinasi wisata yang makin banyak dinikmati. Keindahan Mandeh sebenarnya sudah sejak lama ada. Namun orang mau berkunjung ke sini karena promosi dan adanya liputan media.

Setelah makin banyak dipromosikan, Mandeh makin dikenal luas sehingga disebut-sebut sebagai Raja Ampat kawasan barat Indonesia. Seperti halnya Mandeh, Raja Ampat sebelumnya adalah kawasan yang indah yang tidak menjadi destinasi wisata, kemudian dipromosikan sehingga dikenal luas. Dan Mandeh yang masih terus dibenahi ini mendapatkan dampak ikutan yaitu masuknya investor yang akan mendukung kemajuan pariwisata di sana.

Ketika tulisan ini dibuat, saya mendapatkan informasi ada pengusaha asal Pessel yang mengutarakan niatnya ke kepala BKPM Sumbar untuk membangun hotel di Painan/Pesisir Selatan. Dan malamnya saya juga mendapat informasi adanya pengusaha dari Kuwait yang ingin membangun hotel dan resort di Mandeh. Dan sebelumnya saya juga mendapatkan informasi pengusaha Minang yang akan mengelola pulau ala Maldives. Sedikitnya lima investor dalam waktu dua minggu telah mendatangi BKPM Sumbar mengutarakan niatnya untuk investasi di Mandeh.

Dari beberapa peristiwa yang saya ikuti, terlihat bahwa setelah dilakukan promosi tentang destinasi wisata yang diikuti datangnya wisatawan, baru kemudian investor datang untuk berinvestasi di situ karena sudah melihat atau mengetahui potensi besar yang ada di situ. Dan juga diikuti pembenahan yang lain seperti kawasan parkir, pemeliharaan kebersihan, ketersedian toilet dan tempat shalat, dan lain-lain.

Sementara jika melihat jumlah hotel di Sumbar, terlihat adanya penambahan hotel baru dari tahun ke tahun. Demikian pula penerbangan ke Padang juga makin ramai. Ini menandakan bahwa promosi pariwisata yang dilakukan oleh berbagai pihak telah mendorong orang untuk berwisata ke Sumbar.

Membicarakan pembangunan sektor pariwisata memang seperti menebak apakah telur atau ayam yang lebih dulu. Maka yang realistis adalah melakukan apa yang bisa dan kemudian dari situ akan ada peristiwa ikutannya. Promosi adalah hal yang bisa dilakukan, kemudian diikuti pembenahan sarana dan prasarana, serta mengundang investor masuk. Semakin baik dan menunjukkan tren yang bagus maka investor datang untuk berpartisipasi. Sehingga dengah demikian semakin ke depannya akan didapati situasi dan kondisi yang makin baik.

Pemerintah pusat yang tengah gencar memajukan sektor pariwisata menyadari bahwa sektor ini pertumbuhannya tinggi  dan pengaruhnya besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka untuk konteks Sumbar, dengan peran serta seluruh komponen masyarakat dan pemangku kepentingan, secara bersama setiap kita melakukan apa yang bisa dilakukan maka insya Allah ini akan membawa dampak positif bagi dunia pariwisata Sumbar. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 29 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>