«

»

Bambu dan Festival Budaya

2 Desember 2017

Bambu adalah tanaman yang sudah menjadi bagian hidup masyarakat. Kegunaan bambu bagi masyarakat juga sudah menjadi bagian dari kehidupan. Bahkan bagi sebagian masyarakat, bambu sudah dipakai untuk sumber nafkah. Karena dari bambu bisa dibuat peralatan rumah tangga seperti kursi, meja, tempat tidur, dinding pemisah ruangan, dan lainnya.

Keberadaan bambu di tengah-tengah masyarakat biasanya menandakan adanya lingkungan yang asri. Karena bambu tumbuh bersama-sama sehingga menjadikan lingkungan sekitar lebih asri dan rindang.

Seiring perkembangan zaman, ternyata bambu sudah bisa dimaksimalkan kegunaannya melalui bantuan teknologi dan juga seni. Kini sudah ada bangunan yang dibuat dengan bahan bambu dengan arsitektur modern dan dipadu dengan selera seni dan teknologi. Sehingga banyak orang tidak menyangka bahwa bambu ternyata bisa menjadi pendukung modernisasi dan juga memiliki nilai artistik luar biasa.

Perlu diakui bahwa pemasyarakatan bambu tidak sepesat penggunaan kayu atau mungkin besi untuk mendukung sebuah bangunan. Namun ketika sudah terlihat bagaimana artistiknya bambu pada sebuah bangunan mungkin orang baru sadar bahwa ternyata yang selama ini sudah ada di tengah masyarakat dan jumlahnya banyak bisa disulap sedemikian rupa menjadi sesuatu yang punya nilai tambah, nilai seni, dan nilai jual. Di beberapa tempat wisata, bambu sudah menjadi bahan dominan, bahkan penginapan di tempat wisata tersebut didominasi oleh bahan bambu. Ini menunjukkan bahwa bambu bernilai tinggi dan artistik sehingga digunakan di berbagai tempat wisata.

Saya mengapresiasi acara festival bambu atau Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017 yang diselenggarakan di Payakumbuh, yang mencoba mengenalkan bambu kepada masyarakat dalam skala lebih luas melalui pentas seni dan budaya. Acara ini jika melihat dari namanya sangat unik dan khas, semoga bisa menjadi sebuah acara yang diminati masyarakat dan juga wisatawan dari luar Payakumbuh.

Acara PBF ini juga ternyata mendapat dukungan dari alumni UGM yang sudah meneliti konstruksi bambu, struktur bambu (perilaku sambungan bambu), dan juga metode pengawetan bambu, serta spesifikasi bambu.

Mudah-mudahan PBF 2017 bisa mengangkat citra bambu menjadi ikon acara ini sehingga untuk pelaksanaan di tahun-tahun berikutnya selain pagelaran seni, budaya, fashion, juga kuliner, turut mengangkat citra bambu sebagai bahan baku yang mendukung pembuatan berbagai kebutuhan peralatan atau bangunan zaman modern.

Selain itu, diadakannya pentas seni dan budaya adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Di mana dalam kehidupan rutinitas sehari-hari masyarakat baik mencari nafkah, belajar dan lainnya kemudian diangkatkan kegiatan pentas seni budaya yang bisa menjadi semacam hiburan positif bagi masyarakat.

Keberadaan pentas seni dan budaya adalah ibarat penyeimbang kehidupan. Tanpa seni dan budaya kehidupan akan terasa kaku, statis. Namun ketika seni dan budaya masuk menjadi bagian kehidupan masyarakat maka kehidupan akan lebih dinamis dan lentur.

Selaku Gubernur Sumbar saya mendukung diadakannya berbagai pentas seni dan budaya yang ada di Sumbar. Karena di satu sisi hal ini juga menjadi ajang bagi para seniman, budayawan dan pelaku seni budaya lainnya untuk berekspresi dan juga aktualisasi diri. Sementara di sisi lain adanya kegiatan pentas seni dan budaya merupakan hiburan yang positif bagi masyarakat. Karena di sini orang saling bertemu dan berkomunikasi. Bahkan di setiap pentas seni dan budaya juga biasanya diikuti dengan adanya para pedagang yang menjual berbagai produk sehingga berpengaruh positif bagi masyarakat.

Selain itu, adanya kegiatan pentas seni dan budaya jika dilakukan dengan pengelolaan yang baik dan terarah juga bisa menjadi daya tarik pariwisata yang bisa mengangkat nama suatu daerah sehingga bisa pula mengangkat kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Dan dengan adanya pentas seni dan budaya ini selain turut melestarikan seni dan budaya daerah juga turut memperkuat ketahanan masyarakat di bidang seni dan budaya. Karena saat ini dirasa semakin dibutuhkannya ketahanan seni dan budaya dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya ini.

Untuk mendukung ketahanan nasional dan juga melestarikan seni dan budaya maka pemerintah provinsi Sumatera Barat turut mendukung dan memfasilitasi berkembangnya seni dan budaya di masyarakat. Beberapa program dari pemprov sudah ada yang melibatkan kelompok seni atau sanggar seni untuk tampil di beberapa acara. Selain itu kegiatan promosi Sumatera Barat yang terkait investasi dan perdagangan juga sudah melibatkan sanggar seni atau kelompok seni untuk menampilkan diri. Namun demikian saya juga turut mengapresiasi berbagai kegiatan seni dan budaya yang dilakukan secara mandiri dengan kreativitas yang luar biasa.

Semoga PBF 2017 yang diselenggarakan berlangsung sukses, bisa menjadi ajang penyaluran kerativitas para seniman dan budayawan sekaligus aktualisasi potensi diri mereka, serta bisa memperkenalkan bambu sebagai sebuah ikon yang juga merupakan bahan baku yang tersedia di alam bebas sehingga bisa diangkat nilainya oleh masyarakat menjadi lebih berharga.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 2 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>