«

»

Gedung Kebudayaan Sumbar

24 Januari 2018

Pada 19 Januari 2018 sore saya meresmikan pemakaian Gedung Kebudayaan Sumbar (GKS) Zona A. Dari 3 Zona, A-B-C baru Zona A yang sudah selesai pembangunannya. Peresmian dilakukan di lantai 5 GKS yang merupakan arena panggung terbuka dengan pemandangan yang sungguh indah.

GKS Zona A dibangun dengan gaya bangunan yang menjorok ke laut dan berbentuk seperti kapal atau perahu, sehingga bangunan tersebut berada di atas jalan yang ada di pantai Padang. Jika kita berada di lantai paling atas, maka kita akan bisa menikmati pemandangan laut yang indah serta pemandangan kota Padang yang juga tak kalah indahnya yang dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan. Karena didesain seperti kapal, maka di pinggiran lantai 5 juga berbentuk seperti lantai kapal.

Selain zona A yang sudah selesai pembangunannya, masih ada yang akan dibangun yaitu zona B dan C. Gedung zona A terdiri dari lima lantai. Lantai 5 adalah panggung terbuka yang diperuntukkan untuk pentas seni, tari, musik, teater, juga tempat yang sangat bagus untuk berfoto dengan pemandangan yang indah. Kemudian lantai 4 dialokasikan untuk handicraft atau kerajinan.

Lantai 3 untuk galeri dan pameran, lantai 2 untuk kegiatan pertemuan dan lainnya, serta lantai 1 untuk akses masuk ke gedung Zona A. Sementara nanti di Zona B akan dibangun tempat pertunjukan utama. Dengan demikian, jika nanti sudah lengkap dibangun, GKS memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk memfasilitasi para budayawan dan seniman untuk berkreasi. Dan juga menjadi tempat bagi wisatawan dan masyarakat untuk menambah pengetahuan mereka terhadap budaya Minang.

Jika selama ini wisatawan yang berkunjung ke Sumbar lebih banyak menikmati keindahan alam dan kuliner, maka dengan adanya GKS wisatawan juga bisa mengetahui lebih banyak tentang budaya Minang. GKS insya Allah akan menyuguhkan budaya Minang yang dilakukan oleh para seniman dan budayawan melalui pertunjukan di arena yang sudah disediakan. Selain itu wisatawan juga akan bisa melihat galeri yang berisi berbagai ragam budaya Minang.  Dan GKS juga dilengkapi dengan bioskop mini yang akan memutar film atau dokumentasi tentang budaya Minang.

GKS insya Allah juga akan  memfasilitasi sanggar-sanggar tari yang memiliki kualitas penampilan yang baik untuk tampil dalam rangka mempromosikan budaya Minang secara terjadwal sehingga mereka bisa berekspresi dan ditonton oleh masyarakat maupun wisatawan. Sanggar tari di Sumbar banyak juga yang sudah bertaraf internasional.

Keberadaan GKS saya harapkan bisa meningkatkan semangat masyarakat Sumbar untuk mengapresiasi budaya mereka dan bagi para seniman dan budayawan juga bisa menjadi tempat yang mewakili harapan mereka akan tempat yang layak.

GKS berada di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan. Dinas Kebudayaan adalah organsasi perangkat daerah (OPD) yang baru ada pada tahun 2017. Pemprov Sumbar membentuk Dinas Kebudayaan sebagai sebuah bentuk kepedulian akan aktualisasi dan pelestarian budaya Minang.

Berbagai program dari Dinas Kebudayaan insya Allah akan berupaya melestarikan dan mengumpulkan kekayaan budaya Minang. Yang sedang dilakukan saat ini adalah mengumpulkan lebih dari 200 jenis pakaian wanita Minang dari lebih 600 jenis yang pernah ada untuk dijadikan buku. Kemudian mengadakan lomba pantun dan upaya menjadikan silat sebagai warisan dunia. Selain itu juga menampilkan atraksi kesenian dan kebudayaan di setiap acara kedinasan, dalam provinsi, luar provinsi dan luar negeri. Dan insya Allah Dinas Kebudayaan akan mengangkat festival budaya internasional pada tahun ini.

Keberadaan Dinas Kebudayaan dalam rangka aktualisasi dan pelestarian budaya Minang adalah untuk memperkuat identitas masyarakat Minang yang memiliki budaya tersendiri. Karena setiap suku, bangsa memiliki budayanya masing-masing. Bahkan dalam Alquran surat al Hujurat ayat 13 Allah SWT menyebut manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Konstitusi negara pun dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 32 ayat 1 menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Dengan konsekuensi itu, maka budaya Minang yang mencerminkan jati diri orang Minang dengan falsafah adat basandi syarak syarak basandi kitabullah patut kita syukuri. Karena budaya Minang bersesuaian dengan ajaran agama dan dilindungi oleh konstitusi.

Dengan gencarnya promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, maka keberadaan GKS telah menambah satu lagi tempat tujuan wisata. Dan ini adalah destinasi wisata budaya, yang melengkapi destinasi wisata alam dan kuliner.

Semoga keberadaan GKS Zona A dengan arsitektur modern ini bisa meningkatkan animo masyarakat mencintai budayanya. Dengan demikian budaya Minang juga bisa diketahui oleh generasi muda dan masyarakat sehingga mereka merasa memiliki dan bangga dengan identitas budayanya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 24 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>