«

»

Garuda Travel Fair

11 April 2018

Pada 6 April 2018 lalu menjelang siang saya membuka secara resmi Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) di Transmart Padang. Dari Garuda hadir Bpk Helmi Imam Satriono Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Bpk. Dudy Iman Setiadi GM Garuda Padang, Bpk Aribowo CEO Regional Sumatera 2 Bank Mandiri, dan dihadiri juga masyarakat yang ingin mengunjungi GATF.

Setiap tahun Garuda melakukan kegiatan GATF di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini merupakan promosi Garuda kepada publik untuk bepergian dengan harga tiket yang lebih murah karena konsumen mendapatkan diskon dan cashback serta mendapatkan kemudahan lainnya dalam pembayaran. Misalnya, tiket Padang-London 10 juta rupiah, Padang-Hongkong 4 juta rupiah, Padang-Korea 5 juta rupiah, Padang-Jakarta 650.000 rupiah, diskon 20 dan 15 persen untuk rute domestik dan internasional, kemudahan mencicil dan mendapatkan cashback, dan hadiah menarik.  Kegiatan GATF ini selain merupakan ajang promosi Garuda, juga turut mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data BPS “Provinsi Sumatera Barat dalam Angka 2017”, untuk penerbangan dalam negeri jumlah pesawat yang datang ke BIM 12.138 dan yang berangkat dari BIM 12.050 pada 2016. Meningkat pesat dibanding 2015 yaitu 10.082 yang datang ke BIM dan 9.982 yang berangkat dari BIM.

Sedangkan untuk penumpang pesawat yang datang ke BIM pada 2016 berjumlah 1.675.387, dan penumpang yang berangkat dari BIM berjumlah 1.665.431. Ini menunjukkan kenaikan dibanding 2015 di mana penumpang yang datang ke BIM berjumlah 1.481.045 dan penumpang yang berangkat dari BIM berjumlah 1.440.441.  Dan jika dibandingkan dengan tahun 2014 ke bawah maka akan terlihat ada peningkatan yang signifikan, baik jumlah pesawat maupun penumpang.

Meningkatnya jumlah penumpang pesawat ke Padang, Sumbar turut mendukung pariwisata Indonesia. Karena wisatawan yang datang juga turut meningkat dan membawa uang yang kemudian dibelanjakan untuk kuliner, transportasi, cendera mata dan oleh-oleh, penginapan, belanja dan lainnya. Maka tak heran jika sebuah daerah yang hidup sektor pariwisatanya maka turut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Karena uang yang dibelanjakan oleh wisatawan diterima langsung oleh masyarakat pelaku usaha terkait pariwisata yang sebagian besar UMKM. Di beberapa daerah, angka kemiskinan turun hingga sebesar 2 persen akibat peran masyarakat dalam sektor pariwisata. Ini karena efek multipliernya signifikan.

Uang masuk yang dibawa wisatawan tak ubahnya seperti uang masuk yang dibawa investor. Dan untuk membawa investor dan wisatawan masuk ke Sumbar, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah melakukan berbagai promosi pariwisata, budaya, perdagangan dan investasi ke mancanegara, selain upaya promosi di dalam negeri. Dengan promosi pariwisata dan budaya di luar negeri maka orang luar negeri menjadi tahu dan kenal dengan pariwisata Sumbar dan budayanya. Sehingga hal ini membuat mereka tertarik untuk datang ke Sumbar. Berdasarkan pengamatan saya ketika bepergian rute Padang-Jakarta PP, semakin sering saya temukan penumpang warga negara asing. Di mana pada beberapa tahun lalu jarang saya temukan. Secara tak langsung ini menandakan bahwa frekuensi wisatawan asing yang datang ke Sumbar semakin meningkat.

Selain sektor pariwisata yang memiliki peran memasukkan uang ke Sumbar, investasi, perdagangan, ekspor, dana APBN-APBD juga merupakan sumber lain masuknya uang yang menggerakkan ekonomi daerah. Maka, semakin meningkat jumlah investasi, perdagangan, dan ekspor maka akan meningkat pula uang masuk ke Sumbar.  Sedangkan pariwisata merupakan salah satu program prioritas dalam RPJMD Prov. Sumbar yang dilaksanakan dalam sebuah gerakan. Berbagai upaya pembenahan sektor pariwisata juga semakin diseriuskan, seperti pembangunan jalan menuju lokasi pariwisata, pembangunan rest area, dan juga hal yang terkait pelayanan publik.

Jumlah wisatawan yang datang ke Sumbar pun mengalami peningkatan. Ini bisa dilihat dari penumpang maupun jumlah penerbangan yang datang dari Singapur ke Padang, dan Kuala Lumpur ke Padang. Maka, keberadaan GATF patut diapresiasi karena mendorong orang untuk berwisata, termasuk ke Sumbar.

Jika Garuda melakukan promosi di berbagai kota dengan mengadakan GATF, demikian pula Pemprov Sumbar dan pemkab/kota yang juga gencar melakukan promosi. Promosi ini baik dilakukan dengan iklan di media cetak dan elektronik maupun mendatangi lokasi promosi. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, seperti alam, budaya, kuliner, geopark, sejarah, kehidupan beragama, maka diperlukan promosi yang gencar agar semakin banyak orang yang mengetahui berbagai kelebihan pariwisata Sumbar. Semakin banyak orang yang mengetahui pariwisata Sumbar maka akan semakin banyak orang datang ke Sumbar. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka banyak uang masuk sehingga ekonomi bergerak dan meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 11 April 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>