«

»

Lebaran, Saling Memaafkan

13 Juni 2018

Alhamdulillah, kita telah sampai di penghujung bulan Ramadan. Bulan yang di dalamya ada ampunan dari Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa melakukan puasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak hanya melakukan puasa, yang melakukan salat malam pun akan mendapatkan ampunan Allah Swt. “Barangsiapa melakukan salat malam Ramadan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Saw bersabda, “Tiada seorang hamba pun yang melaksanakan salat lima waktu, melaksanakan puasa Ramadan dan menjauhi tujuh dosa besar, melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga pada hari kiamat, sampai suara pintu-pintu surga itu berderit-derit”. Kemudian Rasulullah Saw membacakan surat An-Nisa ayat 4 yang artinya, “JIka kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian diperintahkan untuk menjauhinya, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil) kalian” (HR. An-Nasai, Al-Hakim, Ibnu Hibban).

Berpuasa sebulan penuh dengan pola dan waktu makan yang berubah di satu sisi telah menjadikan tubuh memiliki istirahat yang cukup lama, dari subuh hingga maghrib. Tubuh diajak untuk mengurangi tenaga yang dihasilkan sehingga menyebabkan jiwa mampu mengendalikan amarah. Selain itu jiwa dan akal diajak untuk merasakan bagaimana menjadi kaum dhuafa, yang hidup kekurangan, termasuk kurang dalam memenuhi makannya. Dan di ujung bulan Ramadan, hingga sebelum salat Iedul Fitri, baik kaya maupun miskin diwajibkan membayar zakat fitrah, yang mencerminkan bahwa kepedulian dalam Islam bukan bagi yang mampu dan berada saja, tetapi juga bagi yang lemah dan kekurangan. Siapa saja tanpa kecuali mesti memberi dan peduli kepada sesama.

Selama sebulan, tubuh, jiwa dan akal mengikuti kegiatan ibadah puasa, diajak untuk berpikir, merasakan dan mengimani firman Allah Swt dan sabda Rasulullah Saw. Maka jika proses itu semua diikuti dengan baik insya Allah akan memunculkan ketundukan dan kepasrahan kepada Allah Swt yang jauh dari kesombongan, memunculkan perasaan yang empati kepada sesama sehingga amarah berganti dengan keinginan untuk memberi sekaligus meminta maaf, memunculkan jiwa yang sepertinya lahir kembali sehingga siap untuk menjadi pribadi yang takwa yaitu mematuhi segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Maka , betapa nikmatnya ketika kita usai melaksanakan puasa kemudian keesokan paginya melaksanakan salat ied dengan diawali mengumandangkan kebesaran Allah Swt. Ada kebahagiaan yang tak bisa dinilai dengan materi. Ada jiwa yang merasakan ketenangan, kenyamanan, dan nikmatnya bersaudara, bermasyarakat. Sehingga setelah salat ied dengan tulus ikhlas kita saling memberi maaf dan saling meminta maaf.

Suasana silaturahmi yang kental dengan keakraban, kehangatan, keikhlasan, merupakan dampak dari puasa yang kita lakukan selama sebulan penuh. Sungguh suatu proses yang demikian baiknya yang diberikan Allah Swt kepada hambaNya. Di Indonesia, semangat silaturahmi ini ditradisikan dengan kegiatan open house maupun halal bihalal. Baik dalam lingkup sekolah, kantor, alumni, dan lainnya.

Kita merasakan suasana yang memberikan energi baru untuk melanjutkan kehidupan dengan bersilaturahmi. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga puasa kita pada tahun ini diterima Allah Swt, demikian pula ibadah kita yang lainnya, termasuk zakat, infak dan sedekah. Dan dengan saling memberi dan meminta maaf, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan sehingga bisa meraih kesuksesan yang diridai Allah Swt.

Di samping itu, semoga kita bisa membudayakan memberi maaf dan meminta maaf, tidak saja di saat lebaran, tetapi juga di waktu lain. Kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja, mari kita selalu budayakan minta maaf dan beri maaf.

Bagi para perantau yang berlebaran di kampungnya pada tahun ini, semoga suasana silaturahmi di kampung bisa menjadi penyemangat ketika kembali ke rantau, dan kembali ke rantau dengan selamat. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Posmetro Padang, Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>