«

»

Stasiun Naras

27 Maret 2019

Pada 22 Maret 2019 Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meresmikan Stasiun Naras yang terletak di Pariaman. Dengan diresmikannya Stasiun Naras maka jalur kereta api yang tadinya Stasiun Padang – Stasiun Pariaman bertambah panjang menjadi Stasiun Padang – Stasiun Naras.

Panjang jalur Stasiun Pariaman – Stasiun Naras sekitar 7 km. Stasiun Naras dulunya pernah beroperasi. Dan kemudian non aktif sekitar 20 tahun lamanya. Kini stasiun tersebut diaktifkan kembali keberadaanya atau direaktivasi.

Ada beberapa jalur kereta api yang akan direaktivasi di Sumbar, seperti jalur Simpang Aru – Muaro, dan jalur menuju Teluk Bayur. Kemudian juga jalur Padang – Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh yang masih didesain. Selain itu untuk jalur antar provinsi masih disiapkan, yaitu antara Stasiun Muaro Sijunjung – Stasiun Lipat Kain (Sumbar – Riau).

Dalam sambutan Menteri Perhubungan ketika meresmikan Stasiun Naras, beliau sempat menyampaikan akan menambah jalur kereta api dari Naras ke Sungai Limau. Peresmian Stasiun Naras merupakan respon positif pemerintah pusat yang menindaklanjuti program reaktivasi jalur atau stasiun kereta api di Sumbar.

Program reaktivasi adalah kegiatan mengaktifkan kembali jalur yang pernah hidup di masa dahulu yang kemudian nonaktif. Jalur atau relnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dengan program reaktivasi, maka semakin banyak orang yang memilih moda kereta api karena bisa mempercepat perjalanan dan menghindari kemacetan serta berbiaya murah.

Salah satu bukti moda transportasi kereta api semakin diminati adalah pernyataan Wali Kota Pariaman yang menyampaikan bahwa jumlah pengguna kereta api Padang – Pariaman PP selama tahun 2018 mencapai 1,2 juta orang. Beliau bahkan mengajukan permohonan kepada Menteri Perhubungan penambahan satu gerbong barang, yang bisa membantu pergerakan para pedagang.

Moda transportasi yang murah dan anti macet seperti kereta api, wajar menjadi pilihan banyak orang. Kereta api Padang – Pariaman pada hari kerja umumnya ramai dengan para pegawai. Dan pada akhir pekan, ramai dengan wisatawan.

Kereta api sebagai moda transportasi andalan, sesungguhnya ada di berbagai kota-kota dunia. Dan moda transportasi ini bisa semakin berkembang karena dukungan pemerintah. Karena memang tidak selalu menguntungkan. Sehingga perlu adanya subsidi dari pemerintah.

Jenis kereta pun ada berbagai rupa dan nama, di antaranya kereta commuter, mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), monorail, trem, kereta cepat, kereta berlokomotif, kereta penumpang, kereta barang, kereta bandara, kereta bawah tanah, kereta layang, kereta antarprovinsi, kereta antarnegara, dan lainnya.

Tidak kalah dengan negara maju, Pemerintah di DKI Jakarta pada bulan Maret 2019 sudah mengoperasikan MRT. Sementara Pemerintah Sumatra Selatan juga sudah mengoperasikan LRT di Palembang sejak pelaksanaan Asian Games 2018. Dan di Sumbar sendiri, sudah ada kereta bandara, yang merupakan provinsi ketiga yang mengoperasikannya pada Mei 2018 setelah Sumut dan Cengkareng. Ini menunjukkan bahwa moda transportasi kereta merupakan pilihan yang sesuai untuk memfasilitasi pergerakan orang, dan juga menghindari kemacetan.

Keberadaan kereta api terbukti membantu pergerakan orang lebih cepat, sehingga juga memberikan pengaruh kepada pergerakan ekonomi. Jika dikaitkan dengan program reaktivasi kereta api Padang – Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh, maka bila sudah berjalan jalur ini akan turut mendorong percepatan peningkatan ekonomi. Karena terjadi perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih cepat dan massal.

Kita ketahui bersama bahwa selama ini jalur jalan Padang – Bukittinggi sering mengalami penumpukan kendaraan (kemacetan) di beberapa titik sehingga memperlambat laju kendaraan. Ini artinya juga memperlambat pergerakan ekonomi.

Jalur kereta Padang – Bukitinggi, meskipun jalurnya sudah ada namun sebagian sudah dipergunakan untuk berbagai keperluan banyak orang. Sehingga butuh upaya khusus untuk membebaskan jalur tersebut dari berbagai halangan yang ada.

Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat yang menindaklanjuti program reaktivasi jalur kereta api di Sumbar sehingga satu persatu jalur yang non aktif hidup kembali. Serta juga kepada para pemangku kepentingan terkait di Sumbar yang telah bersama-sama memberikan dukungan penuh untuk program reaktivasi jalur kereta api.

Tak lupa kami juga mengajak masyarakat, khususnya penumpang kereta untuk memelihara keberadaan stasiun dan kereta api yang sudah ada, serta menjaga ketertiban dalam menggunakan kereta api. Sehingga sarana dan prasarana perkeretaapian bisa berfungsi maksimal melayani masyarakat.

Insya Allah, program reaktivasi jalur kereta api ini akan memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi, termasuk pelaku UMKM. Maka, mari kita sama-sama menjaga fasilitas, sarana dan prasarana perkeretaapian yang sudah ada di Sumbar agar bisa dinikmati oleh banyak orang. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 27 Maret 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>