«

»

Minangkabau Cup

4 April 2019

Pada 23 Maret 2019 saya menghadiri final sekaligus penutupan Minangkabau Cup. Dari pertandingan yang telah diselenggarakan, hasil akhirnya sebagai berikut: Juara 1 diraih oleh Tim Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Juara 2 diraih oleh Tim Kecamatan Guguak Kab. 50 Kota. Juara 3 diraih Tim Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang. Dan Juara 4 diraih oleh Tim Kecamatan Kuranji Kota Padang. Saya ucapkan selamat atas kemenangan yang sudah diraih. Semoga bisa memotivasi para pemain dan pelatih untuk berprestasi lebih baik lagi ke depannya.

Minangkabau Cup diikuti oleh 160 tim dari 179 kecamatan di Sumbar, yang meliputi 19 kabupaten/kota. Serta terdiri dari lebih 3500 pemain dan 1100 ofisial, dan rata-rata 2,8 gol setiap pertandingan. Minangkabau Cup sendiri sudah berjalan dua periode. Prestasi Minangkabau Cup di luar bidang olahraga adalah meraih rekor Muri sebagai kompetisi olahraga tingkat daerah dengan peserta terbanyak. Ini patut diapresiasi oleh kita semua. Karena menghidupkan olahraga kompetisi di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.

Lebih dari 340 pertandingan yang dilakukan selama kejuaraan Minangkabau Cup dengan menerapkan skema pertandingan seperti piala dunia. Dan karena banyak tim yang ikut dari berbagai kecamatan, penontonnya pun cukup banyak. Bahkan untuk satu tim atau satu kecamatan saja, begitu banyak orang yang bersemangat memberikan dukungan, baik moril maupun materil. Sehingga aura yang muncul bagi sebagian masyarakat adalah seperti ajang piala dunia. Bahkan para kepala daerah pun turut semangat dalam membela dan mendukung tim yang berasal dari daerahnya.

Selain semangat bertanding sepak bola semakin hidup di masyarakat, dampak lain dari Minangkabau Cup adalah turut menggerakkan ekonomi di sekitar tempat-tempat pertandingan serta hal yang terkait dengan jalannya pertandingan tersebut. Dan dampak positif lainnya dari Minangkabau Cup adalah menggerakkan anak-anak muda usia 20 tahunan dari berbagai pelosok menunjukkan bakatnya bermain bola. Kegiatan ini insya Allah juga berperan dalam mencegah generasi muda dari pengaruh narkoba, pergaulan bebas dan kerusakan moral lainnya.

Satu hal yang saya turut apresiasi juga adalah bahwa Minangkabau Cup ini tidak menggunakan APBD, murni peran serta berbagai kelompok masyarakat, termasuk para sponsor.

Minangkabau Cup telah memunculkan bibit-bibit baru yang muncul dari pertandingan ini. Mereka juga telah dipantau oleh tim pencari bakat. Sehingga semakin banyak pemain berkualitas yang nantinya akan ikut mewakili Sumbar di ajang olah raga tingkat nasional seperti PON maupun bermain di klub sepak bola asal Sumbar. Selain mewakili Sumbar maupun bermain di klub asal Sumbar, para pemain yang menunjukkan bakatnya ini juga ada yang bermain di klub daerah lain.

Jika dilihat dari segi level liga, beberapa pemain berbakat di Minangkabau Cup telah masuk ke klub liga satu. Dan sekitar 80 persen mereka yang bermain di Minangkabau Cup masuk di klub liga 2 dan 3. Dengan adanya Minangkabau Cup, mereka yang memiliki bakat di bidang sepak bola bisa memperlihatkan kemampuannya kepada para penonton, panitia, dan tim pencari bakat. Sehingga bisa menjadi ajang untuk memfasilitasi antusiasnya para pemain berbakat di berbagai kecamatan.

Dengan banyaknya pemain dan pertandingan, dampak lain dari Minangkabau Cup adalah sebagai ajang silaturahmi. Baik antar pemain, pelatih dan ofisial, penonton, serta panitia. Dengan silaturahmi, juga ikut memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat di Sumbar, khususnya mereka yang menaruh perhatian di olah raga sepak bola. Selain itu, ada pula dampak eksternal positif, yaitu beberapa provinsi seperti Riau, Kalimantan Utara berencana akan mengikuti jejak Minangkabau Cup yang dinilai cukup sukses.

Minangkabau cup telah memunculkan semangat para pecinta sepak bola, baik pemain, pelatih maupun penonton untuk berpartisipasi aktif di kompetisi ini. Sehingga turut memajukan dunia persepakbolaan di Sumbar.

Saya mengapresiasi Minangkabau Cup ini, yang bisa berjalan baik dengan dukungan para sponsor, masyarakat maupun para tokoh yang ada di Sumbar maupun rantau. Beberapa nama yang mungkin sudah tidak asing lagi seperti Nil Maizar dan Indra Syafri turut memberikan dukungannya di Minangkabau Cup ini.

Selain itu, Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Fakhrizal yang hadir di final Minangkabau Cup juga menyumbang dana untuk hadiah pembinaan para juara atau yang terbaik senilai 100 juta rupiah. Saya yang duduk bersebelahan dengan Kapolda Sumbar mendengar langsung Kapolda menanyakan kepada panitia perihal apakah masih ada dana yang dibutuhkan untuk hadiah pembinaan para juara. Dan panitia turut mengumumkan sumbangan dari Kapolda Sumbar untuk hadiah pembinaan para juara atau yang terbaik.

Menutup tulisan ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia Minangkabau Cup yang sukses mengelola pertandingan dengan baik, para pemain, pelatih, ofisial, masyarakat, dan pihak terkait lainnya yang menyukseskan perhelatan ini. Juga tak lupa kepada para sponsor yang telah berkontribusi sehingga pertandingan bisa berjalan. Dan juga kepada para donatur pribadi, di antaranya Kapolda Sumbar, yang telah memberikan dukungan terhadap Minangkabau Cup ini.

Semoga partisipasi seluruh lapisan masyarakat di Sumbar dan rantau menyukseskan Minangkabau Cup bisa memunculkan bintang-bintang baru sepak bola, menggerakkan ekonomi masyarakat, mengajak generasi muda berkegiatan positif, dan meningkatkan silaturahmi. Kebersamaan yang terjalin baik, insya Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Dan semoga Minangkabau Cup bisa berlanjut di tahun berikutnya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 4 April 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>