«

»

Lebaran dan Silaturahmi

31 Mai 2019

Alhamdulillah, kita diberikan kesempatan oleh Allah Swt untuk beribadah di bulan puasa tahun ini. Sudah sepantasnya kita mensyukuri kesempatan ini. Karena peluang untuk mendapatkan pahala dan ganjaran langsung dari Allah Swt masih bisa kita raih.

Tak terasa puasa yang kita jalani sudah semakin mendekati ujungnya. Jika di awal puasa kita merasa letih, lesu, dan mungkin lapar, maka semakin mendekati akhir puasa, fisik kita sudah terlatih sehingga stamina bisa terjaga.

Selain itu amal ibadah yang sudah kita lakukan selama Ramadan telah memberikan manfaat yang positif bagi spiritualitas diri kita. Puasa, menahan lapar dan haus, juga menahan amarah dan syahwat seksual. Hal ini menjadikan diri kita berada di tingkat spiritualitas yang tinggi. Yang menjadikan diri kita kembali kepada fitrah sebagai manusia.

Di akhir Ramadan kita juga menunaikan pembayaran zakat fitrah sebagai upaya menyucikan diri kita. Zakat fitrah berbeda dengan zakat harta. Jika zakat harta ada syarat batas minimal harta, maka zakat fitrah tidak terikat kepada jumlah harta seseorang. Zakat fitrah untuk menyucikan diri seseorang. Sedangkan zakat mal untuk menyucikan harta seseorang.

Setelah sebulan berpuasa, maka kita merayakan lebaran. Setelah sebulan mengendalikan diri menahan amarah dan syahwat, jiwa yang fitri menjadikan mudah saling bermaafan di momen lebaran.

Pada momen lebaran, kita saling kunjung, baik antar keluarga, rekan sekantor, pengurus organisasi, atau alumni sekolah. Di samping itu, di bulan Syawal kita juga sudah terbiasa mengadakan halal bihalal, sebagai sarana untuk silaturahmi dan saling bermaafan.

Selain itu, di momen lebaran para perantau melaksanakan acara pulang basamo untuk berkumpul di kampung halaman. Bersua dengan keluarga, teman, kerabat, saudara, dan yang lainnya. Dan kemudian banyak juga yang mengagendakan bepergian ke tempat wisata di momen lebaran yang suasananya lebih istimewa dibanding hari biasa.

Momen lebaran adalah momen berkumpul, membagi kebahagiaan antar sesama. Terutama sesama keluarga. Silaturahmi dijalani dengan tulus hati, bertemu dengan berbagai ragam orang, saling memberikan senyum dan permohonan maaf dan juga memberi maaf. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “Bagi siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin silaturahmi.” (HR. Mutafaq Alaih).

Di hari kita saling bermaafan, betapa hati terasa lapang, hidup terasa indah, padahal mungkin kondisi kita biasa saja secara ekonomi. Itulah berkah Ramadan. Dari mengendalikan nafsu syahwat dan amarah, serta memperbanyak ibadah, hingga kemudian saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan di saat lebaran.

Dengan suasana lebaran yang demikian, semoga bisa menyambung tali silaturahmi antar anak bangsa. Karena pada tahun ini ada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang dilakukan sebelum puasa dan lebaran. Sehingga suasana kompetisi membuat seolah-olah kita terbelah, padahal sebelumnya kita adalah bangsa yang satu. Semoga suasana lebaran bisa mempersatukan ikatan yang tercerai, sehingga kita memiliki energi positif untuk membangun diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Semoga momen lebaran menjadikan kita manusia yang kembali kepada fitrahnya. Sehingga ke depan tidak lagi berbicara tentang perbedaan, tetapi persatuan. Energi kita pun bisa disalurkan kepada berbagai hal positif yang bisa memberikan kebaikan kepada diri kita, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Dalam kompetisi, akan selalu ada kemenangan dan kekalahan. Dan ada saluran resmi yang sudah disiapkan sesuai aturan untuk pengaduan. Jika keputusan sudah ditetapkan, maka semoga kita bisa menerimanya dengan hati lapang.

Mari kita tatap masa depan yang penuh harapan. Kita persiapkan dari sekarang, dengan melihat berbagai pengalaman yang sudah ada. Kemenangan dan kekalahan yang dialami akan lebih baik dijadikan bahan evaluasi untuk mencapai yang terbaik di masa berikutnya.

Dan momen lebaran adalah titik awal untuk menyiapkan diri ke depan. Memulai kehidupan baru dengan bersilaturahmi saling bermaafan. Mari kita kuatkan persatuan di antara kita. Jangan biarkan kita lemah karena terbelah. Mari manfaatkan momentum lebaran ini untuk saling menghormati dan mengasihi sesama kita. Mari kita jaga kampung kita dan kita bangun kampung kita dengan persatuan yang kokoh. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 31 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>