«

»

Bank Nagari Syariah

13 Desember 2019

Dalam RUPS Luar Biasa yang dihadiri para pemegang saham Bank Nagari pada 30 November 2019, alhamdulillah secara aklamasi disetujui pengkonversian Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah. Bank Nagari diberi waktu paling lama dua tahun untuk melakukan konversi.

Keputusan konversi ini mendapat respon positif dan antusiasme dari pegawai Bank Nagari, nasabah Bank Nagari, pemangku kepentingan, dan juga masyarakat.

Keinginan atau usulan dari para pemegang saham agar Bank Nagari dikonversi menjadi Bank Nagari Syariah sebenarnya sudah cukup lama, yaitu ketika direktur utama dijabat oleh Suryadi Asmi. Kajian yang dilakukan pada waktu itu belum tuntas untuk mengarah kepada pengambilan keputusan, karena baru kajian internal di Bank Nagari.

Seiring berjalannya waktu, kajian juga dilakukan oleh konsultan dan perguruan tinggi dengan melakukan survei atau penelitian secara resmi. Hasil kajian tersebut dibawa ke RUPS. Setelah mendapatkan hasil kajian tersebut maka secara aklamasi di RUPS diputuskan Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah.

Pengambilan keputusan konversi ini sudah melalui proses pengambilan keputusan seperti yang ada di perusahaan atau dunia perbankan, yaitu melalui RUPS untuk memutuskan konversi ke sistem syariah. Selain itu, masyarakat dan pihak terkait juga diminta tanggapannya.

Sebenarnya, jika mengacu kepada pendapat para ulama, bank sebaiknya dijalankan berdasarkan prinsip syariah, sesuai tuntunan agama. Namun demikian, untuk mengubah Bank Nagari menjadi bank syariah butuh proses. Yaitu di antaranya berupa sosialisasi tentang bank syariah, survei, dan mendengarkan masukan dari masyarakat yang hasilnya dibawa ke RUPS.

Dengan falsafah hidup masyarakat “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”, maka konversi menjadi bank syariah adalah sebuah keniscayaan bagi Bank Nagari serta kebutuhan bagi masyarakat Sumbar. Dan jika nantinya dijalankan dengan amanah, profesional, dan berintegritas, insya Allah bisa membawa keberkahan bagi Bank Nagari dan keuntungan bagi masyarakat Sumbar.

Konversi bank daerah menjadi bank syariah sebelumnya sudah dilaksanakan oleh NTB dan NAD (Aceh). Sejauh ini, operasional kedua bank yang sudah dikonversi tersebut bisa berjalan dengan baik. Bahkan dengan konversi ke syariah, mereka bisa meraih laba yang lebih tinggi serta terjadi kenaikan cukup tinggi dalam penyimpanan dana seperti tabungan, giro dan deposito. Dengan kondisi sosial keagamaan masyarakat Sumbar yang tidak jauh berbeda dengan Aceh dan NTB, semoga konversi Bank Nagari bisa berjalan lancar.

Konversi ke sistem syariah juga merupakan dalam rangka melaksanakan amanat dari Presiden Jokowi untuk memajukan keuangan syariah dalam pembangunan ekonomi nasional. Tindakan riil dari pemerintah pusat terkait hal tersebut adalah, pada tahun ini pemerintah pusat membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam pembangunan nasional.

Dengan keputusan untuk konversi ke sistem syariah, yang tak kalah penting adalah konversi tersebut tidak menghilangkan apa (pelayanan) yang sudah bisa dinikmati oleh para nasabah ketika masih di sistem konvensional. Jangan sampai ketika konversi ke sistem syariah dilakukan justru mengurangi benefit yang sudah didapat oleh nasabah ketika masih di sistem konvensional. Nasabah-nasabah besar dan nasabah lainnya juga perlu diberikan keyakinan bahwa dengan sistem syariah tidak akan mengurangi apa yang sudah didapat di banding dengan sistem konvensional.

Implementasi sistem syariah diharapkan memberikan lebih banyak manfaat dibanding sistem konvensional. Untuk itu jajaran Bank Nagari perlu bekerja keras agar pergantian sistem bisa berjalan baik dan lancar. Berbagai masalah teknis operasional perbankan diharapkan bisa diselesaikan sesuai tenggat waktu.

Selain itu, segala kekhawatiran yang ada terkait konversi syariah Bank Nagari, insya Allah tidak akan terjadi. Belajar dari perjalanan Bank Aceh dan Bank NTB yang sudah dikonversi ke sistem syariah, ada berbagai hal positif yang bisa diambil oleh Bank Nagari. Misalnya, dalam hal masa transisi Bank NTB membutuhkan waktu hanya 2 semester, dan setelah itu bisa normal berkiprah dalam pembangunan daerah. Demikian juga dengan Bank Aceh, yang membutuhkan waktu transisi tidak terlalu lama, dan mengalami perubahan positif dalam hal laba dan simpanan masyarakat.

Di luar hal tersebut, dukungan seluruh masyarakat Sumbar dan perantau serta seluruh pihak terkait juga sangat penting untuk berjalannya Bank Nagari Syariah. Jika ada masyarakat yang selama ini menyimpan uang masih “di balik bantal” atau merasa belum cocok karena Bank Nagari belum sistem syariah, maka diharapkan bisa menyimpan dananya di Bank Nagari Syariah.

Hal positif yang insya Allah akan didapatkan setelah konversi ke sistem syariah, bisa lebih dinamis ikut di dalam perkembangan industri halal, wisata halal, yang pertumbuhannya semakin tinggi. Selain itu, juga bisa memaksimalkan potensi yang ada di Sumbar dan rantau.

Seperti diketahui, Indonesia masuk ke dalam top 10 player dunia di sektor Islamic finance, halal travel, dan modest fashion versi State of the Global Islamic Economy (SGIE). Indonesia juga berada di urutan pertama tujuan wisata ramah muslim versi Global Muslim Travel Index 2019.

Gubernur Bank Indonesia dalam suatu acara juga menyatakan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kita harapkan, Bank Nagari yang nantinya konversi ke sistem syariah bisa menjadi bagian dari hal tersebut dan mengambil peluang yang ada.

Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait, para pemangku kepentingan, seluruh lapisan elemen masyarakat yang telah memberikan dukungannya kepada kami untuk mengkonversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah.

Semoga Allah Swt meridai keputusan konversi ini dan kita senantiasa berharap pertolonganNya untuk melaksanakan salah satu bagian dari ajaranNya. Semoga kehidupan masyarakat di Sumbar semakin bertambah berkah dengan konversi ini. Dan jajaran Bank Nagari pun juga mendapatkan keberkahannya. Amin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 13 Desember 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>