«

»

Anugerah Syariah Republika

29 November 2019

Pada 19 November 2019 dalam acara Anugerah Syariah Republika di Jakarta, kami terpilih sebagai Kepala Daerah Terinovatif dalam Pengembangan Wisata Halal. Anugerah Syariah ini di satu sisi menunjukkan adanya pengamatan dan perhatian dari pihak luar tentang perkembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Sumbar. Di sisi lain anugerah Syariah ini memotivasi kami untuk terus berinovasi mengembangkan pariwisata di Sumbar dengan berpegang pada falsafah hidup masyarakat Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Dan alhamdulillah, masyarakat mendukung pembangunan pariwisata yang kami lakukan bersama dengan pemkab/pemko serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata Sumbar.

Selain itu, anugerah Syariah yang diberikan Republika kepada kami juga mencerminkan kerja keras seluruh pemangku kepentingan pariwisata Sumbar yang telah memberikan kontribusinya sehingga lambat laun pariwisata menjadi bagian dari penggerak ekonomi yang berpengaruh di Sumbar. Sehingga berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi kepada seluruh pihak terkait.

Dalam konteks wisata halal, nama Sumbar sudah semakin dikenal di mancanegara. Di antaranya berkat predikat world’s best halal destination, dan world’s best halal culinary destination yang sudah didapatkan Sumbar beberapa waktu lalu. Selain itu beberapa waktu sebelumnya CNN Travel menobatkan rendang sebagai makanan terlezat di dunia. Di dalam negeri Sumbar juga mendapat predikat destinasi wisata halal terbaik dan destinasi kuliner halal terbaik dari Kementerian Pariwisata RI. Sumbar juga masuk ke dalam destinasi wisata unggulan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI.

Pemerintah pusat telah mentargetkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada 2019 sebesar 18 juta orang. Ini artinya masing-masing daerah memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi mewujudkan target yang sudah ditetapkan pemerintah.

Guna meningkatkan kunjungan wisatawan asing maupun domestik, harus ada inovasi yang dilakukan. Karena potensi pariwisata masing-masing daerah umumnya memiliki kesamaan, seperti keindahan alam yang ada di masing-masing daerah. Bahkan jika dibandingkan juga dengan negara tetangga, mereka juga memiliki keindahan alam sebagai potensi pariwisatanya. Untuk itu, dengan berinovasi diharapkan muncul daya tarik baru yang bisa mengajak wisatawan datang ke daerah.

Wisata syariah atau wisata halal adalah salah satu inovasi di bidang pariwisata. Karena hal ini baru dimunculkan beberapa tahun belakangan. Wisata halal mengarah kepada wisata yang ramah keluarga atau family friendly. Dalam hal ini keluarga muslim. Maka, ketika keluarga muslim berwisata mereka akan membutuhkan penginapan yang bisa mengakomodasi akan ibadahnya dan juga makanannya yang halal. Selain itu pelayanan yang diberikan juga sesuai dengan ajaran Islam, seperti pakaian dari pegawai penginapan, rumah makan, maupun destinasi wisata.

Sumbar dengan masyarakat mayoritas muslim, telah memiliki beberapa hal yang mendukung wisata halal. Seperti penjualan makanan halal. Warga Sumbar memasak makanan mereka dengan cara halal dan memasak makanan yang halal. Sehingga makanan yang dijual di berbagai rumah makan, warung, toko, pasar, dan lainnya adalah makanan halal.

Demikian juga dengan ketersediaan sarana ibadah, rumah ibadah banyak bertebaran di berbagai pelosok Sumbar. Bahkan tidak sedikit yang lokasinya bisa dijadikan sebagai destinasi wisata, selain sebagai tempat ibadah. Namun untuk yang ada di destinasi wisata, satu persatu perlu diperbaiki kualitasnya agar wisatawan nyaman berwisata sekaligus bisa tetap beribadah. Kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait agar fasilitas ibadah di destinasi wisata bisa diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

Di luar dari wisata syariah atau wisata halal, bersyariah bagi masyarakat Sumbar yang beragama Islam merupakan suatu keniscayaan. Bersyariah bukan hanya dalam hal melaksanakan ibadah dan memakan makanan halal, tetapi juga dalam bekerja dan berusaha, bermasyarakat, harus sesuai dengan syariah. Sehingga adanya wisata syariah juga mendapat dukungan masyarakat. Karena sesuai dengan falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat di Sumbar maupun perantau, serta para pemangku kepentingan, untuk terus mendukung pembangunan pariwisata di Sumbar, terutama wisata halal. Karena potensi wisata halal ini dari tahun ke tahun semakin besar. Pada tahun 2020 diprediksi akan ada 158 juta wisatawan muslim global yang melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi wisata di dunia, terutama negara-negara berpenduduk muslim. Sedangkan pada 2021 diprediksi oleh State of the Global Islamic Economic Report tahun 2016/2017 pengeluaran wisata global yang dilakukan oleh umat Islam berjumlah 243 miliar dolar AS.

Tidak mengherankan jika negara yang bukan mayoritas penduduknya muslim berusaha menarik wisatawan muslim datang ke negaranya. Jika negara yang penduduk muslimnya sangat sedikit dan bukan mayoritas seperti Jepang dan Thailand sangat antusias mengembangkan wisata halal di negara mereka, maka sudah seharusnya kita yang mayoritas muslim lebih antusias lagi mengembangkan wisata halal di negara/daerah kita.

Yang juga penting terkait wisata halal ini, wisatawan yang bukan beragama Islam pun tetap bisa menikmati wisata halal. Karena konsep wisata halal bukan untuk memisahkan antara wisatawan muslim dan yang bukan, tetapi wisata yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga muslim ketika mereka berwisata, seperti makanan halal. Makanan halal bagi muslim juga bisa dimakan oleh yang orang beragama lain, seperti Nasi Padang yang sudah terkenal kelezatannya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang, 29 November 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>