«

»

Ekonomi Bangkit di Era Produktif dan Aman Covid

23 Juni 2020

Semenjak pemberlakuan New Normal atau Tatanan Hidup Baru Produktif dan Aman Covid di Sumbar pada 8 Juni 2020, pemulihan ekonomi pun juga ikut dilakukan. Karena berlakunya New Normal memberi peluang aktivitas ekonomi untuk bangkit kembali. Sebelumnya, PSBB diterapkan selama tiga tahap sehingga membatasi bergeraknya aktivitas ekonomi dan beberapa sektor lainnya dengan maksud mengendalikan penyebaran virus.

Semakin lama PSBB, ternyata semakin membuat ekonomi terpuruk. Pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan I 2020 masih positif, dan pada triwulan II 2020 diprediksi bakal menurun karena adanya PSBB namun tetap positif. Maka di era New Normal ini merupakan momentum pemulihan ekonomi.

Pemulihan ekonomi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) V adalah perubahan keadaan di bidang ekonomi dalam pola konjungtur yang ditandai oleh meningkatnya kembali produksi, konsumsi, lapangan kerja, jumlah uang yang beredar, dan permintaan kredit.

Sektor pariwisata dan yang terkait merupakan salah satu prioritas yang mulai digerakkan dan mendapatkan dukungan dari Pemprov Sumbar serta para pemangku kepentingan dan pentahelix pariwisata. Karena selain cukup parah, dampak ikutannya juga cukup luas. Jika mengacu kepada struktur PDRB Sumbar 2019 Berdasar Lapangan Usaha, persentase kontribusi sektor terkait pariwisata pada pembentukan PDRB adalah sebesar 16,02%.

Namun, sektor di luar pariwisata juga perlu perhatian. Seperti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Berdasarkan struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha di Sumatra Barat tahun 2019, sebanyak 22,17% kontribusi PDRB disumbang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (termasuk peternakan dan perkebunan). Jumlah penduduk yang menggantungkan hidupnya di sektor ini jumlahnya sekitar 50% dari total penduduk secara persentase.

Selain itu beberapa lapangan usaha yang persentasenya cukup besar dalam struktur PDRB Sumbar, di antaranya: 1. Perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, dan 2. Konstruksi (jika digabung 1 dan 2, kontribusinya kepada PDRB sebesar 25,89%)

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami dampak pandemi Covid-19. Tapi bukan merupakan yang terparah. Karena pelaku usaha di sektor ini masih bisa berproduksi dan menjual produknya sehingga dibeli konsumen. Tapi tetap tidak bisa maksimal.

Untuk itu, pemerintah perlu memberikan bantuan kepada pelaku usaha di berbagai sektor ini dan juga sektor lainnya agar pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam hal terkait kredit pelaku usaha, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah meminta perbankan mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit kepada pelaku usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19. Di antaranya berupa keringanan kredit dan restrukturisasi kredit.

Keringanan kredit adalah seperti menunda pembayaran kredit karena nasabah memiliki beban keuangan yang cukup berat ketika pelaksanaan PSBB. Sedangkan di era New Normal, mereka butuh waktu memulihkan usahanya agar bisa bangkit dan bergerak lagi. Sehingga bisa melunasi kembali kredit mereka.

Sementara reschedule diberikan jika setelah waktu tertentu bisa dipastikan nasabah bisa kembali membayar kreditnya. Sedangkan restrukturisasi kredit terkait tentang mengubah struktur akad perjanjian kredit. Seperti perubahan waktu jatuh tempo dan cara membayar kredit setelah pandemi Covid-19.

Kami bersama pemangku kepentingan terkait akan mencoba mengupayakan agar pelaku usaha, termasuk UMKM yang jumlahnya cukup besar, bisa mendapatkan bantuan dan juga kebijakan relaksasi dan restrukturisasi. Baik berupa stimulasi, fasilitasi, dan subsidi.

Namun, satu hal yang tak kalah penting dalam pemulihan ekonomi adalah mematuhi aturan kesehatan protokol Covid-19 yaitu mencuci tangan, memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, menjauhi keramaian, menjaga kesehatan dan kebersihan.

Karena sesungguhnya New Normal merupakan kondisi di mana aktivitas ekonomi kembali dijalankan namun harus selalu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjaga kesehatan dan kebersihan. Jika antivirus sudah ditemukan dan bisa menyembuhkan manusia, barulah kita bisa melepaskan masker sesuai petunjuk dari pihak berwenang. Sayangnya, waktunya tidak ada yang tahu dan bisa memastikan.

Semoga pemulihan ekonomi di Sumbar bisa berjalan baik, namun tetap mematuhi aturan kesehatan protokol Covid-19. Sehingga masyarakatpun bisa segera pulih ekonominya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres 23 Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>