Padang, Padek—Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan AkunÂtan Indonesia (IAI), Mardiasmo menilai tata kelola pemerintahan di Indonesia lemah. Ini dikareÂnakan belum adanya sistem peÂngenÂdalian intern. Ditunjukkan dengan penilaian auditor Badan Pemeriksaan KeÂuangan (BPK) masih memÂberikan opini wajar dengan pengeÂcualian (WDP) terhadap laporan keuangan.
â€Tak hanya penilaian auditor BPK, juga ditunjukkan dengan masih maraknya praktik korupsi dan pelayanan publik yang belum baik serta penyerapan anggaran yang masih rendah,†kata MarÂdiasmo, yang juga Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan PemÂbangunan (BPKP) RI itu seusai pelantikan pengurus wilayah IAI Sumbar periode 2012-2016, di aula Gubernuran, Rabu (20/6).
Melihat kondisi itu, MardiasÂmo menyatakan sudah saatnya para akuntan, khususnya di SumÂbar agar profesional lagi, sehingga asumsi masih buruknya lapoÂran keuangan daerah di Sumbar, bisa dieliminir.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengharapkan keberaÂdaÂan IAI itu dapat memberikan kontribusi dan nilai tambah secara konkrit kepada masyarakat. Apalagi, Pemprov memÂbutuhkan tenaga akuntansi daÂlam setiap pelaporan keuangan. Ketua IAI Sumbar terpilih, MuÂnadi Arifin mengharapkan IAI menjadi mitra Pemprov, kabuÂpaten/kota dan bisnis. â€TujuanÂnya untuk mewujudkan transÂpaÂransi dan akuntabilitas pengeloÂlaan keuangan Negara/daerah,†tukasnya. (zil/ad)
Padang Ekspres 21 Juni 2012