«

»

Irwan Undang Tionghoa Perantauan Padang Investasi di Sumbar

11 April 2014

Tajuk.co PADANG – Para pengusaha Tinghoa perantauan asal Padang yang kini tersebar di bebragai penjuru dunia diundang untuk menanamkan investasinya di Sumatera Barat. Banyak ladang investasi yang bisa dimasuki para investor di antaranya geothermal, bijih besi, tambang emas, dan lain sebagainya,

“Jika semua itu dikembangkan dapat digunkan untuk memajukan pembangunan di Sumatera Barat,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam kesempatan reuni para keturunan Tionghoa perantauan asal Padang, Kamis (10/4) di Padang.

Irwan mengungkapkan, sejarah mencatat kehadiran masyarakat Tionghoa di Padang selama ini telah memberi dampak kemajuan ekonomi. Kaum keturunan Tionghoa sudah ada di Padang sebelum jaman Hindia Belanda.

“Kita bahagia dan senang menyambut kedatangan para perantau. Dirasa pertemuan lima hari belum cukup. Mungkin suatu ketika nanti kami ingin ke Hongkong melihat kondisi masyarakat perantau Tionghua Padang di sana,” ujarnya

“Sejarah nenek moyang leluhur Tionghoa Padang perlu kita lestarikan. Jika ada bangunan bersejarah yang mampu membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi dan kerinduan para perantau Tionghoa Padang, silakan dikerjasamakan dengan pemerintah Kota Padang. Sekaligus juga kita memajukan wisata di kota Padang,” imbuh Irwan.

Di kota Padang banyak gedung bersejarah yang memiliki kaitan dengan keturunan Tionghoa yang kurang terawat dengan baik. Jika ditata kembali akan menjadi bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Padang, himpunan masyarakat Tionghoa,  Andreas  menyampaikan, banyak para perantau Tionghoa Padang yang saat ini berdomisi di Hongkong, AS, Beijing, dan berbagai negara lainnya.

“Kegiatan kali ini merupakan kunjungan balasan warga Tionghoa Padang yang ada di Hongkong.  Hari ini kembali kita temu kangen dengan famili di Padang,” kata Andreas.

Para perantau Tionghoa itu, lanjut Andreas,  meninggalkan Kota Padang pada era 1960-1970.

Dalam kesempatan itu Andreas menyampaikan keinginannnya untuk mengaktifkan kembali sekolah Tionghoa,  Sin Hoa.

“Apa pun ketentuan akan kita ikuti agar sekolah dihidupkan kembali,” katanya.(EFS)

tajuk.co 11 April 2014