«

»

Gubernur Kritik Bos Media

6 April 2016

Osmarwan Pimpin SPS Cabang Sumbar

Padang, Padek—Osmarwan Putra terpilih sebagai ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumbar periode 2016-2020. Dia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) SPS Sumbar yang juga dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, di Gedung Auditorium Gubernuran, Selasa (5/4).

Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyentil owner (pemilik modal) media cetak agar mengenyampingkan kepentingan pribadi dan tidak menjadikan media sebagai tunggangan bagi kepentingan pribadi maupun golongan.

“Owner hanya memiliki perusahaan saja, sementara medianya merupakan milik publik. Makanya, hak publik lah mendapatkan pemberitaan yang benar dan objektif,” ujar kader PKS ini.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bila media terkadang tidak kompeherensif menyampaikan informasi. Kondisi ini terlihat di beberapa media elektronik nasional, di mana kepentingan pemilik modal sangat mempengaruhi isi berita yang ditampilkan.

“Saya harap media di Sumbar bisa lebih bijak dalam memberitakan, karena sebuah media cetak akan berhasil bila dijalankan secara profesional dan independen,” jelasnya.

Di Sumbar terdapat tujuh media cetak harian yang menjadi anggota SPS. Sedangkan sekitar 25 media cetak mingguan ataupun tabloid masih menjadi calon anggota SPS.

“Kami akan memverifikasi semua media cetak di Sumbar itu. Bagi media cetak yang lolos verifikasi berhak jadi anggota tetap SPS. Tentunya, juga berhak mengikuti kegiatan-kegiatan SPS, seperti pelatihan dan workshop di Sumbar maupun pusat,” ujar Ketua SPS Cabang Sumbar terpilih, Osmarwan Putra.

Terkait adanya owner yang ikut campur tangan dalam pemberitaan media, Osmarwan mengatakan bahwa Dewan Pers lah muaranya. “Di sini, kami hanya berperan dalam memfasilitasinya saja. Kalau ada laporan, kami fasilitasi dengan melaporkan ke Dewan Pers,” sebutnya.

Direktur SPS Pusat, Asmono Wikan mengakui keberadaan media online menjadi hambatan tersendiri bagi perusahaan pers cetak. Secara global terjadi penurunan. “Namun, semua ini jelas tantangan bagi kita semua,” ungkapnya.

Salah satu caranya, tambah Asmono, melakukan transformasi dan inovasi terhadap konten dan pemasaran. Dengan begitu, bisa membuat pengiklan kembali ke media cetak. Dia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perusahaan pers. (y)

Padang Ekspres, 6 April 2016