«

»

Gubernur: Puasa untuk Menguatkan Mental dan Fisik

15 Juli 2013

Bulan puasa adalah bulan jihad, membuktikan ketangguhan mental, pikiran, dan sikap melawan godaan dan membuktikan hasil kerja yang terbaik.

Padang – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Darul Jadid Lolong Padang (14/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pembangunan Drs Syafrial, Kakanwil Kementrian Agama Ismail Usman, Kakan Kementrian Agama Kota Padang Drs. Yetrizal Khatib, Kadis Pertanian sumbar Ir. Djoni, Kadis Sosial Sumbar Abdul Gafar, SE, MM, Ketua LKAAM Sayuti Dt Panghulu, Ketua MUI Sumbar, Kadis Peternakan Sumbar, Kabiro Bina Sosial Prov. Sumbar Eko Faisal, S.Kom, MM.

Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan pesan pertama berkaitan dengan sikap konsumtif masyarakat di bulan Ramadhan dengan berbelanja berlebihan, yang berisiko terhadap kenaikan harga dan inflasi. Upaya pemerintah adalah bagaimana harga-harga di pasar stabil. Jika tidak tentu akan dilakukan operasi pasar. Kepada pedagang jangan menaikan harga seenaknya, sehingga berpengaruh dalam stabiltas ekonomi.

Pesan kedua, diharapkan masyarakat juga mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketentraman dan menjauhkan diri dari konfik antar masyarakat. Awali hubungan harmonis dimulai dalam keluarga terlebih dahulu kemudian tetangga dan masyarakat, sehingga kita terjauh dari konflik yang tidak perlu serta merugikan kita semua.

Pesan ketiga, jangan jadikan puasa  alasan untuk santai, rehat berlebihan, itu salah besar. Puasa diciptakan bukan untuk bermalas-malasan, Nabi mencontohkan bulan puasa untuk berkerja keras bahkan perang Badar dilakukan pada bulan Ramadhan.

Bulan puasa adalah bulan jihad, membuktikan ketangguhan mental, pikiran, dan sikap melawan godaan dan membuktikan hasil kerja yang terbaik. Hilang dalam pikiran kita puasa itu letih, lemah malas. Jika ini terjadi ini melemahkan Islam.

Pesan keempat, catatan bagi pak Wawako, evaluasi pesantren, dalam pelaksanaan pendidikan nilai-nilai perilaku taqwa. Pendidikan bulan Ramadhan, jika tidak mencapai taqwa berarti ada kegagalan. Kadang kita tidak melihat taqwa dalam kegiatan maupun pendidikan. Allah mensetting bulan ramadhan sebagai pembentukan iman dan taqwa.

Taqwa yang dicapai dijadikan kurikulum pendidikan. Taqwa dalam Al Quran, menjadi bekal, dalam penataan kehidupan, urusan bisa dipermudah dan dihapus keresahan dan diberikan ganjaran besar.Tingkatkan taqwa di bulan Ramadhan sebagai bekal hidup yang lebih baik, ajaknya

Dalam kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan bantuan 42 Al Quran, terjemahan 28 buah, dana Rp 10 juta. Serta juga menyerahkan santuan untuk 11 anak yatim masing-masing Rp. 1.800.000,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>