«

»

Menengok Gubernur di Penghujung Ramadhan: Itikaf, Sahur Bareng Anak Cucu di Mushalla

14 Juli 2015

Suara merdu melantun di mushalla kecil di belakang rumah dinas Gubernur Sumbar di Jalan Sudirman. Suara itu milik sang Gubernur, Irwan Prayitno. Tapi, IP, panggilan akrab Irwan tidak sedang berdendang. Album keduanya sudah di-launching beberapa pekan lalu. IP sedang mengaji. Ya, itulah aktivitas rutinnya di penghujung Ramadhan.

Seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, IP menghabiskan malam-malam di penghujung bulan suci dengan beritikaf. “Ya, sejak malam ke-20 Ramadhan. Sesuai yang dianjurkan Rasulullah saw untuk mengisi malam-malam di penghujung Ramadhan dengan memperbanyak ibadah,” ujar IP.

IP tak sendiri beritikaf. Ia membawa serta anak, istri dan anggota keluarga lainnya. Jadi, setiap malam aktivitas keluarga gubernur itu berpindah dari rumah dinas ke mushala kecil di sebelahnya. Kebersamaan mereka larut dalam lantunan asma-asma Allah SWT.

Kegiatan itikaf dimulai setelah salat Tarawih. Sepanjang malam, mushala kecil di rumah dinas gubernur atau yang lebih dikenal sebagai gubernuran itu penuh dengan aktivitas ibadah. Ada salat malam, zikir terutama sekali qira’ah Quran. Aktivitas ibadah di malam Ramadhan itu berakhir setelah ceramah subuh.

Dipilihnya mushala kecil di rumah dinas gubernur itu sebagai tempat itikaf tak terlepas dari alasan efektivitas. Tempat itu yang terdekat dari keluarga IP. Biasanya, sebelum jadi gubernur, IP dan keluarga beritikaf di masjid yang ada dalam lingkungan Perguruan Islam Adzkia di Taratak Paneh, Paang. Itu kalau kebetulan IP berada di Padang dekat dengan rumah orang tuanya yang bersebelahan dengan komplek Adzkia. Ketika masih menjadi anggota DPR, ia lebih banyak beraktivitas di Jakarta, termasuk menjalani ibadah Ramadhan di sana.

Itikaf adalah aktivitas yang dianjurkan di penghujung Ramadhan. Irwan sendiri berharap Ramadhan kali ini setiap kaum muslimin mendapatkan rahmat, ampunan dari Allah dan predikat takwa. “Semoga Ramadhan kali ini kita mendapatkan maghfiroh, rahmat dan berkah takwa,” ujar Irwan.

Ketika menjadi gubernur, kebiasaan IP beritikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan tetap berlanjut. Sepanjang malam dihabiskan beritikaf di mushala, besoknya IP tetap melaksanakan kegiatan sebagai gubernur seperti biasanya.

“Masih di perjalanan, sedang di Lembah Anai. Barusan dari Padangpanjang,” ujar IP suatu ketika mengabarkan keberadaannya.

Tak ada gurat lelah di wajahnya. Dalam keadaan berpuasa dan sebelumnya beritikaf semalaman, langkah IP tetap agresif. Tak ada aktivitasnya berkurang.

Dalam sehari, ia bisa melaksanakan kegiatan di banyak tempat. Tak hanya kegiatan rutin pemerintahan, IP juga rajin memenuhi undangan masyarakat. Dari undangan organisasi, pengurus masjid, hingga undangan sekolah pun dipenuhi.

“Kalau sedang mendampingi Pak IP mesti siapkan fisik yang prima,” ujar salah seorang staf yang biasa mendampingi Irwan. (*)

Singgalang 14 Juli 2015

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>