«

»

Curah Hujan Tinggi, Waspadai Banjir

7 April 2016

Seiring dengan tingginya intensitas hujan, pemprov minta kabupaten/kota waspadai banjir bandang. Bahkan, pemprov akan menandatangani MoU dengan kabupaten/kota untuk mengatasi banjir bandang.

“Daerah kita rawan bencana alam, berbagai macam bencana ada di Sumbar. Kalau bencana lainnya seperti gempa, gunung api dan tsunami tidak bisa kita prediksi, tapi kalau banjir bandang dapat kita atasi,” sebut Gubernur Irwan Prayitno usai mengadakan rapat penanganan banjir bandang bersama bupati/walikota di gubernuran, Padang, Rabu (6/4).

Dikatakannya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut terkait penanganan hulu sungai. Kesepakatan membentuk tim antisipasi banjir bandang di masing-masing kabupaten/kota.  MoU dilakukan bersama bupati/walikota, TNI, Kepolisian, Basarnas, PMI, para relawan serta pencinta alam.

“Selama ini banjir bandangterus terjadi secara periodik, ada yang empat tahun sekali dan ada dua tahun sekali, maka dari itulah kita mencari kesepahaman untuk mengatasi bencana itu,” terangnya.

Langkah yang akan segera diambil tersebut, nantinya membentuk tim yang akan melaksankan ekspedisi ke hulu sungai untuk memantau potensi terjadi banjir bandang. Membuat rambu-rambu dan peringatan dini.

“Dalam setahun, minimal dua kali melakukan ekspedisi tersebut, sedangkan secara daruratnya apabila ada imbauan dari BMKG tentang siaga hujan lebat, maka tim akan secepat mungkin menuju hulu sungai,” kata dia.

Menurutnya, banjir bandang terjadi dikarenakan penumpukan material di hulu sungai, baik berupa batu atau pohon, sehingga akan membentuk danau alami, apabila terjadi hujan lebat dan danau alami tersebut tidak mampu lagi menahan debit air, maka akan menyebabkan banjir bandang.

“Semoga langkah-langkah yang kita ambil ini akan mengurangi terjadinya banjir bandang dan mudah-mudahan bisa nihil tentunya, sehingga tidak akan lagi merusak infrastruktur dan menelan korban jiwa,” sebutnya.

Badai terbangkan atap Bangunan 

Di Kota Solok, hujan lebat disertai badai bukan hanya menerbangkan atap bangunan, juga merebahkan kerangka baliho. Bencana itu menghentikan pertandingan dalam Walikota Cup II di Lapangan Merdeka, Rabu (6/4) sore.

Bencana itu membuat warga, terutama pedagang yang mengais rezeki di bawah pepohonan besar berlarian menghindari timpaan pepohonan. Bukan ini saja, tetapi juga karyawan/ti toko ketakutan dan menyelamatkan diri lantaran atap bangunan tempat mereka bekerja terbang bersama kerangka, baik yang menggunakan baja ringan maupun bahan kayu. Bencana itu menyebabkan terjadinya kemacetan, terutama di jalan raya Berok, lantaran kendaraan bermotor terpaksa berbalik arah mencari jalur alternatif.

Untuk memulihkan arus lalu lintas, warga memotong pohon yang tumbang.

Sementara pada sebuah lembaga keterampilan stir mobil di Jalan Raya Lintas Sumatra Lukah Pandan atapnya terbang. Selain itu, beberapa petak toko di Lukah Pandan juga rusak atapnya. Sementara listrik sempat pudur puluhan menit. (104/209/524)

Singgalang, 7 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>