«

»

BWI Sumbar Diminta Perbanyak Sosialisasi

7 April 2016

Padang, Singgalang

Pengurus Wakaf Indonesia diminta jangan hanya duduk di kantor saja. Agar kesadaran muzhaki untuk berwakaf lebih tinggi, diperlukan sosialisasi lebih banyak.

Demikian disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat melantik pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (6/4).

‘’Perbanyak kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang muzaki sehingga berpeluang untuk berwakaf seperti pengusaha, para SKPD, Guru, Kepala Sekolah, dan tokoh agama,’’ katanya.

Menurutnya, wakaf hukumnya adalah kerelaan. Adanya kerelaan bagi umat untuk berwakaf. Tidak ada waktu dan ukurannya harus berwakaf sehingga jatuh menjadi sunat. “Jadi kita ini tidak hanya butuh yang wajib saja, kita juga memerlukan yang sunnat untuk memperoleh amal yang lebih baik. Dengan wakaf ini kita mendapatkan amal jariyah,” imbaunya.

Dijelaskannya, hadirnya Badan Wakaf tidak hanya tuntutan agama untuk mengelola wakaf, namun juga tercantum dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintahan. Jadi wakaf ini diamanahkan dalam Alquran dan juga hukum positif.

Di sisi lain, untuk zakat, Pemprov Sumbar memiliki kebijakan tersendiri. Dengan mewajibkan setiap pegawai negeri sipil (PNS) membayar zakat langsung dari bendahara. Kemudian diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari UPZ kemudian disetorkan pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar.

“Ini saya lakukan karena dulunya ada ogah-ogahan PNS membayar zakat, sementara sudah sampai senisab. Makanya kita perlu juga membantu saudara kita untuk masuk surga,” terangnya.

Selain itu, Irwan berpesan agar ke depan dibuat sosialisasi khusus kepada kepala SKPD eselon II dan eselon III di lingkungan provinsi dan kabupaten/kota.

Wakil Ketua BWI Pusat Muhamad Nadratuzzaman Hosen berharap dengan hadirnya pengurus baru pada BWI dapat meningkatkan pengelolaan aset wakaf di Sumbar sehingga dapat dimanfaatkan peruntukannya lebih baik.

Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar untuk dapat memajukan kesejahteraan umat Islam. ‘’Dibanding zakat, dana wakaf lebih mudah digunakan. Sebab tidak terikat aturan harus diserahkan kepada asnaf (golongan yang berhak menerima). Yang penting, manfaat dari wakaf adalah untuk kepentingan publik atau masyarakat umum,’’ jelasnya. Pengurus BWI Sumbar periode 2015-2018 diisi Rozlinda sebagai Ketua, Sekretaris Armadi dan Bendahara Hasrawati. (104)

Singgalang, 7 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>