«

»

Zakat Fitrah dan Kegembiraan Lebaran

4 Juli 2016

Setelah melaksanakan shalat Id, Rasulullah SAW berjalan pulang dan menjumpai seorang anak perempuan yang tengah menangis. Rambutnya acak-acakan, alas kakinya usang, dan pakaiannya lusuh. Rasulullah bertanya gerangan apa yang membuat anak itu sedih, sementara di sekelilingnya anak-anak bergembira menyambut Hari Raya Idul Fitri. Maka anak itu menjawab bahwa ia sudah tidak punya lagi ayah untuk bersama bergembira di Hari Raya Idul Fitri. Pada Idul Fitri sebelumnya ayahnya sempat memberikan hadiah di hari raya. Namun ayahnya syahid ketika berperang bersama Rasulullah SAW sehingga ia menjadi yatim.

Maka Rasulullah SAW pun menggembirakan hati anak tersebut dengan menyebut bahwa sang anak kini memiliki orang tua yaitu Rasulullah SAW dan Aisyah r.a serta kakak yang bernama Fatimah r.a. Betapa gembira hati sang anak mendengarkan perkataan Rasulullah SAW tersebut.

Hari Raya Idul Fitri atau sering disebut dengan ‘Lebaran’ adalah momen menyatakan kegembiraan bagi kaum muslimin setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dalam syariat Islam, bagi orang yang melaksanakan puasa maka wajib untuk membayar zakat fitrah. Zakat fitrah juga berlaku kepada anggota keluarga, yaitu suami, istri, dan anak-anak dan orang yang menjadi tanggungan. Semuanya wajib dibayarkan zakatnya. Membayar zakat fitrah dilaksanakan pada bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan Shalat Id.

Mengenai kewajiban berzakat ini, Allah SWT dalam Surat At Taubah ayat 60 berfirman yang artinya, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Zakat tidak hanya berupa zakat harta (maal), tetapi ada juga zakat fitrah. Kriteria atau syarat dan ketentuannya pun berbeda.

Zakat harta diwajibkan bagi orang yang memiliki jumlah pendapatan tertentu untuk kurun waktu tertentu. Sedang zakat fitrah diwajibkan bagi orang yang mampu menafkahi dirinya dan keluarganya di hari raya dan pada malamnya. Maka di sini orang yang belum wajib zakat harta namun mampu menafkahi diri dan keluarganya juga wajib membayar zakat fitrah.   

Dari Jabir r.a Rasulullah SAW bersabda: “Mulailah dari dirimu. Maka nafkahilah dirimu. Apabila ada kelebihan, maka peruntukkanlah bagi keluargamu. Apabila masih ada sisa kelebihan (setelah memberikan nafkah) terhadap keluargamu, maka peruntukkanlah bagi kerabat dekatmu.”  (HR. Bukhari Muslim).

Dalam wikipedia, zakat fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata ‘Fitrah’ yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Zakat fitrah tidak hanya diwajibkan bagi orang yang mampu. Tapi juga bagi hamba sahaya, dan yang membayarkan adalah majikannya. Dari Ibnu Umar ra: “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadan kepada setiap orang muslim, laki laki atau perempuan, merdeka atau hamba sahaya (budak), yaitu satu sha’ kurma atau gandum.” (HR Bukhari Muslim)

Salah satu kegunaan zakat fitrah adalah untuk membersihkan diri. “Dari Ibnu Abbas r.a: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah sebagai satu pembersihan bagi orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan untuk orang miskin.” (HR Abu Daud dengan isnad baik)

Zakat fitrah bisa dibayarkan dalam bentuk makanan pokok maupun uang. Pembayaran dalam bentuk uang lebih memudahkan bagi yang menerima untuk membelanjakan kebutuhannya di hari raya, baik berupa makanan maupun baju yang layak pakai. Dan juga bisa membayar hutang jika ia memiliki hutang.

Zakat fitrah adalah salah satu cara dalam ajaran Islam untuk memberikan kegembiraan bagi para fakir miskin di Hari Raya Idul Fitri. Dan tentunya, tidak hanya zakat fitrah saja yang bisa menggembirakan para fakir miskin di hari raya, namun juga infak dan sedekah yang jumlahnya jauh bisa berlipat dibanding besaran jumlah zakat fitrah.

Islam telah memberikan ajaran kepada umatnya untuk selalu membangun kepedulian sosial kepada sesama. Semoga di Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah ini, kita yang mampu bisa ikut menggembirakan para fakir miskin, terutama yang berada di sekitar lingkungan kita, baik keluarga, kerabat maupun tetangga. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah. Taqobbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Posmetro Padang, 4 Juli 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>