«

»

Rendang untuk Aceh

22 Desember 2016

Gempa bumi kembali terjadi di bumi Aceh, tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya. Pada 7 Desember 2016 sekitar jam 5 pagi, warga dikagetkan dengan gempa yang berkekuatan cukup besar yaitu 6,5 skala Richter. Gempa ini dirasakan juga di wilayah lain seperti Pidie dan Bireuen. Rumah-rumah dan bangunan serta infrastruktur banyak yang rusak. Sedikitnya 101 orang meninggal dunia.  Masyarakat di sana diliputi trauma. Seluruh bangsa Indonesia berduka.

Semenjak peristiwa Tsunami di Aceh tahun 2006 lalu yang diawali gempa bumi, terjadinya gempa bumi menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak. Baik pemerintah, peneliti, tim penanggulangan bencana, dan juga masyarakat. Masyarakat Sumbar juga tentu masih ingat gempa bumi yang terjadi pada tahun 2007 dan 2009 yang meluluhlantakkan bangunan-bangunan dan infrastruktur di Sumbar.

Demikian pula ketika terjadi gempa setelah tahun 2009, dari yang getarannya kuat hingga gempa yang meliuk-liuk dengan waktu cukup lama. Kita yang tinggal di Sumbar sudah pernah merasakannya. Tidak hanya di Sumatera, di pulau Jawa pun beberapa kali terjadi gempa, termasuk di Jogja yang menimbulkan kerusakan cukup parah.

Peristiwa gempa bumi yang terjadi di suatu daerah memang bisa menjadikan daerah tersebut kurang diminati untuk berinvestasi, berusaha, destinasi wisata, dan lainnya. Terlebih jika instansi terkait sudah menyatakan zona merah yang rawan terjadi gempa. Namun demikian, sebagai manusia yang meyakini bahwa di setiap kejadian ada hikmah yang bisa diambil, maka kita perlu bersikap positif atas ketentuan yang sudah Allah SWT takdirkan.

Gempa bumi yang terjadi sesungguhnya merupakan kehendak Allah SWT. Berbagai musibah dan bencana lain pun seperti banjir, gunung meletus, adalah sebagian dari tanda kekuasaan Allah SWT. Manusia diminta untuk mengambil hikmah dari berbagai peristiwa tersebut. Kesedihan yang muncul memang merupakan fitrah manusia. Namun tentunya ada hal positif yang kelak kita tahu belakangan setelah datangnya kehendak Allah SWT tersebut.

Misalnya saja, setelah tsunami Aceh hal yang tidak pernah disangka sama sekali adalah bersatunya seluruh elemen masyarakat Aceh. Di mana sebelumnya, berbagai perundingan dan upaya damai antara pemerintah dengan pihak-pihak tertentu di Aceh selalu mengalami kegagalan dan jalan buntu. Setelah Tsunami ternyata kedamaian di Aceh terwujud, tidak ada lagi pemberontakan, Aceh masuk ke dalam NKRI sepenuhnya. Inilah hikmah yang bisa kita ambil dari sebuah peristiwa yang kadang di mata manusia sungguh sangat menyedihkan, namun ternyata Allah SWT punya kehendak lain yang bisa jadi sangat bermanfaat untuk kehidupan kita selanjutnya.

Demikian pula gempa Sumbar tahun 2009. Setelah gempa, ekonomi Sumbar kembali bangkit dengan tampilan yang jauh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi, pertambahan infrastruktur, bertambahnya jumlah penerbangan pesawat ke padang, munculnya gedung-gedung baru baik sekolah, instansi pemerintahan, tempat ibadah, bertambahnya hotel, adalah sebagian dari tanda-tanda positif yang bisa dijadikan sebagai salah satu hikmah terjadinya gempa Sumbar. Dan juga sangat mungkin bahwa masyarakat Sumbar semakin baik lagi memahami agamanya.

Musibah gempa juga menjadi penyatu solidaritas masyarakat di Indonesia. Satu ton rendang yang merupakan bantuan dari masyarakat Sumbar untuk Aceh adalah wujud kepedulian dan rasa persaudaraan antarsesama anak bangsa. Aksi kepedulian ini adalah salah satu hikmah yang bisa diambil setelah terjadinya gempa di Aceh. Bantuan dari berbagai daerah lainnya juga datang berbondong-bondong dengan sukarela. Setiap terjadi bencana di tanah air, ternyata tindakan kebaikan jauh meningkat dengan banyaknya bantuan yang datang.

Dalam surat Al Baqarah ayat 155 Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Dari arti ayat tersebut, ternyata Allah SWT memberikan cobaan agar manusia bersabar, dan setelah itu akan datang kabar gembira yang tidak pernah diketahui oleh manusia perihalnya. Termasuk juga di dalamnya adalah datangnya gempa yang silih berganti di tanah air. Kita sebagai manusia diminta bersabar menghadapinya. Karena bagi orang yang sabar akan ada kabar gembira bagi mereka.

Menutup tulisan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa membangun dan memelihara kepedulian sesama. Terlebih kepada saudara-saudara kita yang ditimpa bencana dan musibah. Baik di dalam negeri dan juga luar negeri. Semoga kepedulian kita mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 22 Desember 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>