«

»

Kunjungan Kerja ke Norwegia

31 Januari 2017

Pada tanggal 11 Januari 2017 lalu saya bersama rombongan bertolak dari Padang menuju Jakarta untuk selanjutnya ke Norwegia. Kunjungan kerja saya ke Norwegia ini dalam rangka memenuhi undangan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Norwegia Bpk. Yuwono A. Putranto. Undangan yang dimaksud di antaranya adalah sebuah promosi terpadu travel fair Reisetivmessen di Oslo tanggal 13-15 Januari 2017 dan promosi mandiri di Wisma Duta pada 16 Januari 2017. Selain itu juga disebutkan adanya peluang investasi dan peluang kerjasama dengan Norwegia.

Travel fair ini dipenuhi 350 anjungan yang memamerkan destinasi wisata dari 120 negara. Anjungan Indonesia menempati area seluas 30 meter persegi dan terletak di jalan utama yang terletak dekat dengan panggung utama, tema utamanya adalah pariwisata, kuliner dan kesenian dari Provinsi Sumbar. Tak kurang dari 40.000 pengunjung yang berasal dari dunia usaha, media dan publik di Norwegia, juga negara-negara Nordik hadir di acara ini.

Dengan tema utama Provinsi Sumbar dan sesuai permintaan Dubes RI untuk Norwegia, kami juga mengirimkan tim kuliner dan tim tari ke Norwegia. Dan di antara peserta pameran, Indonesia mendapat peran paling besar dalam eksposisi promosi di panggung utama. Tidak kurang dari 6 sesi penampilan tarian (9 jenis tarian dan monolog/musik) dan juga diikuti promosi food testing untuk 7 jenis masakan dari Sumbar. Bumbu rendang dan ayam dari Sumbar yang diimpor oleh sebuah perusahaan Norwegia dikabarkan beredar di Norwegia pada akhir Januari 2017.

Penampilan tarian dari Sumbar tersebut ternyata membuat cemburu beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand yang tidak menampilkan keseniannya. Selain pertunjukan tarian, kami juga melakukan promosi kuliner berupa pemberian makanan gratis, di antaranya rendang, dendeng dan ayam goreng. Makanan ini habis dinikmati oleh pengunjung yang datang. Ada pengunjung yang datang hingga 4 kali karena sangat suka dengan makanan yang kami tawarkan. Audun Kvitland yang populer dengan lagu Nasi Padang juga hadir bersama kami, selain menyanyikan lagu Nasi Padang juga membantu memandu pengunjung.

Tim kuliner bekerja keras, sejak jam 5 pagi hingga jam 11 malam mereka memasak menyiapkan makanan, padahal waktu subuh di sana sekitar jam 7.30 pagi dan waktu maghrib sekitar jam 3 sore. Demikian pula tim tari yang tampil 2 kali dalam sehari. Peragaan alat musik talempong juga turut menarik perhatian pengunjung yang datang. Bahkan di portal online setempat, promo wisata, kuliner dan budaya Sumbar sempat menjadi trending topic no. 2, dan juga radio dan TV Norwegia.

Di samping promosi pariwisata yang terdiri dari tim kuliner dan tim tari, kami juga ada tim investasi. Beberapa kegiatan tim tersebut di antaranya, rapat dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia. Selama ini Norwegia sdh memberikan bantuan untuk Sumbar sejak tahun 2013 untuk tata kelola hutan. Lalu kami juga bertemu Vice President SN Power (BUMN Norwegia) terkait peluang investasi kelistrikan hidro power.

Kemudian kami bertemu dengan Kjersti Gravningen, membicarakan teknologi dan hasil riset untuk meningkatkan produktivitas ikan.  Kami juga mengadakan teleconference dengan Institute Marine Research, lembaga riset kelautan di bawah pemerintah Norwegia. Lima proposal kami masukan via Kementerian Luar Negeri RI ke Kedubes RI di Norwegia. Kami juga mengadakan sharing dengan Aqua Optima, berdiskusi mengatasi kematian ikan dan budidaya ikan kerapu dan kakap putih. Pembahasan vaksin terhadap bakteri dan virus pada ikan kami lakukan dengan Pharmaq, Zoetis Group.

Selain itu, kunjungan kami ke Wakil Menteri Pendidikan dan Riset Norwegia, membicarakan pendidikan karakter dan pendidikan vokasional bidang kelautan dan perikanan. Penjajakan kerjasama juga kami bicarakan dengan Aker Solutions dalam hal mengubah limbah industri dan karbon menjadi bernilai ekonomi bagi Sumbar. Kami juga bertemu dengan Direktur Norwegian Agency for Development Ooperation (NORAD), membahas proposal proteksi hutan, lingkungan hidup, carbon captured storage dan perikanan.

Upaya kami bersama rombongan dalam promosi pariwisata dan kuliner Sumbar dan juga mencari investor untuk berbagai sektor, kerjasama dengan LSM, Swasta dan BUMN Norwegia, tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya menyadari bahwa untuk membangun Sumbar dengan dana sendiri (APBN dan APBD) tidaklah cukup, perlu dana dari pihak ketiga (investor) untuk membiayai program-program pembangunan di berbagai bidang. Demikian pula untuk membangun Sumbar tidaklah bisa dengan orang yang ada di Sumbar, harus melibatkan orang luar yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Demikian pula dengan pariwisata. Kita harus jemput bola ke luar memperkenalkan potensi pariwisata yang ada agar orang mau berkunjung ke tempat kita. Jika negara-negara yang sudah lebih maju tetap melakukan promosi pariwisata, maka tentunya Sumbar dan juga Indonesia harus melakukan upaya serupa guna menarik wisatawan datang kemari.

Semoga dengan ikhtiar ini, pembangunan di Sumbar bisa semakin pesat dan berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dan berbagai kerjasama dan investasi yang sudah ada di Sumbar kita harapkan bisa tetap bertahan, meningkat dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Sumbar. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 31 Januari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>