«

»

Sumbar Dapat Alat Bantu Pemantau Kualitas Udara

18 Juli 2017

 Profil Irwan Prayitno

PADANG – SINGGALANG

Sumatera Barat mendapatkan bantuan peralatan Air Quality Monitoring System (AQMS). Alat itu kemarin dipakai secara resmi, dengan harapan dapat membantu masyarakat mengetahui kualitas udara di daerah ini.

AQMS adalah alat pemantauan kualitas udara, yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Selain Sumbar, ada tiga provinsi lain yang menerima bantuan alat ini. Namun kita yang secara resmi memakai pertama,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, usai meresmikan AQMS yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (17/7).

Dikatakannya, dengan alat itu akan membantu masyarakat yang ingin mengetahui tentang kualitas udara di Sumbar. Apalagi Sumbar beberapa   tahun terakhir sering mengalami dampak kabut asap, yang sumbernya bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan daerah ini. Namun demikian masyarakat harus tetap waspada dan juga harus mengetahui apakah kualitas udara sehat atau sebaliknya.

“Di Sumbar alatnya baru tersedia satu unit yang ditempatkan di pusat kota tepatnya di halaman kantor gubernur. Semoga dengan adanya alat AQMS di Sumbar, pelayanan publik kepada masyarakat akan informasi kualitas udara dapat diberikan lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengukur udara secara otomatis ini bukan merupakan alat yang murah, sehingga data kualitas udara yang disajikan oleh peralatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan tidak hanya pada saat bencana kabut asap saja, tetapi juga dalam kondisi normal.

Sementara itu Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup, Dasrul Chaniago mengatakan, kehadiran alat monitor kualitas udara di Sumbar diharapkan bisa memberikan informasi yang lebih cepat dan merata pada masyarakat, sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan secara mandiri. Seperti menggunakan masker.

“Selain di kantor gubernur, papan informasi digital alat monitoring kualitas udara itu juga ada di balaikota Padang,” terangnya.

Namun alat itu, bukan bantuan dari pusat seperti yang di kantor gubernur, tetapi sudah terkoneksi dan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang sama di balaikota.

Singgalang, 18 Juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>