«

»

BBPOM Padang : Canangkan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat

5 Oktober 2017

 

PADANG – guna melindungi masyarakat dari obat berbahaya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, melakukan pencanangan aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat ilegal dan penyalahgunaan obat.

Aksi ini berlangsung di aula pertemuan Kantor BBPOM Padang,Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Padang, Rabu (4/10).

Kepala BBPOM Padang, Drs. Martin Suhendri, Apt, M. Far, mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan antisipasi munculnya obat palsu dan ilegal di tengah masyarakat.Seperti penyalahgunaan pil Paracetamol, Caffein, Corisoprodol (PCC) dengan merek dagang Carmpohen yang ditarik dari peredaran dan izin edarnya telah dibatalkan oleh BPOM.

“Saat ini banyak kasus penyalahgunaan obat jenis baru. Tidak hanya psikotropika semata, akan tetapi golongan obat yang disalahgunakan masyarakat,” terang Martin.

Selain itu obat Dextromethor phan yang awalnya sebagai obat batuk, namun sekarang disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai narkoba.

“Perkembangan teknologi farmasi memungkinkan penyalahgunaan obat semakin banyak, sehinggga perlu sinergitas antarpemangku kepentingan yang konsisten, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dijelaskannya, BBPOM Padang telah melakukan pembinaan, pengawasan dan penindakan terhadap produk illegal dan penyalahgunaan produk bukan hanya obat, tapi juga produk lain yang menjadi objek pengawasan Badan POM seperti obat tradisional, kosmetik hingga pangan.

 

Dalam melakukan pemberantasan obat ilegal, pihaknya bekerja sama dengan lintas sektoral seperti Polda Sumbar, Kejaksaan Tinggi, BNNP Sumbar, Bea Cukai, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan organisasi lainnya sehingga pengawasan terhadap peredaran obat illegal dapat diperketat.

“Kita berharap dengan pencanangan ini akan membuat masyarakat lebih terlindungi dari peredaran obat ilegal,” katanya.

Sementara Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, penyalahgunaan obat telah menjadi isu nasional. Kali ini penyalahgunaan tidak hanya terjadi di kalangan penjual, tapi juga oleh konsumen “Anak-anak remaja kini menjadi target peredaran obat-obat ilegal ini. Mereka dikenalkan, kemudian diajak menjadi pecandu.

Semua pihak harus bergerak agar generasi muda dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan obat tersebut,” kata dia.

Ia mengatakan, sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan obat ini harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang kuat untuk tidak menggunakannya.

“Penguatan agama juga harus dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anak mereka sehingga dapat menjadi benteng dari penyalahgunaan obat ini,” kata dia.

Pada kesempatan itu, BBPOM Padang melakukan penandatanganan (MoU) terkait penguatan, pengawasan, pembinaan obat dan makanan. MoU itu akan dijadikan dasar untuk membangun kemitraan dalam menjalankan aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat di Sumbar.

Singgalang, 5 Oktober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>