«

»

Arah Ekonomi Sumbar

27 November 2017

• OLEH SAPTO ANDIKA CANDRA

Tak banyak yang menyoroti kondisi perekonomiandi Sumatra Barat(Sumbar). Padahal, provinsi yang tertetak di pesisir barat Sumatra ini memiliki potensi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup besar.

Apalagi, harga sawit dan karet merangkak naik. Dua komoditas ini menjadi primadona ekspor bagi Sumbar. Tak hanya itu, investasi di bidang energi baru terbarukan (EBT) juga sedang gencar  dipromosikan. khususnya sumber energy panas bumi.

Sebagai daerah yang tak begitu bergantung pada komoditas pertambangan. ekonomi Sumbar tak begitu bergejolak ketika harga batu bara anjlok sejak 2011. Dan sisi produksi, Sumbar ditopang oleh industri CPO, karet, serta skala usaha yang lebih keciL yakni Usaha Mikro, KeciL dan Menengah (UMKM).

Perbaikan ekonomi Sumbar sebetulnya tak Lepas dari membaiknya iklim ekonomi secara nasional. Perekonomian Indonesia diprediksi bakal merangkak naik akhir tahun ini. Bank Indonesia memprediksikan pertumbuhan ekonomi nasionaL kuartal IV bakal bertengger di rentang 5,3 persen – 5,6 persen. Perbaikan performa ekonomi ini didorong konsumsi rumah tangga, kinerja perdagangan yang positif, Hingga pemulihan iklim investasi.

Lantas, bagaimana dengan Sumatra Barat pada akhir tahun 2017 ini? Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat Endy Dwi Tjahjono menjelaskan, perekonomian Sumbar diproyeksikan meningkat pada kuartaL IV 2017 dengan laju pertumbuhan berada di kisaran 5.2 persen—5,6 persen (year on year/yoy). Sumber penopang pertumbuhannya, lanjut Endy, tetap berasal dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi.

Pada kuartal III 2017, Sumbar mampu tumbuh 5.38 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional 5,06 persen. Sedangkan. secara kuartalan, ekonomi Sumbar tumbuh 2,13 persen dan 5,23 persen secare kumulatif sepanjang tiga kuartal 2017.

“Momentum Liburan natal dan sekolah mendorong peningkatan aktifitas konsumsi. Pengeluaran pemerintah diperkirakan meningkat sesuai dengan pola historis anggaran, ujar Endy, akhir pekan lalu.

la menilai, seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah pusat maupun daerah, seperti Sumbar, akan mencapai serapan tertinggi menjelang akhir tahun. Di sisi lain, investasi juga diperkirakan ikut terdongkrak pada akhir tahun, seiring dengan makin intensifnya realisasi belanja modal untuk pembayaran pengerjaan proyek fisik pemerintah.

Selain itu, imbuh Endy, makin gencamya pembenahan strategi dan promosi investasi yang dilakukan oleh pemda diperkirakan turut mendorong meningkatnya investasi pihak swasta.

Dan sisi lapangan usaha, sumber peningkatan kinerja ekonomi berasal dari membaiknya kinerja perdagangan dan transportasi pergudangan, seiring dengan meningkatnya permintaan saat liburan sekolah.

Perbaikan ekonomi dan pulihnya iklim investasi langsung dibaca oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Gubernur Irwan Prayitno bahkan meminta bupati dan walikota di wilayah yang dipimpinnya agar tak mempersulit perizinan dalam memulai usaha dan investasi. Irwan meminta seluruh pemda mulai membuka mata akan pentingnya investasi dan mulai terdorong untuk menarik masuk investasi.

Sektor yang menjadi unggulan investasi Sumbar, lanjutnya, adalah pariwisata dan EBT. Sumbar punya potensi alam yang masih sangat bisa dikembangkan.” kata Irwan.

Irwan memberi contoh pengembangan EBT, khususnya panas bumi. Sejumlah faktor pendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dimiliki oleh Sumbar, seperti 50 persen wilayah yang masih tertutup hutan dan adanya sumber panas dari gunung api. Ada pula sungai yang berpotensi untuk dibangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

 

Republika , 27 November 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>